PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Category Archives: Bisnis

IHSG Berpotensi Naik, Awasi Saham Pilihan Jelang Akhir Pekan

IHSG Berpotensi Naik, Awasi Saham Pilihan Jelang Akhir PekanKontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat menjelang akhir pekan ini. Rilis data suku bungan acuan tetap 4,25 persen akan mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, kondisi pergerakan IHSG sedang menanti momentum untuk melanjutkan kenaikan IHSG. William mengatakan, level support IHSG terlihat kuat terjaga sehingga dapat menjadi penopang dari pola pergerakan IHSG.

“IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.972-6.123,” ujar William dalam ulasannya, Jumat (17/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan bergerak variasi dengan potensi penguatan terbatas. IHSG bergerak di kisaran 6.008-6.055 pada Jumat pekan ini.

“IHSG bergerak menguat usai mematahkan moving average 20 harian dan lima harian sebagai resistance terdekat. Namun momentum pergerakan terlihat terbatas oleh indikator yang bergerak mendekati level jenuh beli,” kata Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG naik 65,59 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.037,91. Produsen rokok kembali menjadi pendorong penguatan IHSG dengan saham PT Bentoel Investama Tbk, PT HM Sampoerna Tbk dan PT Gudang Garam Tbk menguat signifikan hingga akhir sesi perdagangan saham.

Lanjar menuturkan,data tingkat pertumbuhan pinjaman dalam negeri tumbuh melambat di bawah delapan persen memberikan spekulasi penurunan kembali tingkat suku bunga hinga empat persen oleh investor juga menjadi katalis positif. Meski pun pada akhirnya Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga pada level 4,25 persen.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT AKR Corpindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sedangkan William memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

IHSG Menguat pada Perdagangan Saham Kemarin

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada penutupan perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 16 November 2017, IHSG menguat 65,59 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.037,90. Indeks saham LQ45 juga naik 1,6 persen ke posisi 991,40. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 191 saham menguat sehingga mendorong IHSG. Sedangkan 147 saham melemah dan 104 saham diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.054,24 dan terendah 5.984,70. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 338.364 kali dengan volume perdagangan 7,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,7 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 644,84 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.527. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali industri dasar yang melemah 0,06 persen.

Adapun sektor saham yang menghijau yakni consumer goods yang menguat 2,59 persen, dan mencatat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur naik 1,22 persen dan sektor saham keuangan menguat 1,02 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham HOME naik 14,14 persen ke posisi Rp 113 per saham, saham RIMO menguat 11,76 persen ke posisi Rp 950 per saham, dan saham BBLD melonjak 10,19 persen ke posisi Rp 595 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham CANI turun 11,95 persen ke posisi Rp 280 per saham, saham BTEK tergelincir 11,41 persen ke posisi Rp 132 per saham, dan saham KONI merosot 11,18 persen ke posisi RP 302 per saham.

4 Bisnis yang Akan Lipatgandakan Income Anda

4 Bisnis yang Akan Lipatgandakan Income Anda

Kontak Perkasa – Jakarta, Pada artikel kali ini kita akan coba membahas mengenai multiple streams of income. Definisinya simpel saja, yaitu pendapatan dari berbagai sumber. Jadi, misalnya kita adalah seorang karyawan dengan pendapatan hanya berasal dari gaji maka apabila ingin memiliki pendapatan selain dari tempat bekerja maka bisa mencoba menjadi seorang pebisnis franchise. Atau di sela-sela waktu kerja kita menyempatkan mengurus toko online.

Apa sih pentingnya bagi kita untuk memiliki beberapa sumber pendapatan? Bukannya dengan satu pendapatan saja sudah cukup?

Betul, apabila kita dapat mengelola keuangan kita sehingga dengan baik sehingga dengan satu sumber pendapatan pun kita sudah mampu mencukupi kebutuhan keluarga kita maka kita memang tidak perlu lagi menambah sumber pendapatan.

Namun harus dilihat lagi jenis pendapatan tersebut, apakah pendapatannya bersifat tetap seperti gaji, ataukah sifatnya tidak tetap, tergantung dari kinerja kita? Misalnya gaji tetap kita kecil, namun yang besar adalah komisi penjualan? Bayangkan apabila pada suatu saat kita tidak dapat bekerja karena sakit selama sebulan sehingga yang diterima hanyalah gaji tanpa komisi penjualan maka pendapatan kita akan berkurang.

Dengan memiliki multiple streams of income kita akan memiliki back up pendapatan jika sumber pendapatan utama berhenti atau tidak dapat memberikan menghasilkan. Apakah setiap orang wajib memiliki beberapa sumber pendapatan?

Tentunya tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk memiliki beberapa sumber pendapatan. Semuanya akan bergantung pada preferensi kita atas risiko hidup, gaya hidup keseharian kita, serta cara kita mengelola keuangan.

