PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



PT Kontak Perkasa Futures | Bahana Salurkan Dana Rp325,5 Miliar untuk Program Kemitraan

bursabankKontak Perkasa – Jakarta, Bahana Artha Ventura kembali menyalurkan dana melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang bersinergi dengan badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendorong usaha kecil menengah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Pembinaan Usaha Bahana Artha Ventura, Agus Wicaksono mengatakan jika BAV kembali akan menandatangani kerja sama penyaluran dana PKBL bersama dengan Angkasa Pura II, yakni BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengusahaan bandar udara senilai Rp24 miliar dan Airnav, yakni lembaga penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan Indonesia senilai Rp3 miliar.

Total dana PKBL yang disalurkan oleh anak usaha Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini telah mencapai Rp325,5 miliar.

“Kami telah dipercaya oleh 9 BUMN untuk menyalurkan dana melalui program kemitraan ini selama bertahun-tahun karena tingkat kolektibilitas kami selalu lancar dan dana tersebut  bisa disalurkan ke sejumlah UKM yang tersebar di seluruh Indonesia melalui sejumlah Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD),” katanya, di Jakarta, Senin (18/9/2017).

BAV menargetkan untuk sepanjang 2017 akan menyalurkan dana PKBL sebesar Rp60 miliar untuk seluruh UKM di Indonesia. Tahun depan dana tersebut ditargetkan naik menjadi Rp100 miliar setelah dalam bulan ini pemerintah melalui Permen yang baru menaikkan plafond kredit menjadi maksimal Rp200 juta per mitra binaan, dari yang sebelumnya maksimal Rp75 juta per mitra binaan dengan tenor maksimal 3 tahun.

Menurutnya, hingga saat ini BAV telah memiliki jaringan 27 PMVD di 26 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua sehingga memudahkan penyaluran dana kemitraan ini. Jaringan PMVD tersebut bertugas untuk  memantau dan melaporkan perkembangan penggunaan dana tersebut, untuk memastikan dana yang digulirkan ini dapat dikembalikan tepat waktu dan UKM yang mendapat pendanaan mampu mengembangkan skala usahanya.

“Pada umumnya mitra binaan yang mendapat pendanaan ini bergerak di bidang perdagangan, kerajinan tangan serta jasa,” tukasnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Pertemuan The Fed Bakal Warnai Gerak Harga Emas

EMASMURNI

Kontak Perkasa – Jakarta – Harga emas berpotensi konsolidasi pada pekan ini seiring logam mulia sebagai aset investasi aman kehilangan daya tarik. Akan tetapi, the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) yang gelar pertemuan pekan ini dapat memberikan kejutan ke harga emas.

Analis juga memperkirakan, harga emas dapat tertekan terutama usai pasar mengabaikan serangan rudal Korea Utara dan serangan teroris di London pada Jumat pekan lalu.

“Saya umumnya percaya diri pada emas, tapi saya merasa sedikit koreksi pekan ini,” ujar Jasper Lawler, Kepala Riset London Capital Group, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (18/9/2017).

Lawler menuturkan, status investasi aman untuk emas ditinggalkan sementara. Ia menilai, ketikan harga emas mencapai level US$ 1.350 itu menciptakan kegugupan. “Ada sentimen peluncuran rudal baru dari Korea Utara, namun emas tidak dapat memanfaatkannya, juga safe haven lainnya,” kata dia.

Namun, menurut Analis Capital Economics Simona Gambarini, isu geopolitik tidak akan lenyap pada pekan ini.

“Apa yang terjadi di London pada Jumat dan uji coba rudal Korea Utara menjadi risiko gepolitik yang dapat memicu harga emas jika situasi memburuk dan risiko meningkat,” ujar Gambarini.

Analis TD Securities Ryan McKay juga menilai, kalau aksi spekulasi dapat membuat harga emas lebih rendah.

sumber : http://bisnis.liputan6.com

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Saham Emiten Tambang Rontok, Ada Apa?

saham

Kontak Perkasa – Sektor saham tambang turun tajam pada perdagangan saham sesi pertama perdagangan saham, Rabu (13/9/2017).

Berdasarkan data RTI, sektor saham tambang susut 3,36 persen, dan alami penurunan terbesar. Disusul sektor saham konsuksi susut 0,55 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,36 persen.

Sementara itu, sektor saham pertanian naik 0,95 persen, dan alami penguatan terbesar. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi. IHSG susut 0,11 persen atau 4,47 poin ke level 5.867. Indeks saham LQ45 merosot 0,16 persen ke level 977,38. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Saham-saham tambang tertekan antara lain saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah 12,11 persen ke posisi Rp 10.700 per saham, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tergelincir 7,51 persen ke level Rp 1.725 per saham, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 5,95 persen ke level Rp 1.185 per saham.

