PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



IHSG Berpotensi Naik, Awasi Saham Pilihan Jelang Akhir Pekan

IHSG Berpotensi Naik, Awasi Saham Pilihan Jelang Akhir PekanKontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat menjelang akhir pekan ini. Rilis data suku bungan acuan tetap 4,25 persen akan mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, kondisi pergerakan IHSG sedang menanti momentum untuk melanjutkan kenaikan IHSG. William mengatakan, level support IHSG terlihat kuat terjaga sehingga dapat menjadi penopang dari pola pergerakan IHSG.

“IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.972-6.123,” ujar William dalam ulasannya, Jumat (17/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan bergerak variasi dengan potensi penguatan terbatas. IHSG bergerak di kisaran 6.008-6.055 pada Jumat pekan ini.

“IHSG bergerak menguat usai mematahkan moving average 20 harian dan lima harian sebagai resistance terdekat. Namun momentum pergerakan terlihat terbatas oleh indikator yang bergerak mendekati level jenuh beli,” kata Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG naik 65,59 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.037,91. Produsen rokok kembali menjadi pendorong penguatan IHSG dengan saham PT Bentoel Investama Tbk, PT HM Sampoerna Tbk dan PT Gudang Garam Tbk menguat signifikan hingga akhir sesi perdagangan saham.

Lanjar menuturkan,data tingkat pertumbuhan pinjaman dalam negeri tumbuh melambat di bawah delapan persen memberikan spekulasi penurunan kembali tingkat suku bunga hinga empat persen oleh investor juga menjadi katalis positif. Meski pun pada akhirnya Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga pada level 4,25 persen.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT AKR Corpindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sedangkan William memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

IHSG Menguat pada Perdagangan Saham Kemarin

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada penutupan perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 16 November 2017, IHSG menguat 65,59 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.037,90. Indeks saham LQ45 juga naik 1,6 persen ke posisi 991,40. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 191 saham menguat sehingga mendorong IHSG. Sedangkan 147 saham melemah dan 104 saham diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.054,24 dan terendah 5.984,70. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 338.364 kali dengan volume perdagangan 7,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,7 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 644,84 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.527. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali industri dasar yang melemah 0,06 persen.

Adapun sektor saham yang menghijau yakni consumer goods yang menguat 2,59 persen, dan mencatat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur naik 1,22 persen dan sektor saham keuangan menguat 1,02 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham HOME naik 14,14 persen ke posisi Rp 113 per saham, saham RIMO menguat 11,76 persen ke posisi Rp 950 per saham, dan saham BBLD melonjak 10,19 persen ke posisi Rp 595 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham CANI turun 11,95 persen ke posisi Rp 280 per saham, saham BTEK tergelincir 11,41 persen ke posisi Rp 132 per saham, dan saham KONI merosot 11,18 persen ke posisi RP 302 per saham.

4 Bisnis yang Akan Lipatgandakan Income Anda

4 Bisnis yang Akan Lipatgandakan Income Anda

Kontak Perkasa – Jakarta, Pada artikel kali ini kita akan coba membahas mengenai multiple streams of income. Definisinya simpel saja, yaitu pendapatan dari berbagai sumber. Jadi, misalnya kita adalah seorang karyawan dengan pendapatan hanya berasal dari gaji maka apabila ingin memiliki pendapatan selain dari tempat bekerja maka bisa mencoba menjadi seorang pebisnis franchise. Atau di sela-sela waktu kerja kita menyempatkan mengurus toko online.

Apa sih pentingnya bagi kita untuk memiliki beberapa sumber pendapatan? Bukannya dengan satu pendapatan saja sudah cukup?

Betul, apabila kita dapat mengelola keuangan kita sehingga dengan baik sehingga dengan satu sumber pendapatan pun kita sudah mampu mencukupi kebutuhan keluarga kita maka kita memang tidak perlu lagi menambah sumber pendapatan.

Namun harus dilihat lagi jenis pendapatan tersebut, apakah pendapatannya bersifat tetap seperti gaji, ataukah sifatnya tidak tetap, tergantung dari kinerja kita? Misalnya gaji tetap kita kecil, namun yang besar adalah komisi penjualan? Bayangkan apabila pada suatu saat kita tidak dapat bekerja karena sakit selama sebulan sehingga yang diterima hanyalah gaji tanpa komisi penjualan maka pendapatan kita akan berkurang.

