PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



PT Kontak Perkasa Futures | Jaringan Bank Error, Pria Ini Jadi Miliarder Mendadak

Jaringan Bank Error, Pria Ini Jadi Miliarder Mendadak

Kontak Perkasa, New York - Bank asal Amerika Serikat BankUnited minggu lalu melaporkan kinerja perusahaan yang cemerlang di kuartal empat 2017. Namun bagi salah seorang nasabahnya bernama Robert McKinley, keberuntungan perusahaan tersebut tidak hanya sebatas laporan belaka.

Dilansir dari Nypost.com, Selasa (30/1/2018), pada hari Jumat minggu lalu sistem komputer BankUnited ternyata sedang mengalami kendala. Hal itupun berimbas pada kondisi rekening beberapa nasabahnya, termasuk Robert McKinley.

Betapa terkejutnya pria ini saat ia mengetahui uang dalam tabungannya telah meningkat 10 kali lipat. Jumlah tabungan dalam rekeningnya bahkan diatas US$ 1 miliar yang berarti McKinley sukses menjadi seorang miliarder.

Pria yang sebelumnya bekerja sebagai CEO salah satu perusahan kartu kredit ini mengaku jumlah tabungannya tiba-tiba mencapai US$ 9,8 miliar.

Tapi, tak butuh waktu lama bagi McKinley menyadari bahwa uang yang didapatnya tiba-tiba tersebut merupakan kesalahan bank. Ia kemudian langsung melaporkan kejadian itu pada pihak bank terdekat.

“Itu benar-benar kesalahan. Saat saya beritahu, mereka sangat terkejut,” ujar McKinley.

Meski kini semua ‘kelebihan’ uang itu sudah dikembalikan, McKinley tidak menampik ia pernah bermimpi ingin menggunakan uang yang didapatnya secara tiba-tiba. Jika memang uang tersebut jadi miliknya, ia ingin bisa membeli Lamborghini hingga memiliki saham di klub olahraga.

“Saya ingin bisa memiliki saham di tim footbal Carolina Panthers dan menaiki Lamborghini. Sisanya akan disumbangkan untuk amal. Tapi kini uang itu sudah dikembalikan,” ungkapnya.

Saat ditanya akan hal ini pihak BankUnited menolak untuk memberi tanggapan.

Pengalaman Serupa

Sebelumnya, seorang warga Australia juga ada yang memiliki pengalaman sama. Clare Wainwright, seorang pengacara asal Australia terkejut ketika melihat angka 25 juta dolar Australia atau sekitar Rp 260 miliar tertera pada akun rekeningnya.

Dia tak menyangka, ada kelebihan 24,5 juta dolar atau sekitar Rp 255 miliar dari uang yang seharusnya ada di rekening, dan kredit rumahnya juga dinyatakan sudah lunas.

Terkait hal itu, Wainwright telah berupaya mengingatkan Bank Nasional Australia (NAB) atas kesalahan dana yang mengalir di rekeningnya.

sumber : liputan6.com

PT Kontak Perkasa Futures | Sri Mulyani: Bitcoin sebagai Alat Investasi Keputusan pada Masyarakat, tetapi…

Sri Mulyani Bitcoin sebagai Alat Investasi Keputusan pada Masyarakat, tetapi

JAKARTA, Kontak Perkasa - Pemerintah melalui koordinasi antarlembaga sepakat menyikapi mata uang virtual bitcoin sebagai mata uang yang tidak punya landasan hukum dan berisiko.

Larangan penggunaan bitcoin berlaku ketat sebagai alat transaksi maupun sistem pembayaran, tetapi sebagai instrumen investasi diserahkan kepada masyarakat dengan sejumlah catatan dari pemerintah mengenai risiko-risikonya.

“Sebagai pemerintah kami akan terus menyampaikan pandangan. Kalau sebagai alat investasi, itu keputusan pada masyarakat, tapi sudah diingatkan (risikonya),” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

Ani menegaskan, untuk alat transaksi dan pembayaran, mata uang yang diakui oleh negara adalah rupiah. Ketentuan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Dalam hal bitcoin sebagai instrumen investasi, diungkapkan Ani ada banyak risiko yang ujungnya bisa merugikan masyarakat. Risiko yang dimaksud di antaranya digunakan untuk pencucian uang hingga pendanaan tindak pidana terorisme.

PT Kontak Perkasa Futures | Stok AS Menurun, Harga Minyak Dunia Naik

 

Stok AS Menurun, Harga Minyak Dunia Naik

Kontak Perkasa, Jakarta - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (25/1/2018) pagi WIB, setelah data menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun untuk pekan ke-10 berturut-turut.

Persediaan minyak mentah AS turun 1,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 19 Januari menjadi 411,6 juta barel, memperlebar penurunan tahun ke tahun sebesar 0,7 persentase poin menjadi 15,7 persen, laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (24/1).