Di zaman sekarang ini lazim kita lihat keluarga dengan double gardan, di mana suami dan istri bekerja. Sehingga satu keluarga memiliki dua sumber pendapatan. Bagaimana dengan hanya satu pencari nafkah utama? Apakah berisiko jika dalam keluarga hanya ada satu pencari nafkah? Risiko tentu pasti ada, tinggal bagaimana kita mengelola risiko tersebut.

Ini empat contoh sumber pendapatan tambahan yang mungkin bisa menginspirasi Anda, yakni

1. Bisnis Kontrakan atau Kamar Kost

Bisnis ini terbilang cukup mudah untuk dilakukan sembari Anda melakukan pekerjaan utama, namun modal awalnya memang cukup besar untuk membangun rumah kontrakan atau rumah kost dengan beberapa pintu. Anda juga perlu mempekerjakan seorang penjaga rumah kost yang dapat dipercaya. Kontrol dapat dilakukan paling tidak sebulan sekali untuk memonitor kondisi rumah kontrakan atau sekaligus menagih uang sewa kamar kost.

2. Menjadi Penulis

Menjadi penulis buku atau lagu akan memberikan Anda pendapatan tambahan dari royalti atas penjualan buku dan lagu Anda. Luar biasanya adalah pendapatan ini akan mengalir seumur hidup selama ada orang yang membeli buku atau mengunduh lagu Anda.

3. Bisnis Online

Di zaman sekarang yang serba online maka tidak ada salahnya Anda ikut ambil bagian. Membuka toko online di marketplace saat ini sangat mudah. Bahkan, dapat Anda lakukan menggunakan gadget yang ada di tangan Anda. Anda bisa menjadi dropship seller ataupun menjual produk sendiri dengan mudah.

4. Menjadi Pengajar atau Konsultan

Dengan pengalaman kerja yang dimiliki, Anda bisa menjadi konsultan profesional bagi perusahaan lain. Atau jika Anda memiliki pendidikan hingga jenjang S2 maka sudah bisa mengajar di jenjang S1.

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

Kontak Perkasa – New York – Harga emas naik terimbas melemahnya dolar. Sementara harga paladium turun meski tetap mendekati posisi puncak dalam 16 tahun.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/11/2017), harga emas di pasar spot emas naik 0,4 persen menjadi US$ 1.286,27 per ounce, usai menyentuh posisi tertingginya di US$ 1.288.13, sejak 20 Oktober.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 3,80 atau 0,3 persen ke posisi US$ 1.287,50 per ounce.

Dolar jatuh ke level terendah enam hari terhadap mata uang lainnya, karena investor menolak keras munculnya rincian rencana pemotongan pajak versi Partai Republik.

“Meskipun penurunan dolar membuat pedagang emas tersenyum usai lama menderita, penting untuk dicatat. Sepertinya ada tidak adanya risk aversion premium pada harga emas, membuat nasib logam mulia ini akan dipengaruhi dolar saja,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA.

Senat Republik dalam usulannya, menunda pemotongan pajak selama satu tahun, menurut Anggota Komite Keuangan Bill Cassidy.

Emas masih menarik dukungan jangka pendek dari ketidakpastian kebijakan pajak AS.

“Tren keseluruhan telah bergeser menjadi anetral ke tren negatif, meski sudah cukup solid. Permintaan keluar dari spekulan,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior  U.S. Bank Wealth Management.

Data World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas meluncur pada kuartal terakhir ke level terendah dalam delapan tahun.

Sementara harga logam lainnya, paladium turun 0,2 persen menjadi US$ 1,011 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 2001 di US$ 1,026.10. Pada bulan September, paladium menjadi lebih berharga dari pada platinum untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

“Ada kegelisahan di sekitar pasar platina, dampak  melemahnya permintaan di sektor tersebut akibat paladium,” kata analis ANZ Daniel Hynes.

Sementara itu, harga perak turun 0,2 persen menjadi US$ 16,98 per ounce. Adapun harga platinum naik 0,8 persen ke posis US$ 938,30 per ounce.

IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati 4 Saham Pilihan

IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati 4 Saham PilihanKontak Perkasa – Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rilis data ekonomi menjadi sentimen yang pengaruhi IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG terlihat masih akan melaju zona positif. Hal ini ditunjang oleh sisi fundamental ekonomi yang terlihat masih cukup bagus. Ini dilihat dari data ritel penjualan yang menurut William menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih terus bertumbuh dengan baik di sektor riil.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.969-6.098,” ujar William dalam ulasannya, Kamis (9/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis pekan ini. Aksi jual investor masih bayangi gerak IHSG. Lanjar memprediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.020-6.070.

“Pergerakan IHSG sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi berbalik arah usai memasuki area jenuh beli,” kata Lanjar.

