PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Category Archives: Bisnis

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

Dolar Melemah Dorong Harga Emas Naik

Kontak Perkasa – New York – Harga emas naik terimbas melemahnya dolar. Sementara harga paladium turun meski tetap mendekati posisi puncak dalam 16 tahun.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/11/2017), harga emas di pasar spot emas naik 0,4 persen menjadi US$ 1.286,27 per ounce, usai menyentuh posisi tertingginya di US$ 1.288.13, sejak 20 Oktober.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 3,80 atau 0,3 persen ke posisi US$ 1.287,50 per ounce.

Dolar jatuh ke level terendah enam hari terhadap mata uang lainnya, karena investor menolak keras munculnya rincian rencana pemotongan pajak versi Partai Republik.

“Meskipun penurunan dolar membuat pedagang emas tersenyum usai lama menderita, penting untuk dicatat. Sepertinya ada tidak adanya risk aversion premium pada harga emas, membuat nasib logam mulia ini akan dipengaruhi dolar saja,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA.

Senat Republik dalam usulannya, menunda pemotongan pajak selama satu tahun, menurut Anggota Komite Keuangan Bill Cassidy.

Emas masih menarik dukungan jangka pendek dari ketidakpastian kebijakan pajak AS.

“Tren keseluruhan telah bergeser menjadi anetral ke tren negatif, meski sudah cukup solid. Permintaan keluar dari spekulan,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior  U.S. Bank Wealth Management.

Data World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas meluncur pada kuartal terakhir ke level terendah dalam delapan tahun.

Sementara harga logam lainnya, paladium turun 0,2 persen menjadi US$ 1,011 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 2001 di US$ 1,026.10. Pada bulan September, paladium menjadi lebih berharga dari pada platinum untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

“Ada kegelisahan di sekitar pasar platina, dampak  melemahnya permintaan di sektor tersebut akibat paladium,” kata analis ANZ Daniel Hynes.

Sementara itu, harga perak turun 0,2 persen menjadi US$ 16,98 per ounce. Adapun harga platinum naik 0,8 persen ke posis US$ 938,30 per ounce.

IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati 4 Saham Pilihan

IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati 4 Saham PilihanKontak Perkasa – Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rilis data ekonomi menjadi sentimen yang pengaruhi IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG terlihat masih akan melaju zona positif. Hal ini ditunjang oleh sisi fundamental ekonomi yang terlihat masih cukup bagus. Ini dilihat dari data ritel penjualan yang menurut William menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih terus bertumbuh dengan baik di sektor riil.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.969-6.098,” ujar William dalam ulasannya, Kamis (9/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis pekan ini. Aksi jual investor masih bayangi gerak IHSG. Lanjar memprediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.020-6.070.

“Pergerakan IHSG sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi berbalik arah usai memasuki area jenuh beli,” kata Lanjar.

Pada perdagangan saham Rabu kemarin, IHSG melemah 11,07 poin ke level 6.049,38. Pelemahan IHSG tersebut mengikuti gerak indeks saham di Asia usai bergerak terus optimistis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.

Saham-saham sektor infrastruktur dan pertambangan alami aksi ambil untung antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Investor asing melakukan aksi jual Rp 818,72 miliar dengan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT United Tractors Tbk dan PT Adaro Energy Tbk yang banyak dijual investor asing.

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

IHSG Melemah 11 Poin pada Perdagangan Rabu

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. IHSG melemah lantaran aksi ambil untung usai mencatat rekor baru pada perdagangan saham kemarin.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 8 November 2017, IHSG turun 11,06 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.049,38. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,17 persen ke posisi 1.008,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham infrastruktur turun 1,71 persen, dan mencatat penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang susut 1,3 persen. Sementara itu, sektor saham aneka industri naik 0,97 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,54 persen.

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain saham MTWI naik 10,14 persen ke posisi Rp 326 per saham, saham ELSA menanjak 8,82 persen ke posisi Rp 370 per saham, dan saham PNBN melonjak 7,76 persen ke posisi Rp 1.250 per saham.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO susut 24,41 persen ke posisi Rp 192 per saham, saham SIMA merosot 16,16 persen ke posisi Rp 384 per saham, dan saham TRAM turun 8,59 persen ke posisi Rp 149 per saham.

