PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Category Archives: Bisnis

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG yang telah bergeser rentang konsolidasinya mendorong potensi penguatan. Hal itu asal ditopang dari aliran dana investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.942-6.088 pada Jumat pekan ini,” kata William dalam ulasannya, Jumat (3/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang melemah menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.000-6.050.

“Secara teknikal IHSG membentuk pola tertekan. Indikasi aksi ambil untung cukup terkonfirmasi melihat tingginya momentum IHSG saat ini,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG turun tipis 7,04 poin ke posisi 6.031,12. Hal itu lantaran aksi jual usai sempat menguat di sesi pertama hingga 0,5 persen. Investor asing pun melakukan aksi jual Rp 4,88 triliun di pasar negosiasi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT AKR Corpindo Tbk (AKR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sedangkan William memilih saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

IHSG Turun Tipis

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan Kamis pekan ini. Sejak pagi hingga siang, IHSG terus menguat namun sayangnya menjelang penutupan harus tumbang di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 2 November 2017, IHSG turun 7,03 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.031,10. Indeks saham LQ45 menguat 0,11 persen ke posisi 1001,41. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 200 saham melemah, sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 136 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 332.867 kali dengan volume perdagangan saham 10 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 388 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.544.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham memerah. Sektor saham barang konsumsi turun 1,46 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan turun 1,18 persen. Sedangkan sektor saham manufaktur susut 0,72 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham RBMS naik 34,29 persen ke posisi Rp 141, saham MCAS melonjak 24,64 persen ke posisi Rp 2.580, dan saham RODA naik 23 persen ke posisi Rp 160.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO melemah 25 persen ke posisi Rp 450, saham KONI turun 24,81 persen ke posisi Rp 406 dan saham TALF tergelincir 18,09 persen ke posisi Rp 326 per saham.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menjelaskan, sejak pagi IHSG terlihat terus berada di zona hijau. Namun pada sore hari, pelaku pasar terlihat keluar sehingga mendorong indeks ke zona hijau. “IHSG sempat menyenggol level resistance di 6.060 dan akhirnya turun ke 6.031,10,” jelas dia.

IHSG Berpotensi Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpotensi Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham sehingga bantu laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi stabil. Hal itu jadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan kenaikan IHSG. Selain itu, aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.911-6.048,” ujar William dalam ulasannya, Kamis (2/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan konsolidasi di kisaran 5.997-6.050. Aksi ambil untung akan membayangi IHSG.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG naik 32,36 poin ke posisi 6.038. Penguatan IHSG mengikuti kenaikan bursa Asia. Tingkat inflasi secara tahunan di bawah harapan 3,5 persen dari 3,72 persen menjadi katalis positif.

Selain itu, sektor saham tambang mencatatkan penguatan terbesar 2,15 persen, perdagangan 1,16 persen dan keuangan 1,14 persen. Meski pun investor asing tercatat aksi jual sangat signifikan di awal bulan Rp 1,12 triliun usai sejumlah riset global menilai momentum IHSG sudah cukup tinggi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Ace Hardware Tbk (ACES).

Sedangkan William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Investor Asing Jual Saham Rp 1 Triliun, IHSG Menguat

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan saham. Meski investor asing melakukan aksi jual, IHSG sentuh rekor baru tertinggi.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 1 November 2017, IHSG naik 32,36 poin atau 0,54 persen ke posisi 6.038,14. Indeks saham LQ45 menguat 0,81 persen ke posisi 1.000,29. Ini merupakan level tertinggi indeks LQ45. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 163 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 182 saham melemah, sehingga menahan penguatan IHSG. 117 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 302.903 kali dengan volume perdagangan saham 8,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 1,12 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.571.

Di pasar negosiasi, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai transaksi Rp 1,5 triliun. Saham TLKM ditransaksikan turun 3,3 persen menjadi Rp 3.950. Total frekuensi perdagangan saham 23 kali.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham tambang naik 2,17 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan naik 1,22 persen, sektor saham perdagangan menguat 1,16 persen. Sedangkan sektor saham industri dasar susut 1,07 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham MCAS naik 49,46 persen ke posisi Rp 2.070, saham LMSH melonjak 24,6 persen ke posisi Rp 785, dan saham SQMI naik 24,40 persen ke posisi Rp 520.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ASJT melemah 25 persen ke posisi Rp 675, saham KONI turun 25 persen ke posisi Rp 540 dan saham FIRE tergelincir 15,34 persen ke posisi Rp 1.435 per saham.

Bursa Asia kompak menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,23 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,31 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 1,86 persen, dan catatkan penguatan terbesar.

Disusul indeks saham Shanghai menguat 0,52 persen, indeks saham Singapura naik 0,52 persen dan indeks saham Taiwan melonjak 0,12 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, pelaku pasar merespons positif rilis inflasi Oktober 2017 di kisaran 0,01 persen. Dengan inflasi Oktober 0,01 persen itu mendorong inflasi secara tahunan di kisaran 3,8 persen. Reza menuturkan, angka tersebut masih sesuai dengan target inflasi pemerintah empat persen.

“Jadi pemerintah mampu mengendalikan inflasi,” kata Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, peringkat kemudahan berusaha Indonesia naik ke posisi 72 juga direspons positif pelaku pasar. Sentimen tersebut juga mendorong laju IHSG.

Dolar AS Menguat Bakal Jadi Hambatan Reli Harga Emas

Dolar AS Menguat Bakal Jadi Hambatan Reli Harga Emas

Kontak Perkasa – Jakarta – Harga emas berpeluang menguat pada pekan ini meski sejumlah analis prediksi ada tekanan untuk harga emas. Hal itu lantaran dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa.

