PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



PT Kontak Perkasa Futures | BEI Suspensi Saham Express Transindo Utama

BEI Suspensi Saham Express Transindo Utama

Kontak perkasa, Jakarta - Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham dan obligasi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) pada Senin (2/4/2018).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, otoritas bursa suspensi dilakukan seluruh pasar terhitung sejak sesi pertama perdagangan efek 2 April 2018. Suspensi itu dilakukan hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

Suspensi itu dilakukan karena ada penundaan pembayaran bunga ke-15 atas obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 yang diumumkan di website KSEI.Bursa pun meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Express Transindo Utama Tbk.

Sebelum suspensi, saham PT Express Transindo Utama Tbk berada di posisi Rp 158 per saham pada perdagangan Jumat pekan lalu. Saham TAXI naik 17,04 persen. Nilai transaksi Rp 74,6 miliar.

Gagal Bayar Bunga Utang

Manajemen PT Express Transindo Utama Tbk gagal bayar bunga ke-15 obligasi I Tahun 2014 senilai Rp 1 triliun.

Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), seperti ditulis Kamis (29/3/2018), pembayaran bunga ke-15 Obligasi atau surat utang I PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) seharusnya dilaksanakan pada 26 Maret 2018.

Akan tetapi, pembayaran ditunda karena dana belum efektif di rekening KSEI sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal itu disampaikan Direktur KSEI Supranoto Prajogo dalam surat KSEI pada 23 Maret 2018.PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pun kembali menurunkan peringkat obligasi I Tahun 2014 dari BB- menjadi D atau default. Ini lantaran PT Express Transindo Utama Tbk gagal bayar bunga pada 26 Maret 2018. Peringkat utang tersebut menjadi default ketika utang gagal bayar. Gagal bayar utang terjadi ketika pertama kali tak membayar kupon bunga. Pefindo juga menurunkan peringkat TAXI dari BB- menjadi SD atau selective default.

Sebelumnya hasil pemeringkatan Pefindo pada 14 Maret 2018 juga menurunkan peringkat obligasi I Tahun 2014 senilai Rp 1 triliun menjadi BB- untuk periode 12 Maret 2018-1 Maret 2019.

Peringkat tersebut juga diberikan berdasarkan data dan informasi dari PT Express Transindo Utama Tbk serta laporan keuangan tidak diaudit per 30 September 2017 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2016.PT Express Transindo Utama Tbk terbitkan obligasi Rp 1 triliun pada 2014. Obligasi tersebut bertenor lima tahun. Kupon bunga ditetapkan sekitar 12,25 persen per tahun. Peringkat obligasi tersebut A dari Pefindo. Dana hasil penerbitan obligasi antara lain digunakan untuk ekspansi antara lain membeli kendaraan dan infrastruktur pendukung.

Bila melihat laporan keuangan, perseroan hanya kantongi kas Rp 7,29 miliar pada 30 September 2017 dari posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp 16,24 miliar.

Mengutip laman Pefindo, PT Express Transindo Utama Tbk berdiri pada 1989 dan pernah jadi pemimpin operator taksi di Indonesia. Hingga 30 September 2017 memiliki hampir 10 ribu kendaraan. Bisnis yang dijalankan mulai dari taksi premium, bus charters dan transportasi bisnis lainnya. Kepemilikan saham perseroan per 30 September 2017 antara lain PT Rajawali Corpora sebesar 51 persen dan publik 49 persen.

PT Kontak Perkasa Futures | Harga Emas Tertekan Imbas Penguatan Dolar AS

Harga Emas Tertekan Imbas Penguatan Dolar AS

Kontak Perkasa, New York - Harga emas dan perak kompak melemah hingga pertengahan perdagangan. Hal itu didorong penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi jual investor.

Harga emas berjangka untuk pengiriman April turun USD 15,60 ke posisi USD 1.326,40. Sedangkan harga perak susut USD 0,276 ke posisi USD 16.265 per ounce.