Penarikan minyak mentah yang dilaporkan Rabu (24/1) oleh EIA kontras dengan kenaikan 4,76 juta barel yang dilaporkan Selasa (23/1) oleh American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri swasta.

Persediaan minyak mentah AS terus menurun dan pemakaian minyak mentah sektor penyulingan lebih rendah dari rata-rata minggu sebelumnya, menurut laporan EIA.

Dengan cadangan 411,6 juta barel, persediaan minyak mentah AS berada di tengah kisaran rata-rata untuk tahun ini.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 1,14 dolar AS menjadi menetap di 65,61 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, naik 57 sen menjadi ditutup pada 70,53 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

PT Kontak Perkasa Futures | Nilai Tukar Dolar AS Jatuh, Harga Emas Melonjak

Nilai Tukar Dolar AS Jatuh, Harga Emas Melonjak

Kontak Perkasa, Jakarta - Harga emas naik pada perdagangan Selasa karena pelemahan nilai tukar dolar AS. Mata uang Amerika Serikat ini jatuh ke posisi terendah dalam tiga tahun.

Namun berakhirnya ketidakpastian yang diciptakan oleh penutupan pemerintahan AS selama tiga hari membatasi penguatan harga emas.

Mengutip Reuters, Rabu (24/1/2018), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen ke level US$ 1.337,36 per ounce pada pukul 1:38 waktu New York, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam satu pekan di US$ 1.339,09 per ounce.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik US$ 4,80 atau 0,4 persen ke level US$ 1.336,70 per ounce.

“Kelanjutan pelemahan pada dolar AS memberikan dukungan kepada harga komoditas termask emas di seluruh perdagangan,” jelas analis High Ridge Futures di Chicago, David Meger.

Indeks Dolar AS

Indeks dolar AS jatuh ke level terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah dana kepercayaan konsumen di Eropa melonjak.

Hal ini menjadi momentum yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa sehingga mendorong penguatan nilai tukar mata uang euro dan melemahkan dolar AS.

Penurunan nilai tukar dolar AS ini menjadi pendorong penguatan komoditas atau aset-aset yang berdenominasi dolar karena harganya menjadi lebih murah bagi pelaku pasar yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang lainnya.

Harga emas hampir tidak terpengaruh oleh penutupan operasional pemerintahan AS. Harga emas tetap menguat saat pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump tidak beroperasi selama tiga hari kemarin.

Penguatan Saham

Sayangnya, harga emas tidak bisa melonjak tinggi karena penguatan harga saham. Pelaku pasar memindahkan portofolionya ke ekuitas karena harganya terus menguat.

Pada penutupan perdagangan Selasa, indeks acuan S&P 500 menguat 6,17 poin atau 0,22 persen menjadi 2.839,14. Sedangkan Nasdaq Composite menambah 52,26 poin atau 0,71 persen menjadi 7.460,29.

Saham Netflix menyentuh level tertinggi di US$ 257,71 dalam perdagangan intraday dan akhirnya ditutup di angka US$ 250,29 atau menguat hampir 10 persen. Shaam perusahaan yang menyediakan layanan teknologi ini mampu menembus kapitalisasi pasar US$ 100 miliar.

PT Kontak Perkasa Futures | Pemerintah Tak Akui Mata Uang Virtual sebagai Alat Transaksi

Pemerintah Tak Akui Mata Uang Virtual sebagai Alat Transaksi

Kontak Perkasa, Jakarta - Kementerian Keuangan menegaskan penggunaan mata uang virtual (cryptocurrency) sebagai alat transaksi hingga saat ini tidak memiliki landasan formal. Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, Kemenkeu mendukung kebijakan Bank Indonesia selaku otoritas moneter dan sistem pembayaran untuk tidak mengakui mata uang virtual sebagai alat pembayaran yang sah.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, mengatakan hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam peraturan tersebut ditegaskan mengenai kewajiban penggunaan mata uang rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang.

Selain itu, mata uang virtual rawan digunakan untuk transaksi ilegal, pencucian uang, dan pendanaan terorisme mengingat belum adanya otoritas yang mengatur dan mengawasi. “Kondisi transaksi semacam itu dapat merugikan masyarakat karena membuka peluang terhadap tindak penipuan dan kejahatan dalam berbagai bentuk,” kata Nufransa.

Transaksi mata uang virtual yang spekulatif juga dapat menimbulkan risiko penggelembungan nilai yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu, Kemenkeu akan bekerja sama dengan otoritas keuangan lain untuk mencermati perkembangan penggunaan mata uang virtual berbasis “distributed ledger technology”, seperti Bitcoin.

Kemenkeu juga akan mengambil langkah terukur yang diperlukan untuk memitigasi risiko peredaran dan penggunaan mata uang virtual dalam rangka menjaga kepentingan masyarakat serta menjaga kredibilitas dan stabilitas sistem keuangan.