PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Category Archives: news

PT Kontak Perkasa Futures | BEI Mataram Perbanyak Investor Lewat Sekolah Saham

BEI Mataram Perbanyak Investor Lewat Sekolah Saham

Kontak Perkasa, Mataram - Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Mataram menyelenggarakan sekolah pasar modal secara gratis sebagai salah satu upaya memperbanyak jumlah investor saham dari Nusa Tenggara Barat.

“Kami membuka sekolah pasar modal mulai Januari 2018, dan dilaksanakan setiap hari kerja,” kata Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana di Mataram, Minggu.

Ia berharap melalui sekolah pasar modal bisa meningkatkan pemahaman masyarakat NTB sehingga termotivasi untuk berpartisipasi menggunakan produk di pasar saham.

Hingga 2017, jumlah warga NTB yang sudah menjadi investor saham di BEI tercatat sebanyak 2.042 investor.

Mereka tersebar di Kota Mataram sebanyak 959 investor, Kabupaten Lombok Barat 178 investor, Lombok Tengah 250 investor, Lombok Timur 177 investor, Lombok Utara 7 investor.

Selain itu, di Kota Bima dan Kabupaten Bima sebanyak 168 investor, Dompu 46 investor, Sumbawa 205 investor, dan Sumbawa Barat 52 investor.

Nilai saham dari seluruh investor di NTB, lanjut Sandiana, mencapai Rp74,89 miliar. Ada juga investasi dalam bentuk reksadana dan obligasi serta produk lainnya senilai Rp67,45 miliar.

“Sebagian besar investor saham dari NTB usia produktif, yakni 18-40 tahun. Terbanyak dari kalangan pegawai swasta dan pelajar/mahasiswa,” ujarnya.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang berminat mengikuti pasar modal bisa mendaftarkan diri secara online melalui www.idx.co.id. Pendaftaran tidak dipungut biaya apa pun.

Proses belajar mengenai pasar modal dilakukan selama satu hari. Para instruktur memberikan materi dalam tiga tingkatan, yakni level I untuk kalangan pemula, sedangkan level II dan III untuk kalangan investor.

“Setelah mengikuti sekolah, harapannya peserta bisa memahami apa itu pasar modal dan termotivasi menjadi investor. Apalagi untuk membeli saham bisa dengan modal hanya Rp5.000 bisa dapat satu lot saham,” ucapnya.

Selain menggelar sekolah pasar modal, BEI Perwakilan Mataram juga memprogramkan kunjungan ke 10 kabupaten/kota di NTB, untuk mengedukasi masyarakat tentang pasar modal.

BEI juga sudah menjalin kerja sama dalam hal penyediaan galeri investasi dengan Universitas Mataram, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Akademi Manajemen Mataram, dan Universitas Teknologi Samawa. Galeri investasi tersebut untuk mengedukasi masyarakat kampus sekaligus menjadi sarana praktikum berinvestasi saham.

PT Kontak Perkasa Futures | BEI Bakal Pindah Lokasi Pusat Data, Balkon Ambruk Jadi Penyebab?

BEI Bakal Pindah Lokasi Pusat Data, Balkon Ambruk Jadi Penyebab

Kontak Perkasa, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memindahkan pusat data ke lokasi yang lebih aman. Pemindahan tersebut sudah direncanakan sejak lama dan bukan karena ambruknya balkon dua hari lalu.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat‎ mengatakan, pemindahan pusat data tidak berkaitan dengan ‎ambruknya balkon pada Senin siang.

“Tidak ada kaitannya. Ambruknya selasar itu kan bagian lain,” kata Samsul, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (17/1/2018).

Pemindahan pusat data ke lokasi yang jauh lebih aman sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pemindahan data dari Gedung Bursa Efek Indonesia akan dilakukan secara keseluruhan pada ‎Februari 2018.

“Tapi ini sudah bagian rencana. Pindah bulan Februari 2018. Persiapan sudah tahun lalu secara full dipindahkan,” tutur Samsul.

Pemindahan hanya untuk pusat data sistem perdagangan saja, sedangkan tempat lama akan dijadikan kantor. Pemindahan dilakukan untuk ‎menjaga keamanan data.

“Di sini akan jadi kantor saja. Sedangkan sistem perdagangan nanti pindah di tempat baru,”‎ tutup Samsul.

Periksa Kontraktor

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menambahkan, tim Puslabfor akan bergegas menyimpulkan penyebab utama ambruknya balkon Gedung BEI. Kemudian tidak menutup kemungkinan pihak kontraktor juga akan diperiksa.