Sementara itu, bursa saham global sebagian besar tertekan usai indeks saham acuan di Amerika Serikat (AS) atau wall street tertekan. Akan tetapi, pelemahan indeks saham di AS relatif tertahan. Hal itu dinilai dapat menjadi sentimen positif untuk pergerakan harga emas dan perak dalam jangka panjang.

Mengutip laman Kitco, Kamis (29/3/2018), pasar juga dipengaruhi rilis data ekonomi AS. Produk domestik bruto (PDB) AS tercatat naik menjadi 2,9 persen. Diperkirakan PDB AS tumbuh 2,7 persen. Para ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi AS di atas tiga persen pada 2018. Hal ini didorong pemangkasan pajak perusahaan di AS sehingga perkuat ekonomi.

“Pasar dipengaruhi indeks dolar bergerak lebih tinggi. Indeks dolar AS cenderung volatile baru-baru ini tetapi tren jangka pendek tertekan. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex tergelincir karena aksi ambil untung,” ujar Analis Kitco Jim Wycoff.

Ia menambahkan, secara teknis harga emas berjangka untuk pengiriman April sedikit unggul dalam jangka pendek.

Target kenaikan harga emas dapat terjadi dengan level resistance menembus USD 1.356 per ounce. Sedangkan target penurunan harga emas dapat terjadi jika berada di bawah USD 1.300. Jadi level resistance harga emas di kisaran USD 1.330 dan kemudian USD 1.335.

Perdagangan Kemarin

Sebelumnyam harga emas jatuh usai mencapai level tertinggi dalam 6 minggu terpicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan peningkatan risiko di pasar keuangan global. Meski demikian logam mulia masih memiliki penopang yakni serangkaian ketegangan geopolitik di beberapa negara.

Melansir laman Reuters, Rabu (28/3/2018), harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1,.343,84 per ounce. Ini usai menyentuh posisi tertinggi sejak 16 Februari USD 1.356,66 per barel.

Sementara harga emas berjangka AS untuk perdagangan April turun USD 13, atau 1 persen, ke posisi USD 1.342 per ounce.

Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini memunculkan risiko pasar yangn mengurangi minat investor terhadap mata uang utama ini. Maklum, Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal.

Sebelumnya pasar saham melonjak menanggapi laporan jika AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang dagang, merusak daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman.

“Akan ada beberapa bulan pembicaraan sebelum adanya ketidakpastian di sekitar situasi perdagangan global dapat terhapus. Dan sementara itu, emas terkadang akan menguntungkan,” kata Simona Gambarini, Ekonom Komoditas di Capital Economics.

Hal yang mempengaruhi pasar emas lainnya datang dari kondisi geopolitik. Salah satunya dari Rusia, yang mengatakan akan mengambil langkah balasan terkait keputusan AS untuk mengusir 60 diplomat negaranya dengan tuduhan mata-mata.

Pelaku pasar juga masih melihat soal perkembangan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS. Suku bunga yang lebih tinggi memang akan membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik.

Adapun harga perak tercatat turun 0,7 persen menjadi USD 16,54 perounce setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu di posisi USD 16,80.

Harga Platinum turun 1,1 persen menjadi USD 941,99 per ounce, mencapai USD 935, terendah sejak 3 Januari. Harga Palladium meningkat 0,1 persen ke posisi USD 974,50 per ounce.

PT Kontak Perkasa Futures | Transaksi Saham Capai Rp 16,8 Triliun, IHSG Susut 13,87 Poin

Transaksi Saham Capai Rp 16,8 Triliun, IHSG Susut 13,87 Poin

Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan saham Kamis pekan ini. IHSG tertekan didorong bursa saham global.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (28/3/2018), IHSG melemah 13,87 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.195. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG susut 24,31 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.185,03. Indeks saham LQ45 melemah 0,71 persen ke posisi 1.008. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 77 saham tergelincir sehingga menekan IHSG. 60 saham menguat dan 96 saham diam di tempat. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.197 dan terendah 6.172,89.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 9.727 kali dengan volume perdagangan saham 11 miliar saham. Total transaksi Rp 10,3 triliun. Di pasar negosiasi, transaksi saham PT Medco Energi Internasional Tbk mencapai Rp 16,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 78,16 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.745.

