PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



Saham Twitter Bakal Kena Imbas Penangkapan Pangeran Alwaleed

Saham Twitter Bakal Kena Imbas Penangkapan Pangeran AlwaleedKontak Perkasa – Jakarta – Saham Citigroup dan Twitter bakal kena imbas dari korban petarungan kekuasaan. Ini seiring pemimpin tertinggi Arab Saudi menahan 11 pangeran dan puluhan menteri yang diduga terkait kasus korupsi, salah satunya miliarder dan Pangeran Alwaleed Bin Talal.

Mengutip laman CNBC, Senin (6/1/2017), Pangeran Alwaleed Bin Talal ditahan lantaran dicurigai melakukan pencucian uang. Pangeran Alwaleed menjalankan bisnis di bawah perusahaan investasi Kingdom Holding. Akibat sentimen penangkapan 11 pangeran dan puluhan menteri itu juga membuat saham Kingdom Holding merosot 9,9 persen di bursa saham Arab Saudi pada Minggu. Investor mencoba berspekulasi terhadap kendaraan investasi milik pangeran itu.

“Saya berpikir kalau posisi tertentu yang mungkin dimiliki oleh Pangeran Alwaleed mungkin akan mendapatkan tekanan. Saya tidak mengharapkan adanya efek jangka panjang. Benar-benar ini terlihat dari konsolidasi kekuatan politik oleh pangeran mahkota ketimbang korupsi,” ujar King Lip, Chief Strategist Baker Avenue Asset Management.

Biasanya yang terjadi di wall street ketika seorang manajer investasi ditangkap dan kena denda oleh otoritas bursa, pelaku pasar akan melakukan aksi jual. Namun ini adalah kasus yang unik lantaran bukan hanya melibatkan Arab Saudi tetapi kepemilikan investasi Alwaleed.

Perusahaan investasi diperkirakan menyembunyikan sebagian dari kepindahan kepemilikan saham melalui pihak ketiga. Secara teoritis, jika sahamnya dimiliki di atas lima persen dalam saham, komisi sekuritas dan bursa atau securities and exchange commision (SEC) akan umumkan kepemilikan saham.

Pada 23 Oktober 2017, Alwaleed konfirmasi kalau pihaknya masih memiliki Twitter. Akan tetapi, total kepemilikannya belum diketahui. Menurut InsiderScore.com, per Desember 2016, Alwaleed memiliki 4,9 persen saham.

Direktur Riset InsiderScore Ben Silverman menuturkan, kepemilikan saham itu akan menjadikan Walwaleed sebagai pemegang saham kelima terbesar di perusahaan pada akhir kuartal II 2017.

“Saya pikir mungkin ada beberapa volatilitas saham dengan adanya kepemilikan saham oleh sejumlah pihak kerajaan,” ujar Silverman.

Selain Twitter, Alwaleed juga memiliki Citigroup sejak 1991. Ia membeli saham Citigroup selama krisis keuangan. Ia pun mengakui masih menjadi pemegang saham di Citigroup. Namun, kepemilikannya pun belum diketahui.

Terkait penangkapan 11 pangeran termasuk Alwaleed bin Talal, Kingdom Holding mengunggah sebuah pernyataan pada situsnya.

“Perseroan tetap lenjutkan operasi bisnisnya. Tim manajemen eksekutif senior menegaskan komitmennya penuh untuk melanjutkan bisnis perseroan, komitmen terhadap investor dan pemegang sahamnya serta pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” tulis Kingdom Holding.

Bursa Saham Arab Saudi Merosot di Awal Perdagangan

Bursa saham Arab Saudi tertekan pada awal perdagangan usai Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman mengonsolidasikan kekuasaannya dengan menangkap sejumlah 11 pangeran, tokoh terkenal lainnya dan melakukan reshuffle kabinet.

Indeks saham Arab Saudi turun 1,5 persen usai delapan menit perdagangan. Perusahaan investasi Kingdom Holding yang dimiliki Pangeran dan Miliarder Alwaleed bin Talal turun 9,9 persen.

Televisi Al Arabiya melaporkan adanya komite antikorupsi yang dipimpin oleh Pangeran Mohammed menahan 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri.

Selain itu, menurut Saudi TV, tiga menteri yang dicopot dari jabatannya adalah Menteri Ekonomi dan Perencanaan Adel bin Mohammed Faqih, Menteri Garda Nasional Pangeran Miteb bin Abdullah bin Abdulaziz dan Panglima Angkatan Laut Laksamana Abdullah bin Sultan bin Mohammed Al-Sultan.

Dalam keputusan kerajaan disebutkan, badan antikorupsi diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang mendera Arab Saudi.

“Karena kecenderungan beberapa orang untuk melakukan pelanggaran, menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan publik, dan mencuri dana publik,” demikian dikabarkan Saudi TV.

“Komite akan melacak dan memberantas korupsi di semua tingkat.”

Tiga menteri yang digulingkan segera digantikan oleh sosok lain. Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Mohammed bin Ayyaf Al Muqren ditunjuk menjadi menteri Garda Nasional.

