PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



PT Kontak Perkasa Futures | Wika Gedung Prediksi Kontrak Baru Naik 28,4% Tahun Ini

wikaKontak Perkasa, Jakarta - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memprediksikan (forecast) pada 2018 akan memperoleh kontrak dihadapi sebesar Rp16,59 triliun atau naik sebesar 28,4% dari target tahun 2017.

Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo mengatakan bahwa kontrak yang dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp7,83 triliun dan carry over tahun 2017 sebesar Rp8,76 triliun.

“Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2018 direncanakan berasal dari Pemerintah 30%, BUMN 30%, dan Swasta 40%,” jelasnya, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Nariman menyebutkan bahwa komposisi tersebut menunjukkan bahwa WIKA Gedung memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku Holding Company.

Sementara untuk penjualan (termasuk penjualan KSO), WIKA Gedung menargetkan Rp5,19 triliun atau naik 28,8% dari target tahun 2017 sebesar Rp4,03 triliun dengan target laba bersih tahun 2018 Rp394,5 miliar atau naik 38% dari target tahun 2017 sebesar Rp285,8 miliar dan untuk pengembangan bisnis di tahun 2018, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp667 miliar.

“Dengan dasar pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh 5,4% di tahun 2018 serta fokus pemerintahan Presiden Jokowi terhadap pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2019 yang mengharuskan setiap orang mengikuti BPJS Kesehatan secara penuh maka WIKA Gedung siap mengembangkan bisnis (investasi dan konsesi) terkait dengan perkembangan infrastruktur tersebut, seperti di bidang kebandarudaraan, mass transportation termasuk social infrastructure seperti rumah sakit dan pendidikan,” ucapnya.

Di lini backward, WIKA Gedung fokus pada bisnis pracetak gedung, modular, dan geotech. Di bisnis pracetak gedung, telah berdiri anak perusahaan PT WIKA Pracetak Gedung yang memproduksi precast gedung yang berhubungan langsung dengan pekerjaan arsitektur. Sementara pada bisnis modular, WIKA Gedung berencana melanjutkan Kerja Sama Operasi (KSO) yang telah dilakukan sebelumnya dengan mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi modular bersama. Kemudian, di bidang geotech WIKA Gedung akan mengakusisi perusahaan di sektor tersebut untuk mengembangkan bisnis konstruksi bangunan bawah/Basement.

Sementara itu, WIKA Gedung telah membukukan kontrak dihadapi (Order Book) hingga Desember 2017 sebesar Rp12,92 triliun. Order Book tersebut terdiri atas kontrak baru senilai Rp7,32 triliun dan kontrak bawaan (carry over) tahun lalu sebesar Rp5,6 triliun. Capaian kontrak baru tersebut belum termasuk penawaran terendah beberapa proyek yang telah diperoleh di akhir tahun 2017.

Ia menyebutkan, kontrak proyek kontruksi yang telah diperoleh sepanjang tahun 2017, seperti Masjid Raya Jawa Barat, Office Center Pelindo III Surabaya, Apartemen Arandra Residences Jakarta, Hotel & Resort Pullman Mandalika Lombok, Apartemen Grand Ostello Jatinangor, Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, Tamansari Urbano Bekasi, Transmart Sidoarjo, Trans Studio Cibubur, Jakarta International Equestrian Park Pulomas Jakarta Timur, Gedung Mabes Polri Sisi Barat, Gedung Telkom Manyar, Apartemen Tamansari Iswara di Bekasi, Stasiun LRT Jakarta Koridor 1 Jakarta, Apartemen B Residence, Relokasi Rumah Dinas TNI AU–Halim, Transmart Jember, dan Pembangunan Rumah Susun Sewa Banten, Jabar, dan DKI Jakarta.

Sementara posisi arus kas hingga akhir tahun, perseroan tetap optimis membukukan arus kas positif. Tercatat arus kas operasi perseroan per November 2017  sebesar Rp192 miliar dan diproyeksikan per 31 Desember 2017 mencapai lebih dari Rp240 miliar.

“Kontribusi arus kas positif tersebut didukung oleh penerimaan kas yang berupa pencairan piutang serta pembayaran uang muka dari pelanggan,” tukasnya.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), Nariman Prasetyo

PT kontak Perkasa FUtures | IHSG Dibuka Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi Pendorong

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi PendorongKontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ikuti bursa saham global. Akan tetapi, penguatan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (8/1/2018), IHSG naik tipis 0,62 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.354,36. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 6,60 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.360,70. Indeks saham LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.081,73. Seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi 28 saham melemah. di luar itu, 114 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.363,44 dan terendah 6.354,29.

iputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ikuti bursa saham global. Akan tetapi, penguatan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (8/1/2018), IHSG naik tipis 0,62 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.354,36. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 6,60 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.360,70. Indeks saham LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.081,73. Seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi 28 saham melemah. di luar itu, 114 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.363,44 dan terendah 6.354,29.

