PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Indeks Dolar AS Bertahan Hijau Pascarilis Laporan Tenaga Kerja AS | PT Kontak Perkasa Futures

Investor Tunggu Data Inflasi, Indeks Dolar AS Bergerak Melemah

Kontak perkasa – Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpantau tetap solid pada perdagangan siang ini, Senin (10/7/2017), menyusul laporan pertambahan pekerjaan di AS yang mengisyaratkan bahwa The Fed akan bertahan dengan rencana pengetatan kebijakan sepanjang sisa tahun ini.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,01% atau 0,009 poin ke 96,017 pada pukul 12.11 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,04% atau 0,029 poin di level 96,047, setelah pada perdagangan Jumat berakhir menguat 0,22% di posisi 96,008.

Pertumbuhan lapangan pekerjaan di AS melonjak lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juni, sementara para pengusaha menaikkan jam kerja bagi para pekerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa The Fed dapat bertahan dengan rencana untuk kenaikan suku bunga ketiga tahun ini serta mulai mengurangi neracanya meskipun kenaikan upah melambat dan inflasi lesu.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah tenaga kerja meningkat sebanyak 222.000 bulan lalu. Angka ini melampaui ekspektasi kenaikan sebasar 179.000 dan menguatkan rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini. Namun, laju kenaikan upah yang melambat mungkin mungkin akan sedikit menghambat rencana ini.

“Laporan pekerjaan yang solid memberi kita lebih banyak alasan untuk mengharapkan The Fed akan mengumumkan bahwa mereka siap untuk mulai memangkas neraca keuangannya,” kata Mitsuo Imaizumi, kepala strategi valuta asing untuk Daiwa Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Sebaliknya, tambah Imaizumi, Bank of Japan (BOJ) terlihat tidak keluar dari jalur kebijakannya saat ini serta mengambil langkah-langkah yang melemahkan yen.

Nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,25% atau 0,28 poin ke 114,17 yen per dolar AS pada pukul 12.21 WIB.

Pada hari Jumat (7/7), BOJ berusaha mempertahankan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) di kisaran target kebijakannya, memulai operasi pasar khusus serta meningkatkan ukuran operasi pembelian JGB regulernya.

Dalam sebuah pidato pada pertemuan triwulanan manajer cabang regional bank sentral, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda kembali menyatakan bahwa bank sentral tersebut memutuskan untuk mempertahankan program stimulus masifnya hingga inflasi stabil di atas target 2%.

Data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan pesanan mesin inti Jepang secara tak terduga jatuh pada bulan Mei dan pemerintah menurunkan prospek permintaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan, sehingga meningkatkan keraguan tentang kekuatan pemulihan ekonomi negara tersebut.

Data posisi terakhir menunjukkan bahwa sejumlah investor mengurangi posisi dolar mereka yang panjang, di tengah kekhawatiran bahwa serentetan data yang tidak bersemangat akan mendorong the Fed mengubah rencana hawkish-nya. (sumber:bisnis.com)
PT Kontak perkasa futures