“Itu tahap berikutnya. Langkahnya meminta keterangan. Dari Polda sudah meminta beberapa saksi. Ada saksi mahasiswi dan security. Juga pegawai yang melihat,” kata Setyo.

sumber : liputan6.com

PT Kontak Perkasa Futures | Balkon Ambruk Tak Berpengaruh, IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6.429

Balkon Ambruk Tak Berpengaruh, IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6.429

Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona hijau dan mampu mencetak rekor tertinggi depanjang sejarah pada perdagangan Selasa pekan ini. Insiden ambruknya balkon di tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin kemarin tak mempengaruhi kepercayaan investor.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (16/1/2018), IHSG naik 47,49 poin atau 0,74 persen ke posisi 6.429,69. Indeks saham LQ45 naik 0,85 persen ke posisi 1.093,34,08. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Ada 207 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sebanyak 159 saham melemah dan 106 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.429,69 dan terendah 6.381,31.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 357.936 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 118 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.329.

Secara sektoral, selurh sektor saham menguat. Sektor saham infrastruktur naik 1,95 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar menanjak 1,71 persen dan sektor saham prtambangan mendaki 1,11 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar, antara lain saham LCKM melonjak 50 persen ke posisi Rp 312, saham RBMS naik 34,69 persen ke posisi Rp 264 per saham, dan saham LPLI menanjak 34,56 persen ke posisi Rp 183.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham BSIM turun 23,43 persen ke posisi Rp 670, saham IKAI tergelincir 11,24 persen ke posisi Rp 118, dan saham CMPP susut 10,84 persen ke posisi Rp 444 per saham.

Kata Analis

Sebelumnya, Analis PT Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola gerak IHSG masih menunjukkan potensi menguat cukup besar mengingat aliran dana investor asing yang masih terus berlangsung.

William menilai, hal itu mengingat pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi menarik. Akan tetapi tetapi didukung kinerja emiten yang baik.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.202-6.446 pada perdagangan saham Selasa pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Selasa (16/1/2018).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan bergerak campuran dengan kecenderungan tertekan. IHSG akan bergerak di kisaran 6.325-6.410.

“Secara teknikal, IHSG kembali bergerak terkonsolidasi dengan konfirmasi pergerakan melemah dalam jangka pendek,” kata Lanjar.

sumber : liputan6.com

PT Kontak Perkasa Futures | Balkon Tower II BEI Ambruk, IHSG Naik 12,13 Poin

Balkon Tower II BEI Ambruk, IHSG Naik 12,13 PoinKontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik ke zona hijau pada perdagangan saham Senin pekan ini. Penguatan IHSG itu terjadi di tengah insiden ambruknya balkon di tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (15/1/2018), IHSG naik 12,13 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.382,19. Indeks saham LQ45 naik 0,14 persen ke posisi 1.084,08. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada 175 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sebanyak 168 saham melemah dan 133 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.390,88 dan terendah 6.361,61.

Total frekuensi perdagangan saham sektiar 295.344 kali dengan volume perdagangan 17,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Transaksi saham cukup besar didorong adanya transaksi saham besar di pasar negosiasi, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk Rp 2,1 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 2,31 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.326.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham tambang naik 1,53 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menanjak 0,67 persen dan sektor saham konstruksi mendaki 0,61 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar, antara lain saham IKAI melonjak 13,68 persen ke posisi Rp 133, saham TRAM naik 5,98 persen ke posisi Rp 248 per saham, dan saham DGIK menanjak 5 persen ke posisi Rp 63.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham CMPP turun 10,27 persen ke posisi Rp 498, saham CAMP tergelincir 10,24 persen ke posisi Rp 745, dan saham IIKP susut 4,7 persen ke posisi Rp 284 per saham.

Bursa Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,23 persen dan indeks saham Shanghai melemah 0,54 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,29 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,26 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,45 persen, dan indeks saham Taiwan naik 0,66 persen.

IHSG Naik di Awal Sesi Perdagangan

Sebelumnya, laju IHSG menghijau di awal pekan ini, mengikuti bursa Asia.

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, pada Senin, 15 Januari 2018, IHSG naik 9 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.379,07. Kemudian pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 16,8 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.386,95.

Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Indeks saham LQ45 menguat 0,26 persen ke posisi 1.085,36.

Ada 90 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Sebanyak 15 saham melemah dan 92 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.388,96 dan terendah 6.376,36.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.394 kali dengan volume perdagangan 91,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 57,4 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 1,22 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sektor saham tambang memimpin penguatan IHSG dengan naik 0,62 persen. Diikuti sektor saham infrastruktur menguat 0,57 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 0,37 persen. Adapun sektor yang melemah hanya perkebunan sebesar 0,11 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham HDTX naik 5,99 persen ke posisi Rp 354, saham PBID melonjak 4,40 persen ke posisi Rp 95, dan saham PSAB menanjak 4,49 persen ke posisi Rp 575 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tergelincir antara lain saham CAMP turun 6,02 persen ke posisi Rp 785, saham INCI merosot 3,35 persen ke posisi Rp 404, dan saham IIKP susut 2,68 persen ke posisi Rp 290 per saham.

