PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Minyak Mentah Kandas Lagi, Pasar Pantau Perkiraan API

PT Kontak Perkasa Futures

Kontak perkasa – Harga minyak mentah melemah pada hari Selasa dengan perkiraan pasokan industri dari AS yang diharapkan akan menggerakkan harga.

Minyak mentah AS turun 0,45% menjadi $46,08 per barel di Bursa Perdagangan New York. American Petroleum Institute akan merilis estimasi stok produk langsung dan turunannya pada akhir pekan lalu. Data tersebut menyusul penurunan terbesar lebih dari 12 juta barel. Pedagang melihat hal tersebut disebabkan terganggunya pengiriman kargo di lepas pantai akibat cuaca badai.

Angka tersebut akan diikuti oleh data resmi dari Departemen Energi AS pada hari Rabu setelah juga melaporkan pelemahan besar di pekan lalu.

Semalam, harga minyak memperpanjang kerugian pada hari Senin setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak merevisi naik proyeksi produksi minyak dari negara-negara non-anggota untuk tahun 2017.

Brent acuan global anjlok 2,23%, di $46,94 pada Bursa Berjangka ICE Eropa. OPEC memperingatkan dalam laporan bulanannya pada hari Senin bahwa pasar minyak akan tetap terbebani oleh kelebihan pasokan hingga tahun 2017 akibat ladang minyak baru kembali aktif dan pengeboran shale AS tetap tangguh dalam menghadapi harga minyak mentah yang murah.

Pasokan minyak non-OPEC tahun 2017 direvisi naik 350.000 barel per hari (bph) dengan rata-rata 56.52 juta barel per hari, meningkat dari tahun ini.

Permintaan minyak mentah dari OPEC rata-rata akan 32.48 juta barel per hari pada 2017, organisasi tersebut mengatakan, turun dari perkiraan sebelumnya 33.010 juta barel per hari.

Meskipun pertumbuhan permintaan minyak menguat, pasar minyak akan tetap kelebihan pasokan di tahun ini dan selanjutnya, dalam laporan itu.

Harga minyak telah jatuh menjelang laporan, tertekan lebih rendah oleh dolar yang lebih kuat dan dengan meningkatnya aktivitas pengeboran minyak di Amerika Serikat. Pengeboran sumur minyak AS bertambah selama seminggu hingga kesepuluh kalinya di pekan lalu, menurut laporan dari perusahaan jasa Baker Hughes yang diterbitkan pada hari Jumat lalu.

Sumber;investing.com

KONTAK PERKASA FUTURES