PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



Pengusaha Siap Sambut Redenominasi

kontak perkasa

Kontak perkasa – Peretail dan pedagang pasar siap melakukan penyesuaian sistem harga jika kebijakan pemerintah terkait redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya diberlakukan setelah legislator menyetujui draf undang-undang tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan peretail siap jika pemerintah memberlakukan kebijakan redenominasi mata uang tersebut. Namun, pihaknya meminta pemerintah memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dalam bentuk kampanye, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat karena karakter konsumen di Indonesia sangat sensitif dengan kebijakan pemerintah.

“Untuk memenuhi hal tersebut, kebijakan ini perlu waktu transisi di mana konsumen dan masyarakat perlu mengerti yang dilakukan adalah pemotongan angka nol dalam mata uangnya atau diatur nominalnya, bukan pengurangan nilainya,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (19/6).

Selanjutnya, Roy mengungkapkan kebijakan ini juga harus diluncurkan dan dijelaskan langsung oleh Presiden sehingga visi dan misinya jelas. Walaupun, eksekusi kebijakan mengacu pada kementerian terkait.

Dia menambahkan peretail juga memerlukan ada roadmap sistem redenominasi ini sehingga pelaku usaha bisa mempersiapkan dengan baik.

“Ada semacam guidance atau bisa dikatakan FGD atau audiensi terlebih dahulu, supaya pelaku usaha tidak salah memberlakukannya atau menjelaskannya karena yang berhubungan dengan konsumen adalah retailer,” kata Roy.

Redenominasi, katanya, masalah yang substansial karena menyangkut perdagangan dan transaksi sehingga persiapan harus matang sehingga peretail memerlukan panduan. Adapun dua hal yang menjadi perhatian peretail dari kebijakan ini yaitu persiapan dan tata kelola. “Suatu hal yang menurut pengalaman kami harus ada waktu yang cukup.”

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan pedagang pasar sebenarnya mendukung kebijakan ini. Hanya saja, dia menuturkan pemerintah perlu membuat masa transisi untuk sosialisasi kebiajakan tersebut.

“Saya pikir perlu waktu karena ini menyangkut kebiasaan bertahun-tahun,” ungkapnya. Zaman dulu kala, masyarakat bisa berhasil mengubah sistem perdagangan barter dengan mata uang, tetapi itu perlu waktu. Mansuri berharap pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan ini saat ekonomi di dalam negeri berada dalam kondisi yang stabil dan baik.

“Kalau sekarang masih ada penyesuaian tarif listrik yang membuat daya beli masyarakat menurun. Perlu dipikirkan kembali,” ujarnya. Namun, jika kebijakan ini datang dari Presiden, pelaku pasar tetap mendukung dan harus siap mengimplementasikan sistem yang baru. (sumber:bisnis.com)

Kontak perkasa

Wall Street Flat di Tengah Ketidakpastian Agenda Ekonomi Trump

wall-street-naik-tipis-didorong-saham-teknologi-fEA

PT. KONTAK PERKASA – Wall Street sedikit berubah pada akhir perdagangan kemarin waktu setempat, seiring suasana memanas politik di Amerika Serikat (AS) setelah email Donald Trump Jr memperlihatkan komunikasi dengan Rusia. Hal itu mendorong kekhawatiran investor yang menaruh harapan tentang prospek agenda ekonomi Donald Trump.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/7/2017) saham mengalami kejatuhan, ketika kabarnya pemerintahan Rusia menawarkan informasi rahasi kepada Trump tentang rivalnya yakni Hillary Clinton saat pemilihan presiden, beberapa waktu lalu. Kondisi ini memunculkan kembali kekhawatiran di kalangan investor, meski dampaknya tidak besar.

Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup naik 0,55 poin ke level 21.409,07 saat indeks S & P 500 kehilangan 1,9 poin atau setara dengan 0,08% menjadi 2.425,53. Sementara  komposit bertambah 16,91 poin atau 0,27% menuju posisi 6.193,31.

Beberapa sektor yang mencetak keuntungan di antara energi lewat peningkatan 0,5% mengikuti kenaikan harga minyak. Pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen bisa menjadi sinyal kecepatan pengetatan kebijakan moneter AS.

Selain itu investor juga memantau laporan pendapatan kuartal kedua pada akhir pekan ini dari bank-bank besar AS termasuk  JPMorganChase (JPM. N), Wells Fargo (WFC. N) dan Citigroup (C.N). “Investor duduk menunggu untuk melihat dorongan berikutnya sebelum bergerak,” ucap Kepala Strategi Pasar JonesTrading Michael O’Rourke.