Harga emas untuk pengiriman Desember ditransaksikan terakhir di kisaran US$ 1.272,40 per ounce atau turun satu persen dari minggu sebelumnya. Sedangkan harga perak ditransaksikan di kisaran US$ 16.745 per ounce atau merosot dua persen.

“Saya pikir level US$ 1.260 per ounce merepresentasikan level support untuk harga emas. Kami dapat melihat harga emas tertekan, namun sulit untuk bergerak ke bawah US$ 1.260 per ounce,” kata Bill Baruch, President of Blue Line Futures, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (30/10/2017).

Ia optimistis terhadap harga emas lantaran sentimen negatif yaitu perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve sudah diantisipasi pelaku pasar.

“Bila harga emas di bawah US$ 1.260 itu kesempatan untuk beli,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen menuturkan, harga emas dapat kembali menguat asal berada di atas level terendah pada Oktober 2017. Harga emas akan tertekan jika berada di bawah level US$ 1.250 per ounce.

Namun, analis menilai penguatan dolar AS akan menjadi hambatan untuk harga emas. Apalagi indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam empat bulan. Baruch memprediksi, indeks dolar AS akan berada di kisaran 96.

Oleh karena itu, sejumlah analis tidak optimistis untuk reli harga emas. Chris Vecchio, Analis Senior Dailyforex.com menuturkan, indeks dolar AS mencatatkan performa terbaik sepanjang tahun ini.

Penguatan dolar AS juga didukung dari produk domestik bruto AS tumbuh tiga persen pada kuartal III 2017. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang dapat mendukung kebijakan pengetatan moneter bank sentral AS. Sentimen itu juga dorong imbal hasil obligasi. Ia menambahkan, dolar AS akan reli sekitar tiga persen.

“Imbal hasil surat berharga bertenor dua tahun capai level tertinggi sejak 2008. Demikian juga imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun yang capai level tertinggi sejak Maret. Suku bunga bank sentral AS berpotensi naik, ini waktunya kurangi emas. Jika dolar AS dan imbal hasil surat berharga baik maka tidak ada alasan untuk pegang emas,” jelas dia.

Selanjutnya: Sentimen Bayangi Harga Emas

Kepala Riset London Capital Group Jasper Lawler menuturkan, harga emas akan tertekan dalam waktu dekat. Bila harga emas tertekan, hal itu jadi kesempatan untuk beli emas. Dalam jangka panjang, ia menilai ada faktor fundamental membuat investor bisa memegang emas sebagai aset portofolio investasi.

Lalu apa saja sentimen yang menjadi sorotan pada pekan ini? Salah satunya pemilihan pimpinan bank sentral AS. Pada awal pekan ini, Presiden AS Donald Trtum dapat mengumumkan nominasi pimpinan the Federal Reserve dalam empat tahun ke depan.

Dalam sebulan ini, dua calon yang menjadi sorotan dan spekulasi yaitu mantan pimpinan the Federal Reserve Jerome Powell dan Ekonom Stanford John Taylor.

Lawler menuturkan, bila nominasinya Taylor yang terpilih sebaiknya memegang emas. Hal itu mengingat Taylor sosok yang agresif.

Sedangkan Vecchio menilai, pasar melihat Powell merupakan kandidat yang dapat ciptakan kestabilan sehingga dia dapat menjaga kebijakan stabilitas moneter.

Untuk level harga emas yang dicermati, Baruch menuturkan, harga emas yang perlu diperhatikan di atas US$ 1.280 per ounce. Level harga emas itu dapat menetralisir sejumlah sentimen negatif. Ia menambahkan, jika harga emas di atas US$ 1.300 maka dapat mendorong investor kembali ke pasar.

Sedangkan level support untuk pengiriman Desember yang menjadi perhatian di posisi US$ 1.262,80 per ounce. Jika menembus level support itu, harga emas dapat berpotensi di kisaran US$ 1.250 per ounce.

Pada pekan ini, sentimen yang mendominasi tampaknya dari nominasi pemilihan pimpinan the Federal Reserve. Pasar menunggu Presiden Trump soal pimpinan the Federal Reserve. Pada pekan ini juga cenderung sepi sentimen baik dari data ekonomi.

Harga Emas Antam Merosot ke Posisi Rp 623.562 per Gram

Harga Emas Antam Merosot ke Posisi Rp 623.562 per Gram

Kontak Perkasa – Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam merosot ke posisi Rp 623.562 per gram pada perdagangan Senin (23/10/2017). Pada perdagangan Sabtu pekan lalu, harga emas Antam berada di posisi Rp 624.571 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam tetap stabil di posisi Rp 555.000 per gram. Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari usai transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07.59 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.346.610 atau Rp 634.661 per gram. Adapun ukuran 20 gram sekitar Rp 12.294.665 atau Rp 614.733 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp Rp 699.237. Sedangkan ukuran dua gram dijual Rp 1.282.439 atau Rp 641.220 per gram. Ukuran lima gram dijual Rp 3.047.180 atau Rp 609.436 per gram.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 623.562

* Pecahan 5 gram Rp 2.971.505

* Pecahan 10 gram Rp 5.892.560

* Pecahan 25 gram Rp 14.655.725

* Pecahan 50 gram Rp 29.261.000

* Pecahan 100 gram Rp 58.471.550

* Pecahan 250 gram Rp 146.052.750

* Pecahan 500 gram Rp 291.903.700.