Prediksi Analis

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung memiliki pola pergerakan yang berada dalam rentang wajar.

Ia menilai, pengaruh fluktuasi harga komoditas masih akan terasa dalam pergerakan IHSG. Potensi penguatan IHSG pun cukup besar yang ditopang dari fundamental ekonomi yang masih cukup kuat.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.189-6.446 pada perdagangan saham Senin pekan ini,” ujar William.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan bergerak terbatas dengan kisaran 6.290-6.375. “Secara teknikal, IHSG masih bergerak tertekan dan berada di level jenuh beli sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas,” kata Lanjar.

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Kembali Tunjukkan Keperkasaannya

IHSG Kembali Tunjukkan Keperkasaannya

Kontak Perkasa, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (4/1/2018) kembali memperlihatkan keperkasaannya dengan ditutup menguat 40,85 atau 0,65% ke posisi 6.292,32.

Indeks sempat berada di level terendah 6.233,93, IHSG juga menyentuh level tertingginya 6.292,32. Hal yang sama terjadi pada indeks LQ45 yang juga menguat 10,75 poin atau 1,02% ke posisi 1.067,27.

Hari ini investor bertransaksi senilai Rp7,25 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai sebanyak 351,026 kali transaksi, dengan volume 8,6 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Ada sebanyak 191 saham menguat, 152 melemah, dan 123 saham tak bergerak. Investor asing membukukan transaksi beli bersih (nett buy) senilai Rp264,21 miliar.

Apabila dilihat, hampir semua sektor saham mengalami penguatan. Sektor saham pertambangan mengalami penguatan paling tinggi dengan naik 1,64%. Kemudian, sektor aneka industri menguat 1,52% dibayangi oleh sektor saham barang konsumsi yang naik 1,19%.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah PSSI naik Rp32 atau 34,78% ke Rp124, IKAI naik Rp25 atau 34,25% ke posisi Rp98, PCAR naik Rp98 atau 24,87% ke Rp492, CMPP naik Rp76 atau 24,52% ke Rp386, dan SONA naik Rp430 atau 18,61% ke Rp2.740.

Adapun saham-saham yang masuk top losers yakni MABA turun Rp250 atau 24,88% ke Rp755, HDTX turun Rp106 atau 23,87% ke Rp338, TFCI turun Rp160 atau 20,25% ke Rp630, INAF turun Rp700 atau 14,29% ke Rp4.200, dan CASA turun Rp50 atau 11,9% ke Rp370.

PT Kontak Perkasa Futures | Bursa Asia Sentuh Level Tertinggi dalam 10 Tahun

Bursa Asia Sentuh Level Tertinggi dalam 10 Tahun

Kontak Perkasa, Tokyo - Bursa saham Asia mengalami kenaikan tertinggi dalam 10 tahun pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Penguatan bursa saham Asia ditopang rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Jerman yang solid.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen. Indeks saham Jepang Nikkei menguat dua persen pada saat perdagangan perdana pada 2018. Sementara itu, indeks saham Topix sentuh level tertinggi sejak 1991.

“Rilis data ekonomi usai liburan sangat baik. Jadi kekhawatiran pasar mengenai aksi ambil untung pada awal tahun baru, Namun pasar kelihatan cukup kuat,” ujar Hirokazu Kabeya, Chief Global Strategist Daiwa Securities, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (4/1/2018).

Dari data ekonomi yang dipublikasikan pada Rabu waktu setempat memperkuat harapan investor terhadap pertumbuhan ekonomi global yang solid. Ini akan mendorong permintaan barang termasuk minyak sehingga angkat kinerja keuangan perusahaan.

Selain itu, data ekonomi menguat ditunjukkan dari aktivitas pabrik di AS yang meningkat pada Desember. Ini didorong lonjakan pertumbuhan pesanan baru, sebagai tanda momentum ekonomi yang kuat pada akhir 2017.

Di Jerman yang merupakan kekuatan ekonomi Eropa mencatat tingkat pengangguran mencapai rekor terendah 5,5 persen pada Desember. Sentimen itu juga mendorong bursa saham global capai rekor tertinggi. Bahkan indeks saham di wall street tercatat menguat yang didorong sektor saham energi.

