PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



Kontak Perkasa Futures | Emas Berjangka Naik Karena Fed

Emas Berjangka Naik Karena Fed

Kontak Perkasa, Chicago - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Kamis (22/3/2018) pagi WIB, karena dolar AS melemah lebih lanjut menyusul keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga jangka pendeknya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 9,6 dolar AS atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada 1.321,5 dolar AS per ounce.

The Fed pada Rabu (21/3), seperti diperkirakan secara luas, memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan dua kenaikan suku bunga lagi pada 2018, dengan alasan prospek ekonomi “menguat” dalam beberapa bulan terakhir.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,5 persen menjadi 89,91 pada pukul 17.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 23,4 sen, atau 1,45 persen, menjadi menetap di 16,419 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April bertambah 5,6 dolar AS, atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 950,6 dolar AS AS per ounce.

Kontak Perkasa Futures | Dolar AS Menguat Ketika Pertemuan Federal Reserve Dimulai

Dolar AS Menguat Ketika Pertemuan Federal Reserve Dimulai

Kontak Perkasa, New York - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (21/3/2018) pagi WIB, ketika Federal Reserve AS memulai pertemuan kebijakan moneter dua harinya.

The Fed dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kenaikan suku bunganya pada Rabu waktu setempat atau Kamis (22/3) pagi waktu Indonesia. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Maret mencapaih 94,4 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Sementara sebagian besar pelaku pasar memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, mereka juga akan mencari petunjuk tentang apakah bank sentral akan bertahan pada jalur untuk tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, atau apakah mereka mengharapkan untuk memperketat kebijakan lebih lanjut.

Para investor juga akan mengamati secara seksama perkiraan kuartalan baru dari pejabat-pejabat Fed yang akan dirilis pada Rabu pukul 02.00 waktu setempat (19.00 GMT), disusul oleh sebuah konferensi pers dari Jerome Powell, yang pertama sebagai ketua the Fed.

Tidak ada data ekonomi utama yang keluar pada Selasa (20/3).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,66 persen menjadi 90,358 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2255 dolar AS dari 1,2353 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4004 dolar AS dari 1,4043 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi 0,7684 dolar AS dari 0,7719 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,44 yen Jepang, lebih tinggi dari 105,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS bergerak naik menjadi 0,9553 franc Swiss dari 0,9496 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3082 dolar Kanada dari 1,3057 dolar Kanada.

Kontak Perkasa Futures | BORN Harus Hadapi Pahitnya Keputusan Regulator

BORN Harus Hadapi Pahitnya Keputusan Regulator

Kontak Perkasa, Jakarta - Pertambangan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) yang berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga saat ini masih dirugikan karena belum adanya kepastian terkait kebijakan pemerintah setempat.

Direktur BORN Kenneth Raymond Allan mengumumkan anak usahanya yaitu PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) tetap beroperasi secara normal dan melakukan kegiatan pertambangan batu bara maupun pengangkutan batu bara hasil penambangannya.

Normalnya operasional AKT seiring dengan putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk menunda pelaksanaan dari Surat Keputusan Pengakhiran kerja sama kepada AKT.

BORN dan AKT menerima surat Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM tanggal 19 Oktober 2017 dan diterima pada 2 November 2017. Isinya, menurut Kenneth, secara sepihak mengakhiri Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) antara AKT dan Pemerintah Indonesia.

Dasarnya adalah tudingan dari Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalteng yang menyebutkan AKT melakukan penambangan dan atau pengangkutan batu bara secara tidak sah.

Tudingan itu disampaikan setelah pihak dari dinas ESDM itu bersama dengan tim gabungan dari Pemprov Kalteng melakukan kunjungan dinas ke lokasi pertambangan dan pelabuhan AKT pada pekan lalu.

“Tuduhan yang tidak berdasar, menyesatkan, dan sangat merugikan perseroan,” tegasnya, dalam keterbukaan informasi, Kamis (14/3/2018).

Bukan hanya itu, tim gabungan terpisah dari Pemprov Kalteng juga kunjungan ke terminal khusus PT Artha Contractors yang melayani jasa kepelabuhanan batu bara hasil penambangan AKT di desa Damparan, Barito Selatan, Kalteng.

Dasar dari kunjungan adalah surat Dinas Perhubungan Kalteng pada 12 Maret 2018 yang mengeluarkan Surat Teguran kepada Artha Contractors untuk menghentikan kegiatan bongkar-muat sehubungan dengan hasil produksi AKT. Alasannya, terminal transit khusus itu tidak diizinkan untuk melayani jasa bongkar-muat batu bara milik umum.