Mohammed bin Mazyad Al-Tuwaijri terpilih jadi Menteri Ekonomi dan Perencanaan, sementara Wakil Laksamana Fahd bin Abdullah Al-Ghifaili nai pangkat sebagai Panglima Angkatan.

Badan antikorupsi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman memiliki wewenang untuk menyelidiki, menangkap, mengeluarkan larangan perjalanan, dan membekukan aset-aset yang diduga terkait kejahatan korupsi.

Sebagian besar rakyat Arab Saudi diklaim mendukung aksi pemberantasan korupsi yang digagas pemerintah. Di sisi lain, muncul dugaan motif politik di balik itu.

sumber : liputan6.com

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih terlihat kuat untuk kembali menguat. Apalagi level support IHSG dapat terjaga cukup kuat. William menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia juga akan menjadi sentimen pergerakan IHSG di awal pekan ini.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.939-6.088 pada Senin pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Senin (6/11/2017).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menjadi perhatian pelaku pasar. Diperkirakan, produk domestik bruto (PDB) cukup optimistis bakal naik menjadi 5,1 persen pada kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya 5,01 persen.

Selain itu, data penjualan ritel diperkirakan naik sehingga mendorong indeks keyakinan konsumen menjadi 2,5 persen. Lanjar menuturkan, IHSG akan kembali mencoba mencetak rekor tertingginya didorong optimismenya perkiraan pertumbuhan ekonomi. Namun secara teknikal ada potensi tekanan dari aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Dari eksternal, menurut Lanjar, investor Asia juga akan terfokus pada data komposisi ekspor impor dan neraca perdagangan di China. Di Eropa akan terfokus pada kinerja sektor jasa dan penjualan ritel.

“IHSG secara teknikal memberi indikasi aksi ambil untung jangka pendek dengan pergerakan 6.017-6.060,” kata Lanjar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sektor Saham Topang Penguatan IHSG pada Pekan Lalu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali catatkan penguatan selama sepekan. Saham bank dan industri dasar menopang penguatan IHSG.

Mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, Sabtu 4 November 2017, IHSG naik 1,07 persen dari 5.975 pada 27 Oktober 2017 menjadi 6.039 pada 3 November 2017. Penguatan IHSG didorong saham-saham masuk LQ45 naik 2,07 persen.

“Sektor saham bank dan industri dasar mendorong saham-saham indeks LQ45,” tulis Ashmore.

Akan tetapi, investor asing masih catatkan aksi jual senilai US$ 320 juta. Di pasar obligasi atau surat utang ikuti penguatan IHSG. Obligasi naik 0,91 persen usai terjadi aksi jual dalam lima pekan. Surat utang pemerintah bertenor 10 tahun turun 20 basis poin menjadi 6,6 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi 13.498. Investor asing masih melakukan aksi jual US$ 690 juta di pasar obligasi.

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG yang telah bergeser rentang konsolidasinya mendorong potensi penguatan. Hal itu asal ditopang dari aliran dana investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.942-6.088 pada Jumat pekan ini,” kata William dalam ulasannya, Jumat (3/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang melemah menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.000-6.050.

“Secara teknikal IHSG membentuk pola tertekan. Indikasi aksi ambil untung cukup terkonfirmasi melihat tingginya momentum IHSG saat ini,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin, IHSG turun tipis 7,04 poin ke posisi 6.031,12. Hal itu lantaran aksi jual usai sempat menguat di sesi pertama hingga 0,5 persen. Investor asing pun melakukan aksi jual Rp 4,88 triliun di pasar negosiasi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT AKR Corpindo Tbk (AKR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sedangkan William memilih saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

IHSG Turun Tipis

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan Kamis pekan ini. Sejak pagi hingga siang, IHSG terus menguat namun sayangnya menjelang penutupan harus tumbang di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 2 November 2017, IHSG turun 7,03 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.031,10. Indeks saham LQ45 menguat 0,11 persen ke posisi 1001,41. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 200 saham melemah, sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 136 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 332.867 kali dengan volume perdagangan saham 10 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 388 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.544.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham memerah. Sektor saham barang konsumsi turun 1,46 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan turun 1,18 persen. Sedangkan sektor saham manufaktur susut 0,72 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham RBMS naik 34,29 persen ke posisi Rp 141, saham MCAS melonjak 24,64 persen ke posisi Rp 2.580, dan saham RODA naik 23 persen ke posisi Rp 160.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO melemah 25 persen ke posisi Rp 450, saham KONI turun 24,81 persen ke posisi Rp 406 dan saham TALF tergelincir 18,09 persen ke posisi Rp 326 per saham.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menjelaskan, sejak pagi IHSG terlihat terus berada di zona hijau. Namun pada sore hari, pelaku pasar terlihat keluar sehingga mendorong indeks ke zona hijau. “IHSG sempat menyenggol level resistance di 6.060 dan akhirnya turun ke 6.031,10,” jelas dia.