Saham-saham yang diincar investor asing antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, saham PT Astra International Tbk, dan saham PT Gudang Garam Tbk.

Di bursa Asia, indeks saham cenderung tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,30 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,10 persen, dan indeks saham Taiwan susut 0,20 persen. Adapun indeks saham Shanghai naik 0,06 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,24 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung konsolidasi usai mencatat rekor. Pelaku pasar pun merealisasikan keuntungan. Apalagi ada rilis data kepercayaan konsumen yang menurun.

“IHSG lebih ke arah konsolidasi. Investor ambil kesempatan untuk merealisasikan keuntungan. Selain itu, ada rilis data kepercayaan konsumen turun,” kata William saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah juga pengaruhi pasar. Selain itu, pergerakan harga minyak juga bayangi pasar.

Ada 204 saham melemah sehingga menekan IHSG, sedangkan 137 saham menguat dan 117 saham lainnya diam di tempat. Pada perdagangan Rabu, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.069,76 dan terendah 6.033,55. Transaksi perdagangan saham cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham 323.405 kali dengan volume perdagangan 10,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 852 miliar di semua pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.511.

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih terlihat kuat untuk kembali menguat. Apalagi level support IHSG dapat terjaga cukup kuat. William menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia juga akan menjadi sentimen pergerakan IHSG di awal pekan ini.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.939-6.088 pada Senin pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Senin (6/11/2017).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menjadi perhatian pelaku pasar. Diperkirakan, produk domestik bruto (PDB) cukup optimistis bakal naik menjadi 5,1 persen pada kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya 5,01 persen.

Selain itu, data penjualan ritel diperkirakan naik sehingga mendorong indeks keyakinan konsumen menjadi 2,5 persen. Lanjar menuturkan, IHSG akan kembali mencoba mencetak rekor tertingginya didorong optimismenya perkiraan pertumbuhan ekonomi. Namun secara teknikal ada potensi tekanan dari aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Dari eksternal, menurut Lanjar, investor Asia juga akan terfokus pada data komposisi ekspor impor dan neraca perdagangan di China. Di Eropa akan terfokus pada kinerja sektor jasa dan penjualan ritel.

“IHSG secara teknikal memberi indikasi aksi ambil untung jangka pendek dengan pergerakan 6.017-6.060,” kata Lanjar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sektor Saham Topang Penguatan IHSG pada Pekan Lalu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali catatkan penguatan selama sepekan. Saham bank dan industri dasar menopang penguatan IHSG.

Mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, Sabtu 4 November 2017, IHSG naik 1,07 persen dari 5.975 pada 27 Oktober 2017 menjadi 6.039 pada 3 November 2017. Penguatan IHSG didorong saham-saham masuk LQ45 naik 2,07 persen.

“Sektor saham bank dan industri dasar mendorong saham-saham indeks LQ45,” tulis Ashmore.

Akan tetapi, investor asing masih catatkan aksi jual senilai US$ 320 juta. Di pasar obligasi atau surat utang ikuti penguatan IHSG. Obligasi naik 0,91 persen usai terjadi aksi jual dalam lima pekan. Surat utang pemerintah bertenor 10 tahun turun 20 basis poin menjadi 6,6 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi 13.498. Investor asing masih melakukan aksi jual US$ 690 juta di pasar obligasi.

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG yang telah bergeser rentang konsolidasinya mendorong potensi penguatan. Hal itu asal ditopang dari aliran dana investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.942-6.088 pada Jumat pekan ini,” kata William dalam ulasannya, Jumat (3/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang melemah menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.000-6.050.

“Secara teknikal IHSG membentuk pola tertekan. Indikasi aksi ambil untung cukup terkonfirmasi melihat tingginya momentum IHSG saat ini,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG turun tipis 7,04 poin ke posisi 6.031,12. Hal itu lantaran aksi jual usai sempat menguat di sesi pertama hingga 0,5 persen. Investor asing pun melakukan aksi jual Rp 4,88 triliun di pasar negosiasi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT AKR Corpindo Tbk (AKR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sedangkan William memilih saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