Selanjutnya saham PT Timah Tbk (TINS) melemah 6,49 persen ke level Rp 865 per saham, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) turun 7,18 persen ke posisi Rp 905 per saham, kemudian saham PT Indika Energy Tbk (INDY) merosot 5,64 persen ke level Rp 1.835 per saham, saham PT Bumi Resoruces Tbk (BUMI) susut 5 persen menjadi Rp 228 per saham, saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) tergelincir 4,8 persen ke posisi Rp 474 per saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, sektor saham tambang konsolidasi usai menguat tajam. Hal itu dipengaruhi oleh harga komoditas.

“Sedangkan dari dalam negeri sepertinya pengaturan harga batu bara untuk kelistrikan sepertinya bakal jadi sentimen,” kata William saat dihubungi Liputan6.com.

William menilai, rencana pengaturan harga batu bara untuk program kelistrikan itu bagus. Akan tetapi, menurut William, investor meresponsnya ada pembatasan.

Sumber bisnis.liputan6.com

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Rela Kirim Rp75 Juta ke Saracen, Siapa Asma Dewi?

75juta

Kontak Perkasa – Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri masih mendalami seputar dugaan aliran dana sebesar Rp75 juta dari Asma Dewi, seorang ibu rumah tangga ke kelompok penyebar ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial, Saracen.

“Masih digali satu per satu. Apakah itu pemesanan (konten ujaran kebencian) akan dilihat dari fakta yang ada,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Penyidik pun masih berupaya mengungkap dugaan komunikasi maupun pertemuan antara Asma Dewi dengan kelompok Saracen. “Ditemukan adanya proposal, ada aliran dana. Lalu apakah ada percakapan, komunikasi atau pertemuan? Ini masih ditelusuri faktanya,” katanya.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim menangkap seorang ibu rumah tangga bernama Asma Dewi (52 tahun) di kediaman kakaknya di Kompleks Polri Ampera Raya, Jakarta Selatan pada Jumat (8/9). Asma ditangkap karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA melalui jejaring sosial Facebook.

Dari hasil penyelidikan, ternyata Asma Dewi pernah memberikan dana senilai Rp75 juta kepada kelompok Saracen. Kini, Asma mendekam di Rutan Polda Metro Jaya. Sementara polisi sudah mengamankan empat tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen. Empat tersangka tersebut adalah MFT, SRN, JAS dan MAH.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom. Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Kasus Bayi Debora, Saham Pemilik RS Mitra Anjlok

 

bursa

Kontakperkasa – Kasus meningalnya bayi Debora di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres ternyata mempengaruhi harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA). Pada pembukaan pasar hari ini, saham MIKA langsung berada di zona merah, turun 50 poin ke Rp2,080 per saham.

Sebelum penutupan sesi I atau pukul 11:45 waktu JATS, saham MIKA anjlok 90 poin atau 4,27 persen ke level Rp2,020 per saham. Bahkan saham MIKA sempat menyentuh level terendah di Rp1,950 per saham. Padahal saat penutupan perdagangan pekan lalu, saham MIKA masih berada di posisi Rp2,130 per saham.

Memang, saat ini perseroan tengah dirundung masalah terkait dengan kasus meninggalnya bayi Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres. Bayi yang bernama lengkap Tiara Debora yang menderita sesak napas ketika orang tuanya membawa ke RS. Sesampainya di RS Mitra Keluarga Kalideres, bayu Debora sempat mendapatkan pertolongan pertama dari dokter jaga. Setelah itu, dokter menyatakan jika bayi Debora harus masuk ke pediatric intensive care unit (PICU). Namun, orang tua bayi Debora kekurangan biaya untuk memasukan anaknya ke ruang PICU karena RS Mitra Keluarga Kalideres tidak melayani pasien BPJS.

Manajemen RS Mitra Keluarga menyatakan jika pihaknya saat itu membantu keluarga bayi Debora mencari RS yang menerima pasien BPJS. Sayangnya, kondisi bayi debora memburuk dan akhirnya menghembuskan napas terakhir ketika pihak RS dan orang tua bayi Debora sedang mencari RS yang bisa menampung pasien BPJS.

Kasus ini pun mendapat perhatian dari masyarakat. Banyak pihak kecewa dengan perlakuan RS Mitra Keluarga Kalideres yang tidak memberikan pelayanan yang maksimal tehadap pasien. Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun akan memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait meninggalnya bayi Debora. Dinkes akan meminta keterangan paramedis yang menangani Debora. Pemanggilan akan dilakukan hari ini.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas dalam keterangannya menjelaskan, berdasarkan cerita orangtua Debora yang beredar di media sosial, serta dari keterangan pers yang dikeluarkan pihak rumah sakit, Debora meninggal tanpa sempat mendapat pertolongan maksimal di rumah sakit. Wening menyayangkan respons RS Mitra Keluarga Kalideres terhadap pasien terkendala biaya seperti pasangan Rudianto dan Henny.

PT Kontakperkasa Futures