IHSG Berpotensi Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

IHSG Berpotensi Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham sehingga bantu laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi stabil. Hal itu jadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan kenaikan IHSG. Selain itu, aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.911-6.048,” ujar William dalam ulasannya, Kamis (2/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan konsolidasi di kisaran 5.997-6.050. Aksi ambil untung akan membayangi IHSG.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG naik 32,36 poin ke posisi 6.038. Penguatan IHSG mengikuti kenaikan bursa Asia. Tingkat inflasi secara tahunan di bawah harapan 3,5 persen dari 3,72 persen menjadi katalis positif.

Selain itu, sektor saham tambang mencatatkan penguatan terbesar 2,15 persen, perdagangan 1,16 persen dan keuangan 1,14 persen. Meski pun investor asing tercatat aksi jual sangat signifikan di awal bulan Rp 1,12 triliun usai sejumlah riset global menilai momentum IHSG sudah cukup tinggi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Ace Hardware Tbk (ACES).

Sedangkan William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Investor Asing Jual Saham Rp 1 Triliun, IHSG Menguat

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan saham. Meski investor asing melakukan aksi jual, IHSG sentuh rekor baru tertinggi.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 1 November 2017, IHSG naik 32,36 poin atau 0,54 persen ke posisi 6.038,14. Indeks saham LQ45 menguat 0,81 persen ke posisi 1.000,29. Ini merupakan level tertinggi indeks LQ45. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 163 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 182 saham melemah, sehingga menahan penguatan IHSG. 117 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 302.903 kali dengan volume perdagangan saham 8,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 1,12 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.571.

Di pasar negosiasi, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai transaksi Rp 1,5 triliun. Saham TLKM ditransaksikan turun 3,3 persen menjadi Rp 3.950. Total frekuensi perdagangan saham 23 kali.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham tambang naik 2,17 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan naik 1,22 persen, sektor saham perdagangan menguat 1,16 persen. Sedangkan sektor saham industri dasar susut 1,07 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham MCAS naik 49,46 persen ke posisi Rp 2.070, saham LMSH melonjak 24,6 persen ke posisi Rp 785, dan saham SQMI naik 24,40 persen ke posisi Rp 520.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ASJT melemah 25 persen ke posisi Rp 675, saham KONI turun 25 persen ke posisi Rp 540 dan saham FIRE tergelincir 15,34 persen ke posisi Rp 1.435 per saham.

Bursa Asia kompak menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,23 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,31 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 1,86 persen, dan catatkan penguatan terbesar.

Disusul indeks saham Shanghai menguat 0,52 persen, indeks saham Singapura naik 0,52 persen dan indeks saham Taiwan melonjak 0,12 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, pelaku pasar merespons positif rilis inflasi Oktober 2017 di kisaran 0,01 persen. Dengan inflasi Oktober 0,01 persen itu mendorong inflasi secara tahunan di kisaran 3,8 persen. Reza menuturkan, angka tersebut masih sesuai dengan target inflasi pemerintah empat persen.

“Jadi pemerintah mampu mengendalikan inflasi,” kata Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, peringkat kemudahan berusaha Indonesia naik ke posisi 72 juga direspons positif pelaku pasar. Sentimen tersebut juga mendorong laju IHSG.

Kehati-hatian Investor Bikin Harga Emas Susut

Kehati-hatian Investor Bikin Harga Emas SusutKontak Perkasa - London Harga emas turun terpicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kehati-hatian investor jelang pertemuan Bank Sentral pada pekan ini. Kemudian rencanya rilisnya data payroll dan pengumuman pemimpin baru kursi Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot tergelincir 0,4 persen menjadi US$ 1.270,40 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun US$ 7,20, atau 0,6 persen ke posisi US$ 1.270,50 per ounce. Ini mencapai penurunan bulanan sebesar 1 persen.

Dolar awalnya mendatar didukung laporan data AS yang solid. Namun ini berada di jalur kenaikan bulanan kedua berturut-turut.

Di sisi lain, The Fed memulai pertemuan dua hari. Seiring pertemuan ini menguat spekulasi jika Presiden Donald Trump akan memilih Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed yang baru.

“Seseorang dari dalam the Fed, bahkan jika mereka lebih dovish, mungkin kurang bullish untuk emas, karena akan terlihat lebih cocok untuk mengelola kebijakan moneter, ” kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group di New York.

Kondisi ini bisa membuat dolar AS lebih menguat, yang biasanya mendorong emas menjadi lebih mahal. The Fed dijadwalkan merilis pernyataannya usai pertemuan pada Rabu pukul 2 siang waktu setempat.

Di sisi lain, Pelaku pasar juga sedang menunggu kebijakan Bank of England, rilisnya data gaji pekerja AS.

Adapun harga logam lainnya, perak turun 0,7 persen menjadi US$ 16,71 per ounce, menuju kenaikan bulanan ssebesar 0,5  persen

Harga platinum turun 0,1 persen menjadi US$ 915,24 per ounce. Paladium naik 1,6 persen menjadi US$ 980 per ounce.