PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Bentrok Polisi vs Satpol PP di Makassar, 1 Tewas dan 18 Luka

501470568408KONTAK PERKASA FUTURES – Sebanyak 18 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar mengalami luka-luka serta satu anggota Sabhara Polda Sulsel Bripda Michael Abraham tewas akibat bentrok pada Minggu (7/8), sekitar pukul 00.03 Wita.

“Semua anggota yang luka-luka itu sebanyak 18 orang, di antaranya seorang kritis dan masih dirawat di Rumah Sakit Stella Maris,” ujar Kepala Satpol PP Makassar Iman Hud di Makassar, Minggu (7/8).

Ia mengatakan 18 anggota Satpol Makassar mengalami luka-luka itu setelah beberapa polisi menyerang ke kantor Balaikota Makassar.

Dari jumlah itu, satu orang anggota Satpol PP Makassar, Hamzah (34) mengalami luka kritis karena mendapat penganiayaan dan tusukan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Satu orang anggota yang mengalami luka kritis itu sudah menjalani operasi dan laporan terakhir sekarang sudah mulai stabil kondisinya. Kita berharap semuanya selesai dan berjalan lancar,” katanya.

Bentrokan yang terjadi pada dini hari ini merupakan imbas dari insiden di anjungan Pantai Losari Makassar pada pukul Sabtu (6/8) pukul 19.40 Wita. Saat itu terjadi cekcok dan kemudian berakhir pada pelaporan penganiayaan oleh Satpol.

Sementara itu, Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait menyebutkan bahwa insiden pertama itu sudah selesai dan berakhir pada pelaporan oleh anggota ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polrestabes Makassar.

“Menurut saya, kedua anggota yang mendapatkan tindakan tidak menyenangkan itu sudah memberikan contoh karena langsung menuju SPKT melapor dengan disertai bukti visum dari rumah sakit,” katanya.

Ia mengaku bahwa langkah hukum sudah diambil oleh korban dalam hal ini Bripda Hendrik dan Bripda Asmat dengan melaporkan Handryanto, anggota Satpol PP yang melakukan penganiayaan.

Pelaporan dilakukan sekitar pukul 20.10 Wita dan dianggap permasalahan selesai hingga akhirnya kedua pihak mengambil langkah agar tidak terjadi gerakan yang dapat merusak kondisi keamanan kota.

“Setelah kejadian itu, saya berkoordinasi dengan Kasat Sabhara untuk memerintahkan anggota agar tidak ada yang melakukan tindakan-tindakan di luar jalur hukum. Tidak ada perintah untuk melakukan penyerangan, yang melakukan itu atas nama orang per orang, bukan institusional,” jelasnya.

Sumber: http://www.beritasatu.com/

KONTAK PERKASA FUTURES