PT Kontak Perkasa Futures | Bursa Asia Capai Level Tertinggi dalam Sejarah

Bursa Asia Capai Level Tertinggi dalam SejarahKontak Perkasa, Tokyo - Bursa Asia mencapai titik tertinggi bersejarahnya pada awal pekan ini, mengekor Wall Street yang memperpanjang rekor pada pekan kemarin.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tetap bertahan karena investor mengantisipasi risiko pengetatan kebijakan dari negara-negara di dunia.

Melansir laman Reuters, Senin (15/1/2018), indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen menjadi 591,66. Sementara indeks utama Australia menguat 0,5 persen, dan indeks Nikkei Jepang naik.

Pasar antara lain dipengaruhi investor yang optimistis bahwa data produk domestik bruto China yang keluar pada Kamis akan menunjukkan pertumbuhan setidaknya sebesar 6,7 ​​persen.

Kenaikan bursa Asia mengekor Wall yang pada akhir pekan lalu menguat, seiring keluarnya laporan pendapatan kuartal keempat dari perbankan dan penjualan ritel yang tercatat naik, mendorong optimisme investor mengenai pertumbuhan ekonomi di AS.

Dow menguat 2 persen pekan lalu, sementara Nasdaq naik 1,8 persen dan S & P 500 bertambah 1,6 persen. Indeks S & P 500 dan Nasdaq mencetak delapan rekor penutupan tertinggi dari sembilan hari perdagangan pertama pada 2018, sementara Dow membukukan penutupan tertinggi keenam tahun ini.

“Fokus konsesus perdagangan saat ini adalah dolar dan keuangan Eropa dan AS dan ini tetap menjadi fokus utama dalam minggu depan,” kata Chris Weston, kepala strategi pasar IG.

Wall Street Menguat pada Akhir Pekan

Wall Street menguat pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini. Penguatan terpicu hasil solid pada laporan pendapatan kuartal keempat perbankan dan kenaikan penjualan ritel yang mendorong optimisme investor mengenai pertumbuhan ekonomi.

Melansir laman Reuters, indeks S & P 500 dan Nasdaq mencatat delapan rekor tertinggi dari sembilan hari perdagangan pertama pada 2018. Sementara Dow membukukan penutupan tertinggi keenam tahun ini.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 228,46 poin atau 0,89 persen menjadi 25.803,19. Kemudian indeks S & P 500 menguat 18,68 poin atau 0,67 persen menjadi 2.786,24 dan Nasdaq Composite bertambah 49,29 poin atau 0,68 persen menjadi 7.261,06.

Untuk minggu ini, indeks S&P naik 1,6 persen, sementara Dow menguat 2 persen dan Nasdaq bertambah 1,8 persen.

Wall Sreet menguat antara lain terdorong saham perbankan. JPMorgan (JPM.N), pemberi pinjaman terbesar di AS, mengatakan perombakan pajak akan membantu keuntungan perusahaan pada masa depan seiring pengurangan tagihan pajak dan menstimulasi lebih banyak bisnis. Saham bank ini menguat naik 1,7 persen.

Investor juga memperkirakan hasil keuangan perusahaan pada tahun ini akan lebih tinggi dari mengalahkan perkiraan. Sebab, sebelumnya analis belum memprediksi adanya kebijakan pajak yang baru.

“Sepertinya ekonomi berjalan baik, inflasi agak tidak ada saat ini, pertumbuhan upah tidak menjadi masalah bagi sebagian besar laporan pendapatan,” ujar Stephen Massocca, Wakil Presiden Senior Wedbush Securities di San Francisco.

Saham yang mencatat kenaikan lainnya, milik BlackRock (BLK.N) yang menguat 3,3 persen. Manajer aset terbesar di dunia ini melaporkan keuntungan yang mengalahkan perkiraan.

Sementara pendapatan Wells Fargo (WFC.N) mengalahkan ekspektasi, sehingga sahamnya tergelincir 0,7 persen.

Adapun di sektor riil, saham Amazon naik 2,2 persen menembus US$ 1.300 untuk pertama kalinya. Kemudian ditutup menjadi US$ 1,305.20.

Kenaikan saham bank juga dibantu peningkatan imbal hasil treasury setelah harga konsumen di AS pada Desember, membukukan kenaikan terbesar dalam 11 bulan, menandakan terjadinya kenaikan inflasi.

Volume perdagangan kali ini mencapai 6,88 miliar saham, di atas rata-rata 6,39 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.