Menyikapi tuduhan kedua itu, Kenneth menegaskan, terminal khusus dimaksud tidak melayani kepentingan umum. “Keberadaan dan operasional terminal khusus, termasuk pelayanan yang diberikan kepada AKT telah memeroleh izin secara lengkap dan mutakhir dari instansi-instansi pemerintah yang berwenang sesuai dengan dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” paparnya.

Peraturan dan izin dimaksud di antaranya Peraturan Gubernur Kalteng nomor 15 tahun 2012 dan Surat Rekomendasi Gubernur Kalteng nomor 540/1077/EK tanggal 28 November 2012 tentang penetapan terminal khusus PT Artha Contractors.

Izin operasi terminal khusus diberikan oleh Menteri Perhubungan RI kepada PT Artha Contractors antara lain berdasarkan Pergub Kalteng dan Surat Rekomendasi Gubernur Kalteng itu.

“Perseroan sangat menyayangkan dan dirugikan dengan dikeluarkannya Surat Teguran dan Permohonan Pencabutan Izin Operasi Terminal Khusus dimaksud. Sekali lagi, penyelenggaraan jasa bongkar-muat batu bara hasil produksi AKT oleh ARtha Contractors telah sesuai dengan perizinan yang diperoleh dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Kontak Perkasa Futures | Di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Luar Negeri AS, Emas Berjangka Naik

Di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Luar Negeri AS, Emas Berjangka Naik

Kontak Perkasa, Chicago - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (14/3/2018) pagi WIB, setelah Presiden AS Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam sebuah langkah yang terduga.

Tillerson akan digantikan oleh Direktur Central Intelligence Agency (CIA) saat ini Mike Pompeo.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April menguat 6,3 dolar AS atau 0,48 persen, menjadi menetap di 1.327,10 dolar AS per ounce.

Menjelaskan keputusannya untuk memecat Tillerson, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia “tidak setuju (dengan Tillerson) mengenai hal-hal … kami tidak memiliki pemikiran yang sama,” sambil mengatakan bahwa dia dan kepala CIA “selalu memiliki pemikiran yang sama.” Namun, kepergian Tillerson telah membawa lebih banyak ketidakpastian mengenai kebijakan luar negeri AS dan mendorong para investor untuk beralih ke aset “safe haven” emas.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,31 persen menjadi 89,585 pada pukul 17.51 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena logam mulia yang diukur dalam dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Emas berjangka mendapat dukungan tambahan karena Dow Jones Industrial Average AS kehilangan lebih dari 170 poin, berjuang untuk bertahan di atas 25.000 poin. Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 9,1 sen atau 0,55 persen, menjadi menetap di 16,627 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik 4,40 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi ditutup di 967,30 dolar AS per ounce.

PT Kontak Perkasa Futures | Awal Pekan Ini IHSG Kembali Menghijau

Awal Pekan Ini IHSG Kembali Menghijau

Kontak Perkasa, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (12/3/2018) ditutup menguat ke posisi 6.500,68, naik 67,36 poin atau 1,05%. IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 6.459,32 meski sempat berada di posisi tertingginya pada level 6.500,68. Hal yang sama terjadi pada indeks LQ45 yang ikut naik 10,54 poin atau 0,99% ke posisi 1.075,38.

Pada perdagangan hari ini investor bertransaksi senilai Rp8 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 405.288 kali transaksi, dengan volume 9,01 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Sebanyak 242 saham menguat, 118 melemah, dan 116 saham tak bergerak. Hari ini investor asing melakukan beli bersih (nett buy) Rp111,03 miliar.

Hampir seluruh sektor saham di BEI mengalami penguatan kecuali sektor agri yang melemah 0,28%. Sektor saham pertambangan menguat paling tinggi sebesar 2,43%, kemudian sektor saham keuangan naik 1,43%, lalu di belakangnya sektor saham industri dasar yang menanjak 1,3%.

Saham-saham yang masuk top gainers adalah RODA naik Rp56 atau 34,57% ke Rp218, PADI naik Rp145 atau 24,79% ke Rp730, DEFI naik Rp300 atau 22,64% ke Rp1.625, INTD naik Rp105 atau 15,67% ke Rp775, dan DGIK naik Rp10 atau 15,15% ke Rp76.

Adapun, saham-saham yang berada di deretan top losers yakni TIRA turun Rp54 atau 23,89% ke Rp172, BULL turun Rp37 atau 16,97% ke Rp181, PDES turun Rp205 atau 15,24% ke Rp1.140, HOME turun Rp18 atau 12,86% ke Rp122, dan AKPI turun Rp80 atau 10,26% ke Rp700.