PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Harga Minyak Dunia Melemah Saat Stok AS Meningkat

awal-2017-harga-minyak-dibuka-naik-berkat-pemotongan-produksi-RIG

PT. KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak mentah dunia tertekan ketika pasokan Amerika Serikat (AS) bertambah dan spekulasi seputar kelanjutan kebijakan OPEC terkait pengurangan produksi saat ketegangan antara AS dan Iran memanas. Ada spekulasi besar yang mempengaruhi harga minyak dalam beberapa hari kedepannya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (7/2/2017) tercatat harga minyak berjangka Brent jatuh sebesar USD1,09 atau setara dengan 1,9% untuk bertahan pada level USD55.72 per barel. Sedangkan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 82 sen atau mencapai 1,5% menjadi USD53,01 per barel, dimana posisi ini mendekati level terendah sejak 31 Januari.

Brent premi atas WTI mempersempit pada akhir perdagangan sebesar USD2,09 per barel, terkecil sejak 19 Jan. “Kami merasa bahwa sebagian besar penurunan harga terkait peningkatan spekulatif WTI dari yang diharapkan. Serta adanya peningkatan rig minyak AS,” ucap Presiden perusahaan berbasis energi Ritterbusch & Associates Jim Ritterbusch.

Harga minyak untuk sementara mendapatkan dukungan dari Organisasi Negara-negera Pengekspor Minyak (OPEC) yang berupaya mengurangi banjir pasokan sejak awal tahun. Namun lonjakan baru terjadi ketika antara Iran dan AS bersitegas untuk membuat mereka berjuang menentukan arah yang baru.

Administrasi Trump yang baru terhadap Iran memang tidak mempengaruhi output minyak, namun menimbulkan kekhawatiran tentang potensi untuk perkembangan selanjutnya yang dapat menghambat pertumbuhan ekspor produsen terbesar ketiga OPEC. Ketegangan antara Tehran dan Washington telah meningkat karena uji coba rudal Iran yang mendorong Amerika untuk menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas terkait pengawal-pengawal revolusioner.

Di sisi lain Administrasi informasi energi AS mengatakan pekan lalu bahwa persediaan minyak mentah AS telah meningkat tajam selama empat minggu beruntun. Sedangkan data pada akhir pekan kemarun menunjukkan bahwa jumlah minyak AS naik ke tingkat tertinggi rig pengeboran sejak Oktober tahun 2015. “Kita mungkin akan melihat rig AS terus meningkat, namun ada ketika produksi mereka mulai terus akan mengurangi beban OPEC,” ucap Zahir di Tykhe Capital.

 

Simak juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : https://ekbis.sindonews