IHSG Turun Tipis

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan Kamis pekan ini. Sejak pagi hingga siang, IHSG terus menguat namun sayangnya menjelang penutupan harus tumbang di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 2 November 2017, IHSG turun 7,03 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.031,10. Indeks saham LQ45 menguat 0,11 persen ke posisi 1001,41. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 200 saham melemah, sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 136 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 332.867 kali dengan volume perdagangan saham 10 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 388 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.544.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham memerah. Sektor saham barang konsumsi turun 1,46 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan turun 1,18 persen. Sedangkan sektor saham manufaktur susut 0,72 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham RBMS naik 34,29 persen ke posisi Rp 141, saham MCAS melonjak 24,64 persen ke posisi Rp 2.580, dan saham RODA naik 23 persen ke posisi Rp 160.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO melemah 25 persen ke posisi Rp 450, saham KONI turun 24,81 persen ke posisi Rp 406 dan saham TALF tergelincir 18,09 persen ke posisi Rp 326 per saham.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menjelaskan, sejak pagi IHSG terlihat terus berada di zona hijau. Namun pada sore hari, pelaku pasar terlihat keluar sehingga mendorong indeks ke zona hijau. “IHSG sempat menyenggol level resistance di 6.060 dan akhirnya turun ke 6.031,10,” jelas dia.

IHSG Berpotensi Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpotensi Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham sehingga bantu laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi stabil. Hal itu jadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan kenaikan IHSG. Selain itu, aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.911-6.048,” ujar William dalam ulasannya, Kamis (2/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan konsolidasi di kisaran 5.997-6.050. Aksi ambil untung akan membayangi IHSG.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG naik 32,36 poin ke posisi 6.038. Penguatan IHSG mengikuti kenaikan bursa Asia. Tingkat inflasi secara tahunan di bawah harapan 3,5 persen dari 3,72 persen menjadi katalis positif.

Selain itu, sektor saham tambang mencatatkan penguatan terbesar 2,15 persen, perdagangan 1,16 persen dan keuangan 1,14 persen. Meski pun investor asing tercatat aksi jual sangat signifikan di awal bulan Rp 1,12 triliun usai sejumlah riset global menilai momentum IHSG sudah cukup tinggi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Ace Hardware Tbk (ACES).

Sedangkan William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Investor Asing Jual Saham Rp 1 Triliun, IHSG Menguat

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan saham. Meski investor asing melakukan aksi jual, IHSG sentuh rekor baru tertinggi.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 1 November 2017, IHSG naik 32,36 poin atau 0,54 persen ke posisi 6.038,14. Indeks saham LQ45 menguat 0,81 persen ke posisi 1.000,29. Ini merupakan level tertinggi indeks LQ45. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 163 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 182 saham melemah, sehingga menahan penguatan IHSG. 117 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 302.903 kali dengan volume perdagangan saham 8,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 1,12 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.571.

Di pasar negosiasi, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai transaksi Rp 1,5 triliun. Saham TLKM ditransaksikan turun 3,3 persen menjadi Rp 3.950. Total frekuensi perdagangan saham 23 kali.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham tambang naik 2,17 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan naik 1,22 persen, sektor saham perdagangan menguat 1,16 persen. Sedangkan sektor saham industri dasar susut 1,07 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham MCAS naik 49,46 persen ke posisi Rp 2.070, saham LMSH melonjak 24,6 persen ke posisi Rp 785, dan saham SQMI naik 24,40 persen ke posisi Rp 520.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ASJT melemah 25 persen ke posisi Rp 675, saham KONI turun 25 persen ke posisi Rp 540 dan saham FIRE tergelincir 15,34 persen ke posisi Rp 1.435 per saham.

Bursa Asia kompak menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,23 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,31 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 1,86 persen, dan catatkan penguatan terbesar.

Disusul indeks saham Shanghai menguat 0,52 persen, indeks saham Singapura naik 0,52 persen dan indeks saham Taiwan melonjak 0,12 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, pelaku pasar merespons positif rilis inflasi Oktober 2017 di kisaran 0,01 persen. Dengan inflasi Oktober 0,01 persen itu mendorong inflasi secara tahunan di kisaran 3,8 persen. Reza menuturkan, angka tersebut masih sesuai dengan target inflasi pemerintah empat persen.

“Jadi pemerintah mampu mengendalikan inflasi,” kata Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, peringkat kemudahan berusaha Indonesia naik ke posisi 72 juga direspons positif pelaku pasar. Sentimen tersebut juga mendorong laju IHSG.