Sentimen lainnya pengaruhi bursa saham Asia yaitu komoditas. Di pasar komoditas, harga minyak AS atau West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 61,84 per barel. Harga minyak naik ke level tertinggi sejak Juni 2015.

Sedangkan di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,2 persen terhadap yen di kisaran 112,69 yen. Sedangkan euro sedikit berubah di kisaran US$ 1.200.

Investor pun ingin pasar menjadi lebih stabil. Dalam beberapa bulan terakhir, indeks volatilitasi bisa terjaga bahkan capai ke tingkat terendah sejak krisis keuangan global pada 2008.

Hal itu mengingat investor bertaruh bank sentral Amerika Serikat dan bank sentral utama lainnya di dunia akan perketat kebijakan moneter secara bertahap dengan sedikit tekanan inflasi.

Pada risalah rapat bank sentral AS pada 12-13 Desember juga tidak banyak mengubah persepsi itu. Mereka menunjukkan kalau rencana pemotongan pajak Presiden AS Donald Trump sebagai dorongan untuk belanja konsumen akan tetapi ketidakpastian mengenai dampak stimulus menaikkan tekanan harga.

Wall Street Menguat

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street dengan indeks saham S&P 500 berada di atas posisi 2.700 untuk pertama kali. Penguatan sektor saham teknologi mendorong kenaikan indeks saham acuan.

Hal itu mengindikasikan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat dan global. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 48,67 poin atau 0,2 persen ke posisi 24.872,68.

Indeks saham S&P 500 menguat 13,73 poin atau 0,51 persen ke posisi 2.709,54. Indeks saham Nasdaq bertambah 52,86 poin atau 0,75 persen ke posisi 7.059,75.

Rilis hasil rapat the Federal Reserve atau bank sentral AS mempengaruhi laju wall street. Hasil rapat bank sentral AS menunjukkan kekhawatiran pejabat bank sentral AS terhadap inflasi rendah dan melihat reformasi pajak AS akan mendorong ekonomi AS.

“Ini menekankan kalau mereka (bank sentral AS) akan tergantung data dan mereka ingin coba menormalisasikan kebijakan kecuali ekonomi melambat dan inflasi tak sesuai diharapkan,” ujar Sameer Samana, Global Equity dan Technical Strategist Wells Fargo Investment Institute, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (4/1/2018).

Pada awal sesi perdagangan di wall street, ada laporan data ekonomi yang menunjukkan aktivitas pabrik di AS meningkat pada Desember. Ini menunjukkan momentum ekonomi menguat pada akhir 2017. Sementara itu, survei manufaktur juga menekankan ekonomi Eropa mulai menguat.

sumber : liputan6.com

PT Kontak Perkasa Futures | Awali Perdagangan di 2018, Wall Street Catatkan Penguatan

Awali Perdagangan di 2018, Wall Street Catatkan PenguatanKontak Perkasa, Jakarta - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan di awal 2018. Investor cukup optimistis dengan prospek perekonomian 2018 menjadi salah satu landasan penguatan tersebut.

Mengutip Reuters, Rabu (3/1/2018), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 104,79 poin atau 0,42 persen menjadi 24.824,01. Untuk S&P 500 menguat 22,18 poin atau 0,83 persen menjadi 2.695,79. Sedangkan Nasdaq menambah 103,51 poin atau 1,5 persen menjadi 7.006,90.

Nasdaq mampu ditutup di atas 7.000 dan merupakan pertama kalinya depanjang sejarah. S&P 500 juga berakhir pada rekor tertinggi. Saham-sahhham di sektor teknologi menjadi landasan penguatan Wall Street.

Liputan6.com, Jakarta – Wall Street menguat pada penutupan perdagangan di awal 2018. Investor cukup optimistis dengan prospek perekonomian 2018 menjadi salah satu landasan penguatan tersebut.

Mengutip Reuters, Rabu (3/1/2018), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 104,79 poin atau 0,42 persen menjadi 24.824,01. Untuk S&P 500 menguat 22,18 poin atau 0,83 persen menjadi 2.695,79. Sedangkan Nasdaq menambah 103,51 poin atau 1,5 persen menjadi 7.006,90.

Nasdaq mampu ditutup di atas 7.000 dan merupakan pertama kalinya depanjang sejarah. S&P 500 juga berakhir pada rekor tertinggi. Saham-sahhham di sektor teknologi menjadi landasan penguatan Wall Street.