Saham Snap Inc (SNAP. N) jatuh 8,9% seiring kecemasan kemampuan perusahaan media sosial itu untuk bersaing melawan saingannya Instagram. Volume perdagangan kemarin waktu setelah sekitar 5,9 miliar saham diperdagangkan bursa saham AS, atau masih di bawah rata-rata harian 6,9 miliar dalam 20 sesi menurut data Thomson Reuters.

 

Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews

Sektor Finansial dan Sumber Daya Positif, Indeks Stoxx Ditutup Menguat

Sektor Finansial dan Sumber Daya Positif, Indeks Stoxx Ditutup Menguat

Kontak perkasa – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin, (10/7/2017), didorong oleh sektor finansial dan sumber daya dasar.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,38% atau 1,46 poin ke level 381,64 setelah bergerak pada kisaran 380,63 – 382,21.

Seperti dikutip Reuters, kenaikan kuat saham perbankan yang dipimpin oleh Bank of Ireland mendorong indeks Stoxx, sementara saham sumber daya dasar berbalik menguat menyusul naiknya harga logam.

Indeks Dolar AS Bertahan Hijau Pascarilis Laporan Tenaga Kerja AS | PT Kontak Perkasa Futures

Indeks Dolar AS Bertahan Hijau Pascarilis Laporan Tenaga Kerja AS

Kontak perkasa – Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpantau tetap solid pada perdagangan siang ini, Senin (10/7/2017), menyusul laporan pertambahan pekerjaan di AS yang mengisyaratkan bahwa The Fed akan bertahan dengan rencana pengetatan kebijakan sepanjang sisa tahun ini.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,01% atau 0,009 poin ke 96,017 pada pukul 12.11 WIB.

Wall Street Turun Tajam Terimbas Data Ketenagakerjaan

saham-apple-angkat-tinggi-wall-street-saat-nasdaq-cetak-rekor-lwp

KONTAK PERKASA FUTURES – Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat ditutup turun tajam setelah data mengecewakan pasar tenaga kerja. Ditambah kemungkinan hawkish Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) saat ketegangan di semenanjung korea memberikan tekanan tambahan.

Laporan kerja ADP nasional menunjukkan pekerjaan pada bulan Juni bertambah 158.000 atau di bawah perkiraan sebelumnya sebesar  185.000. Selain itu data pengangguran terus mendaki ke level 248.000 pada minggu ketiga.

Sementara data pasar tenaga kerja masih menunjukkan pengetatan, laporan payrolls nonfarm laporan bulanan diperkirakan membaik, yang meliputi pekerjaan publik dan sektor swasta. Hasil pertemuan The Fed di bulan Juni masih membagi outlook inflasi yang mungkin mempengaruhi kecepatan peningkatan suku bunga.

Ketegangan Geopolitik juga dipertimbangkan bakal menjadi sentimen, ketika Presiden AS Donald Trump bersumpah akan menghadapi Korea Utara setelah belum lama ini melakukan uji coba rudal balistik. AS juga mendesak negara-negara lain untuk melawan Pyongyang serta menekankan akan ada konsekuensi bagi program senjata.

Tercatat Dow Jones Industrial Average jatuh 158,13 poin atau setara dengan 0,74% ke level 21.320,04 dan S & P 500 kehilangan 22,79 poin atau 0,94% menjadi 2.409,75. Sedangkan komposit Nasdaq jatuh mencapai sebesar 61,39 poin atau 1% ke posisi 6.089,46.

Penurunan tersebut ditandai persentase terbesar kejatuhan S & P 500 sejak 17 Mei. Beberapa saham yang menyusut di antaranya Tesla (TSLA. O) yang turun 5,56% setelah produsen mobil mewah itu tidak mendapatkan nilai terbaik terkait keselamatan oleh Institut Asuransi keselamatan jalan Raya.

General Electric (GE. N) kehilangan 3,80% untuk jadi yang terburuk di Dow setelah Komisi Eropa menuduh perusahaan memberikan informasi menyesatkan selama kesepakatan merger. Sekitar 6,66 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat, atau masih di bawah jika dibandingkan dengan rata-rata harian 7,18 miliar dalam 20 sesi.

 

Simak juga : KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : ekbis.sindonews