Dengan memiliki multiple streams of income kita akan memiliki back up pendapatan jika sumber pendapatan utama berhenti atau tidak dapat memberikan menghasilkan. Apakah setiap orang wajib memiliki beberapa sumber pendapatan?

Tentunya tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk memiliki beberapa sumber pendapatan. Semuanya akan bergantung pada preferensi kita atas risiko hidup, gaya hidup keseharian kita, serta cara kita mengelola keuangan.

Di zaman sekarang ini lazim kita lihat keluarga dengan double gardan, di mana suami dan istri bekerja. Sehingga satu keluarga memiliki dua sumber pendapatan. Bagaimana dengan hanya satu pencari nafkah utama? Apakah berisiko jika dalam keluarga hanya ada satu pencari nafkah? Risiko tentu pasti ada, tinggal bagaimana kita mengelola risiko tersebut.

Ini empat contoh sumber pendapatan tambahan yang mungkin bisa menginspirasi Anda, yakni

1. Bisnis Kontrakan atau Kamar Kost

Bisnis ini terbilang cukup mudah untuk dilakukan sembari Anda melakukan pekerjaan utama, namun modal awalnya memang cukup besar untuk membangun rumah kontrakan atau rumah kost dengan beberapa pintu. Anda juga perlu mempekerjakan seorang penjaga rumah kost yang dapat dipercaya. Kontrol dapat dilakukan paling tidak sebulan sekali untuk memonitor kondisi rumah kontrakan atau sekaligus menagih uang sewa kamar kost.

2. Menjadi Penulis

Menjadi penulis buku atau lagu akan memberikan Anda pendapatan tambahan dari royalti atas penjualan buku dan lagu Anda. Luar biasanya adalah pendapatan ini akan mengalir seumur hidup selama ada orang yang membeli buku atau mengunduh lagu Anda.

3. Bisnis Online

Di zaman sekarang yang serba online maka tidak ada salahnya Anda ikut ambil bagian. Membuka toko online di marketplace saat ini sangat mudah. Bahkan, dapat Anda lakukan menggunakan gadget yang ada di tangan Anda. Anda bisa menjadi dropship seller ataupun menjual produk sendiri dengan mudah.

4. Menjadi Pengajar atau Konsultan

Dengan pengalaman kerja yang dimiliki, Anda bisa menjadi konsultan profesional bagi perusahaan lain. Atau jika Anda memiliki pendidikan hingga jenjang S2 maka sudah bisa mengajar di jenjang S1.

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

Kontak Perkasa – New York – Harga emas naik terimbas melemahnya dolar. Sementara harga paladium turun meski tetap mendekati posisi puncak dalam 16 tahun.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/11/2017), harga emas di pasar spot emas naik 0,4 persen menjadi US$ 1.286,27 per ounce, usai menyentuh posisi tertingginya di US$ 1.288.13, sejak 20 Oktober.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 3,80 atau 0,3 persen ke posisi US$ 1.287,50 per ounce.

Dolar jatuh ke level terendah enam hari terhadap mata uang lainnya, karena investor menolak keras munculnya rincian rencana pemotongan pajak versi Partai Republik.

“Meskipun penurunan dolar membuat pedagang emas tersenyum usai lama menderita, penting untuk dicatat. Sepertinya ada tidak adanya risk aversion premium pada harga emas, membuat nasib logam mulia ini akan dipengaruhi dolar saja,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA.

Senat Republik dalam usulannya, menunda pemotongan pajak selama satu tahun, menurut Anggota Komite Keuangan Bill Cassidy.

Emas masih menarik dukungan jangka pendek dari ketidakpastian kebijakan pajak AS.

“Tren keseluruhan telah bergeser menjadi anetral ke tren negatif, meski sudah cukup solid. Permintaan keluar dari spekulan,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior  U.S. Bank Wealth Management.

Data World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas meluncur pada kuartal terakhir ke level terendah dalam delapan tahun.

