PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Category Archives: PT Kontak Perkasa Futures

Ronaldo Raja Knockout Liga Champions, Messi Ketinggalan Jauh

messi-ketinggalan-jauh

PT. Kontakperkasa Futures – Hattrick yang dibungkus Cristiano Ronaldo ke gawang Atletico Madrid membuktikan bahwa dia merupakan raja fase gugur alias knockout Liga Champions. Ronaldo sekali lagi membuktikan kualitasnya sebagai pemain terbaik di dunia.

Rabu (13/3) dini hari WIB, Cristiano Ronaldo mencetak ketiga gol Juventus saat mengalahkan Atletico dengan skor telak 3-0 pada leg kedua 16 besar Liga Champions. Tiga gol tersebut sangat penting, Juve melangkah ke putaran berikutnya dengan agregat 3-2.

Gol-gol tersebut juga membuktikan bahwa Ronaldo memang merupakan pemain yang justru menonjol pada pertandingan-pertandingan besar. dia memikul beban tim dan membawa tim melewati kesulitan.

PT Kontakperkasa Futures | Perjalanan Hidup Bos Produsen PC Terbesar Dunia, Michael Dell

203e30d0-2070-4932-98f0-2cae5cd2e593_169Dell menjadi salah satu produsen komputer terbesar di dunia. Kini, Dell hampir bisa ditemui hampir di seluruh toko gadget dan komputer.

Apabila kita menarik jauh menuju titik awal, produsen komputer ini dirintis oleh Michael Dell. Pria yang lahir di Texas, AS, 23 Februari 1965, merintis usahanya sejak di bangku sekolah.

Sejak kecil Michael mengaku …..

PT Kontak Perkasa Futures | BI Ajak Investor Jepang Lebih Banyak Tanam Modal di Sektor Keuangan RI

mirza adityaswaraTokyo – Bank Indonesia (BI) mengajak para investor Jepang untuk lebih banyak berinvestasi di sektor keuangan (portofolio investment). Salah satunya melalui instrumen surat berharga negara (SBN).

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan para investor Jepang memang telah banyak menanamkan modalnya di Indonesia, bahkan sejak era 1980-1990an.

“Di Indonesia mereka mulai masuk tahun 1990-an. Mereka buka Toyota, mereka buka Mitsubishi, mereka buka macam-macam. Manufuktur yang utama.? Jadi kalau foreign direct investment-nya Jepang ke Indonesia ini sudah cukup paham,” ujar dia di Tokyo, Jepang, Jumat (1/2/2019).

“Bank-bank Jepang lending ke Indonesia, sudah sejak 80-an. Sumitomo, Mitshui Bank dan macam-macam itu sudah masuk Indonesia sejak tahun 1980-an. Jadi mereka mengenal Indonesia dengan baik,” tambah dia.

Namun sayangnya, lanjut Mirza, modal yang ditanamkan para investor Jepang sejak masih mayoritas dalam bentuk investasi langsung seperti di sektor manufaktur. Padahal di Indonesia, investasi melalui portofolio juga sangat menjanjikan.

“Tetapi berbeda dengan investor Asia yang lain, investor Eropa, Amerika, investor Jepang exposure-nya di SBN rupiah itu masih very very little. Padahal sama-sama investment kan, bangun pabrik kan investment juga,” kata dia.

Oleh sebab itu, dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Mirza mengajak para investor asal Negeri Sakura ini untuk lebih masuk ke instrumen surat utang Indonesia. Sebab, risiko dalam berinvestasi di instrumen ini lebih kecil ketimbang investasi langsung.

“(Investasi langsung) Malah resikonya, maksudnya bisa masalah mesin, bisa masalah demo pegawai dan sebagainya. Di surat berharga negara lebih mudah. Investor Jepang yang berinvestasi postur negara itu sangat konservatif. Makanya investasi mereka, kalau SBN itu exposure investor Jepang very very little,” tandas dia.

 

Kontak Perkasa Futures

 

Source : https://www.liputan6.com

Saham Pilihan Saat Momen Pilkada pada 2018

Saham Pilihan Saat Momen Pilkada pada 2018Kontak Perkasa – Jakarta – Indonesia akan memasuki tahun politik yang pastinya akan berdampak terhadap roda perekonomian dalam dua tahun ke depan. Tahun depan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak akan digelar, masih pada tahun yang sama Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah atas perhelatan Asian Games, sebelum memasuki pemilihan presiden pada 2019.

Ketiga agenda besar ini bakal memberi banyak dampak positif terhadap perekonomian karena sudah menjadi kebiasaan di tanah air setiap pemilihan terjadi baik untuk kepala daerah maupun presiden, akan banyak dana tunai yang beredar di masyarakat, artinya tingkat konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah akan terdongkrak, setelah pada tahun ini agak lesu karena pemerintah mengurangi subsidi energi.

Sedangkan dalam rangka menyambut Asian Games yang akan kembali dilakukan di Indonesia mulai 18 Agustus 2018, setelah terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah pada 1962, akan menguntungkan industri televisi karena akan banyak iklan-iklan olah raga yang berseliweran, juga menyambut perhelatan akbar tersebut, sejumlah proyek infrastruktur pendukung akan terus berjalan.

Menurut PT Bahana Sekuritas sentimen positif akan membayangi perekonomian dan pasar saham Indonesia pada 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melaju ke level 7.000 dari perkiraan indeks tahun ini 6.300.

