PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Emas turun jelang laporan ketenagakerjaan AS | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

20160913harga-emas-turun-001ilustrasi1

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pedagang bersiap untuk rilis laporan ketenagakerjaan besar AS pada Jumat waktu setempat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 15,6 dolar AS, atau 1,23 persen, menjadi menetap di 1.253 dolar AS per ounce.

Pedagang bersemangat menunggu laporan ketenagakerjaan untuk September pada Jumat, dan telah mencatat bahwa laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan klaim baru selama minggu pertama Oktober jatuh 5.000 ke level 249.000, laporan mingguan kedua yang lebih baik dari perkiraan.

Para investor percaya bahwa laporan pekerjaan ADP (Automated Data Processing) yang lebih buruk dari perkiraan telah diimbangi oleh hal positif baru dari laporan ini dan laporan Institute for Supply Management (ISM) yang dirilis pada Rabu.

Para analis mencatat bahwa meskipun logam mulia menurun karena data pekerjaan membaik, mereka juga percaya bahwa investor sangat memperhatikan badai kategori empat di sepanjang pantai Florida, dan debat calon presiden AS kedua pada Minggu.

Kombinasi kedua peristiwa itu memiliki kemungkinan mendestabilisasi pasar ekuitas AS dan mengirim investor untuk beralih ke emas sebagai “safe haven”.

Sementara itu, indeks dolar AS naik 0,5 persen menjadi 96,65 pada pukul 18.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman Desember turun 35 sen, atau 1,98 persen, menjadi ditutup pada 17,345 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 turun 10,3 dolar AS, atau 1,05 persen, menjadi ditutup pada 966,3 dolar AS per ounce, demikian Xinhua. COPYRIGHT © ANTARA 2016