Sementara harga logam lainnya, paladium turun 0,2 persen menjadi US$ 1,011 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 2001 di US$ 1,026.10. Pada bulan September, paladium menjadi lebih berharga dari pada platinum untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

“Ada kegelisahan di sekitar pasar platina, dampak  melemahnya permintaan di sektor tersebut akibat paladium,” kata analis ANZ Daniel Hynes.

Sementara itu, harga perak turun 0,2 persen menjadi US$ 16,98 per ounce. Adapun harga platinum naik 0,8 persen ke posis US$ 938,30 per ounce.

IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati 4 Saham Pilihan

IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati 4 Saham PilihanKontak Perkasa – Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rilis data ekonomi menjadi sentimen yang pengaruhi IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG terlihat masih akan melaju zona positif. Hal ini ditunjang oleh sisi fundamental ekonomi yang terlihat masih cukup bagus. Ini dilihat dari data ritel penjualan yang menurut William menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih terus bertumbuh dengan baik di sektor riil.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.969-6.098,” ujar William dalam ulasannya, Kamis (9/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis pekan ini. Aksi jual investor masih bayangi gerak IHSG. Lanjar memprediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.020-6.070.

“Pergerakan IHSG sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi berbalik arah usai memasuki area jenuh beli,” kata Lanjar.

Pada perdagangan saham Rabu kemarin, IHSG melemah 11,07 poin ke level 6.049,38. Pelemahan IHSG tersebut mengikuti gerak indeks saham di Asia usai bergerak terus optimistis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.

Saham-saham sektor infrastruktur dan pertambangan alami aksi ambil untung antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Investor asing melakukan aksi jual Rp 818,72 miliar dengan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT United Tractors Tbk dan PT Adaro Energy Tbk yang banyak dijual investor asing.

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

IHSG Melemah 11 Poin pada Perdagangan Rabu

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. IHSG melemah lantaran aksi ambil untung usai mencatat rekor baru pada perdagangan saham kemarin.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 8 November 2017, IHSG turun 11,06 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.049,38. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,17 persen ke posisi 1.008,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham infrastruktur turun 1,71 persen, dan mencatat penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang susut 1,3 persen. Sementara itu, sektor saham aneka industri naik 0,97 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,54 persen.

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain saham MTWI naik 10,14 persen ke posisi Rp 326 per saham, saham ELSA menanjak 8,82 persen ke posisi Rp 370 per saham, dan saham PNBN melonjak 7,76 persen ke posisi Rp 1.250 per saham.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO susut 24,41 persen ke posisi Rp 192 per saham, saham SIMA merosot 16,16 persen ke posisi Rp 384 per saham, dan saham TRAM turun 8,59 persen ke posisi Rp 149 per saham.

Saham-saham yang diincar investor asing antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, saham PT Astra International Tbk, dan saham PT Gudang Garam Tbk.

Di bursa Asia, indeks saham cenderung tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,30 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,10 persen, dan indeks saham Taiwan susut 0,20 persen. Adapun indeks saham Shanghai naik 0,06 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,24 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung konsolidasi usai mencatat rekor. Pelaku pasar pun merealisasikan keuntungan. Apalagi ada rilis data kepercayaan konsumen yang menurun.

“IHSG lebih ke arah konsolidasi. Investor ambil kesempatan untuk merealisasikan keuntungan. Selain itu, ada rilis data kepercayaan konsumen turun,” kata William saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah juga pengaruhi pasar. Selain itu, pergerakan harga minyak juga bayangi pasar.

Ada 204 saham melemah sehingga menekan IHSG, sedangkan 137 saham menguat dan 117 saham lainnya diam di tempat. Pada perdagangan Rabu, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.069,76 dan terendah 6.033,55. Transaksi perdagangan saham cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham 323.405 kali dengan volume perdagangan 10,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 852 miliar di semua pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.511.

Saham Pilihan Saat Momen Pilkada pada 2018

Saham Pilihan Saat Momen Pilkada pada 2018Kontak Perkasa – Jakarta – Indonesia akan memasuki tahun politik yang pastinya akan berdampak terhadap roda perekonomian dalam dua tahun ke depan. Tahun depan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak akan digelar, masih pada tahun yang sama Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah atas perhelatan Asian Games, sebelum memasuki pemilihan presiden pada 2019.