Sedangkan laba per lembar saham atau yang lebih dikenal dengan earning per share (EPS) diperkirakan tumbuh sekitar 12 persen, dari perkiraan tahun ini sebesar 17 persen.

“Tahun depan akan menjadi tahun baik bagi sektor yang terkait dengan masyarakat menengah ke bawah karena saat Pilkada biasanya ada banyak duit ekstra yang beredar di masyarakat bawah, juga pemerintah cenderung tidak akan menaikan tarif listrik dan BBM subsidi sehingga daya beli masyarakat akan terdongkrak,” ujar Plt Kepala Riset dan Strategis Bahana Henry Wibowo, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/11/2017).

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 telah disepakati total belanja subsidi energi meningkat menjadi Rp 103,4 triliun, untuk subsidi BBM dan LPG 3kg sebesar Rp 51,1 triliun, dan subsidi listri disepakati sebesar Rp 52,2 triliun. Naik dibandingkan alokasi belanja subsidi energi tahun ini sebesar Rp 89,7 triliun, yakin untuk subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 44,48 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 45,37 triliun.

Masih dalam RAPBN 2018, pemerintah berencana membangun jalan baru sepanjang 856 km, jalan tol sepanjang 25 km, pembangunan jembatan sepanjang 8.761km, pembangunan 7.062 unit perumahan, pembangunan irigasi sepanjang 781 km, pembangunan bandara baru di 15 lokasi. Pembangunan ini akan terjadi di seluruh Indonesia.

Selanjutnya

Dengan melihat alokasi anggaran tersebut, perusahaan sekuritas milik negara ini merekomendasikan beli untuk saham perbankan seperti PT Bank Mandiri dengan kode saham BMRI dan PT Bank Negara Indonesia dengan kode saham BBNI. Kedua bank milik negara ini cukup aktif membiayai pembangunan berbagai proyek infrastruktur.

“Dengan daya beli yang semakin kuat, permintaan kredit pada tahun depan diperkirakan akan tumbuh double digit, juga kualitas kredit akan membaik, sehingga biaya provisi bank akan turun, hal ini akan berdampak pada tingkat profitablitas perbankan yang lebih baik pada 2018,” terang Henry.

Anak usaha Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memberi target harga Rp 8.500 per lembar untuk saham BMRI dan Rp 10.000/lembar untuk saham BBNI.

Untuk saham terkait infrastruktur, Bahana memberi rekomendasi beli untuk saham PT Jasa Marga (JSMR) dengan target harga Rp 6.600 per lembar dan saham PT Semen Indonesia (SMGR) dengan target harga Rp 11.600 per lembar saham.

Sedangkan terkait dengan sektor konsumsi, Bahana memberi rekomendasi beli untuk saham PT Matahari Department Store yang berkode saham LPPF dengan target harga Rp 14.500 per lembar saham, saham PT Ramayana Lestari Sentosa yang berkode saham RALS dengan target harga Rp 1.430 per lembar saham. Saham PT Gudang Garam yang berkode saham GGRM dengan target harga Rp 83.000 per lembar saham dan saham PT Indofood CBP yang berkode saham ICBP dengan target harga Rp10.600 per lembar.

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG yang telah bergeser rentang konsolidasinya mendorong potensi penguatan. Hal itu asal ditopang dari aliran dana investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.942-6.088 pada Jumat pekan ini,” kata William dalam ulasannya, Jumat (3/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang melemah menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.000-6.050.

“Secara teknikal IHSG membentuk pola tertekan. Indikasi aksi ambil untung cukup terkonfirmasi melihat tingginya momentum IHSG saat ini,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG turun tipis 7,04 poin ke posisi 6.031,12. Hal itu lantaran aksi jual usai sempat menguat di sesi pertama hingga 0,5 persen. Investor asing pun melakukan aksi jual Rp 4,88 triliun di pasar negosiasi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT AKR Corpindo Tbk (AKR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sedangkan William memilih saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

IHSG Turun Tipis

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan Kamis pekan ini. Sejak pagi hingga siang, IHSG terus menguat namun sayangnya menjelang penutupan harus tumbang di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 2 November 2017, IHSG turun 7,03 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.031,10. Indeks saham LQ45 menguat 0,11 persen ke posisi 1001,41. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 200 saham melemah, sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 136 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 332.867 kali dengan volume perdagangan saham 10 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 388 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.544.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham memerah. Sektor saham barang konsumsi turun 1,46 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan turun 1,18 persen. Sedangkan sektor saham manufaktur susut 0,72 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham RBMS naik 34,29 persen ke posisi Rp 141, saham MCAS melonjak 24,64 persen ke posisi Rp 2.580, dan saham RODA naik 23 persen ke posisi Rp 160.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO melemah 25 persen ke posisi Rp 450, saham KONI turun 24,81 persen ke posisi Rp 406 dan saham TALF tergelincir 18,09 persen ke posisi Rp 326 per saham.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menjelaskan, sejak pagi IHSG terlihat terus berada di zona hijau. Namun pada sore hari, pelaku pasar terlihat keluar sehingga mendorong indeks ke zona hijau. “IHSG sempat menyenggol level resistance di 6.060 dan akhirnya turun ke 6.031,10,” jelas dia.