Pada perdagangan saham Rabu kemarin, IHSG melemah 11,07 poin ke level 6.049,38. Pelemahan IHSG tersebut mengikuti gerak indeks saham di Asia usai bergerak terus optimistis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.

Saham-saham sektor infrastruktur dan pertambangan alami aksi ambil untung antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Investor asing melakukan aksi jual Rp 818,72 miliar dengan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT United Tractors Tbk dan PT Adaro Energy Tbk yang banyak dijual investor asing.

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

IHSG Melemah 11 Poin pada Perdagangan Rabu

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. IHSG melemah lantaran aksi ambil untung usai mencatat rekor baru pada perdagangan saham kemarin.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 8 November 2017, IHSG turun 11,06 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.049,38. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,17 persen ke posisi 1.008,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham infrastruktur turun 1,71 persen, dan mencatat penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang susut 1,3 persen. Sementara itu, sektor saham aneka industri naik 0,97 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,54 persen.

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain saham MTWI naik 10,14 persen ke posisi Rp 326 per saham, saham ELSA menanjak 8,82 persen ke posisi Rp 370 per saham, dan saham PNBN melonjak 7,76 persen ke posisi Rp 1.250 per saham.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO susut 24,41 persen ke posisi Rp 192 per saham, saham SIMA merosot 16,16 persen ke posisi Rp 384 per saham, dan saham TRAM turun 8,59 persen ke posisi Rp 149 per saham.

Saham-saham yang diincar investor asing antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, saham PT Astra International Tbk, dan saham PT Gudang Garam Tbk.

Di bursa Asia, indeks saham cenderung tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,30 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,10 persen, dan indeks saham Taiwan susut 0,20 persen. Adapun indeks saham Shanghai naik 0,06 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,24 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung konsolidasi usai mencatat rekor. Pelaku pasar pun merealisasikan keuntungan. Apalagi ada rilis data kepercayaan konsumen yang menurun.

“IHSG lebih ke arah konsolidasi. Investor ambil kesempatan untuk merealisasikan keuntungan. Selain itu, ada rilis data kepercayaan konsumen turun,” kata William saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah juga pengaruhi pasar. Selain itu, pergerakan harga minyak juga bayangi pasar.

Ada 204 saham melemah sehingga menekan IHSG, sedangkan 137 saham menguat dan 117 saham lainnya diam di tempat. Pada perdagangan Rabu, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.069,76 dan terendah 6.033,55. Transaksi perdagangan saham cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham 323.405 kali dengan volume perdagangan 10,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 852 miliar di semua pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.511.

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih terlihat kuat untuk kembali menguat. Apalagi level support IHSG dapat terjaga cukup kuat. William menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia juga akan menjadi sentimen pergerakan IHSG di awal pekan ini.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.939-6.088 pada Senin pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Senin (6/11/2017).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menjadi perhatian pelaku pasar. Diperkirakan, produk domestik bruto (PDB) cukup optimistis bakal naik menjadi 5,1 persen pada kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya 5,01 persen.

Selain itu, data penjualan ritel diperkirakan naik sehingga mendorong indeks keyakinan konsumen menjadi 2,5 persen. Lanjar menuturkan, IHSG akan kembali mencoba mencetak rekor tertingginya didorong optimismenya perkiraan pertumbuhan ekonomi. Namun secara teknikal ada potensi tekanan dari aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Dari eksternal, menurut Lanjar, investor Asia juga akan terfokus pada data komposisi ekspor impor dan neraca perdagangan di China. Di Eropa akan terfokus pada kinerja sektor jasa dan penjualan ritel.

“IHSG secara teknikal memberi indikasi aksi ambil untung jangka pendek dengan pergerakan 6.017-6.060,” kata Lanjar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sektor Saham Topang Penguatan IHSG pada Pekan Lalu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali catatkan penguatan selama sepekan. Saham bank dan industri dasar menopang penguatan IHSG.

Mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, Sabtu 4 November 2017, IHSG naik 1,07 persen dari 5.975 pada 27 Oktober 2017 menjadi 6.039 pada 3 November 2017. Penguatan IHSG didorong saham-saham masuk LQ45 naik 2,07 persen.

“Sektor saham bank dan industri dasar mendorong saham-saham indeks LQ45,” tulis Ashmore.

Akan tetapi, investor asing masih catatkan aksi jual senilai US$ 320 juta. Di pasar obligasi atau surat utang ikuti penguatan IHSG. Obligasi naik 0,91 persen usai terjadi aksi jual dalam lima pekan. Surat utang pemerintah bertenor 10 tahun turun 20 basis poin menjadi 6,6 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi 13.498. Investor asing masih melakukan aksi jual US$ 690 juta di pasar obligasi.