Ketiga agenda besar ini bakal memberi banyak dampak positif terhadap perekonomian karena sudah menjadi kebiasaan di tanah air setiap pemilihan terjadi baik untuk kepala daerah maupun presiden, akan banyak dana tunai yang beredar di masyarakat, artinya tingkat konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah akan terdongkrak, setelah pada tahun ini agak lesu karena pemerintah mengurangi subsidi energi.

Sedangkan dalam rangka menyambut Asian Games yang akan kembali dilakukan di Indonesia mulai 18 Agustus 2018, setelah terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah pada 1962, akan menguntungkan industri televisi karena akan banyak iklan-iklan olah raga yang berseliweran, juga menyambut perhelatan akbar tersebut, sejumlah proyek infrastruktur pendukung akan terus berjalan.

Menurut PT Bahana Sekuritas sentimen positif akan membayangi perekonomian dan pasar saham Indonesia pada 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melaju ke level 7.000 dari perkiraan indeks tahun ini 6.300.

Sedangkan laba per lembar saham atau yang lebih dikenal dengan earning per share (EPS) diperkirakan tumbuh sekitar 12 persen, dari perkiraan tahun ini sebesar 17 persen.

“Tahun depan akan menjadi tahun baik bagi sektor yang terkait dengan masyarakat menengah ke bawah karena saat Pilkada biasanya ada banyak duit ekstra yang beredar di masyarakat bawah, juga pemerintah cenderung tidak akan menaikan tarif listrik dan BBM subsidi sehingga daya beli masyarakat akan terdongkrak,” ujar Plt Kepala Riset dan Strategis Bahana Henry Wibowo, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/11/2017).

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 telah disepakati total belanja subsidi energi meningkat menjadi Rp 103,4 triliun, untuk subsidi BBM dan LPG 3kg sebesar Rp 51,1 triliun, dan subsidi listri disepakati sebesar Rp 52,2 triliun. Naik dibandingkan alokasi belanja subsidi energi tahun ini sebesar Rp 89,7 triliun, yakin untuk subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 44,48 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 45,37 triliun.

Masih dalam RAPBN 2018, pemerintah berencana membangun jalan baru sepanjang 856 km, jalan tol sepanjang 25 km, pembangunan jembatan sepanjang 8.761km, pembangunan 7.062 unit perumahan, pembangunan irigasi sepanjang 781 km, pembangunan bandara baru di 15 lokasi. Pembangunan ini akan terjadi di seluruh Indonesia.

Selanjutnya

Dengan melihat alokasi anggaran tersebut, perusahaan sekuritas milik negara ini merekomendasikan beli untuk saham perbankan seperti PT Bank Mandiri dengan kode saham BMRI dan PT Bank Negara Indonesia dengan kode saham BBNI. Kedua bank milik negara ini cukup aktif membiayai pembangunan berbagai proyek infrastruktur.

“Dengan daya beli yang semakin kuat, permintaan kredit pada tahun depan diperkirakan akan tumbuh double digit, juga kualitas kredit akan membaik, sehingga biaya provisi bank akan turun, hal ini akan berdampak pada tingkat profitablitas perbankan yang lebih baik pada 2018,” terang Henry.

Anak usaha Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memberi target harga Rp 8.500 per lembar untuk saham BMRI dan Rp 10.000/lembar untuk saham BBNI.

Untuk saham terkait infrastruktur, Bahana memberi rekomendasi beli untuk saham PT Jasa Marga (JSMR) dengan target harga Rp 6.600 per lembar dan saham PT Semen Indonesia (SMGR) dengan target harga Rp 11.600 per lembar saham.

Sedangkan terkait dengan sektor konsumsi, Bahana memberi rekomendasi beli untuk saham PT Matahari Department Store yang berkode saham LPPF dengan target harga Rp 14.500 per lembar saham, saham PT Ramayana Lestari Sentosa yang berkode saham RALS dengan target harga Rp 1.430 per lembar saham. Saham PT Gudang Garam yang berkode saham GGRM dengan target harga Rp 83.000 per lembar saham dan saham PT Indofood CBP yang berkode saham ICBP dengan target harga Rp10.600 per lembar.