Saham MEDC naik 6,21 persen ke posisi Rp 1.540 per saham. Total frekuensi perdagangan saham delapan kali.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham pertanian naik 0,11 persen. Sektor saham aneka industri susut 1,07 persen, sektor saham keuangan melemah 0,90 persen dan sektor saham barang konsumsi tergelincir 0,75 persen.

Saham-saham catatkan penguatan antara lain saham PADI naik 21,78 persen ke posisi Rp 615 per saham, saham BUDI menguat 20,69 persen ke posisi Rp 175 dan saham KMTR menanjak 7,75 persen ke posisi Rp 695 per saham.

Saham MGNA melemah 5,32 persen ke posisi Rp 89, saham IIKP susut 4,27 persen ke posisi Rp 224 dan saham TAXI tergelincir 3,95 persen ke posisi Rp 170 per saham.

Bursa Asia kompak melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,76 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 1,33 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 1,64 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai turun 0,35 persen, indeks saham Singapura melemah 0,95 persen dan indeks saham Taiwam merosot 0,71 persen.

Prediksi Analis

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Rilis data ekonomi akan menopang laju IHSG.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menyebutkan penantian rilis data ekonomi pada awal bulan ini dapat memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG.

“Kondisi akhir pekan yang pendek ditambah jelang pergantian bulan, maka penantian terhadap rilis data perekonomian awal bulan terlihat akan dapat kembali memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG,” ujar dia dalam ulasanya, di Jakarta, Rabu (28/3/2018)

Dia memprediksi, hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran berada pada 6081 – 6288.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menilai pergerakan IHSG sudah menyentuh level maksimum yakni pada area gap di level 6.253.

“Pergerakan indeks sudah menyentuh level maksimum pada area gap di level 6.253. Dengan demikian, IHSG berpotensi menuju ke area support pada level 6.174 – 6.138,” tutur dia.

Sebagai pilihan saham, William merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Sri Rejeki Isman Tbk, serta PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sedangkan Nafan Aji merekomendasikan saham PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Siloam International Hospital Tbk (SILO), PT Unilver Indonesia Tbk (UNVR), dan juga PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).

PT Kontak Perkasa Futures | Rupiah Menguat, IHSG Turun 10,52 Poin

Rupiah Menguat, IHSG Turun 10,52 Poin

Kontak Perkasa, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal pekan ini. Rupiah cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menahan pelemahan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (26/3/2018), IHSG melemah 10,52 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.200,17. Indeks saham LQ45 susut 0,31 persen ke posisi 1.014,30. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.205,57 dan terendah 6.167,33. Sebanyak 155 saham melemah sehingga menekan IHSG. 186 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Semetara, 128 saham lainnya diam di tempat. Transaksi perdagangan saham cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 321.131 kali dengan volume perdagangan 9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 957,17 miliar di pasar regular.

Posisi rupiah di kisaran 13.734 per dolar Amerika Serikat. Sebagian besar sektor saham. Sektor saham infrastruktur melemah 0,60 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi susut 0,55 persen dan sektor saham aneka industri merosot 0,54 persen. Sektor saham tambang naik 1,22 persen, dan catatkan penguatan terbesar.

Disusul sektor saham industri menanjak 0,89 persen dan sektor saham pertanian mendaki 0,51 persen.Saat IHSG melemah, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan. Saham-saham itu antara lain saham PKPK naik 34,74 persen ke posisi Rp 128, saham MGNA melonjak 34,62 persen ke posisi Rp 70, dan saham PSAB menanjak 25 persen ke posisi Rp 290 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham SULI turun 3,92 persen ke posisi Rp 147, saham AKRA tergelincir 2,95 persen ke posisi Rp 5.750 per saham, dan saham JSMR susut 2,82 persen ke posisi Rp 4.480 per saham.

Sebagian besar bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,79 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,84 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,72 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,15 persen. Sementara itu, indeks saham Shanghai tergelincir 0,60 persen dan indeks saham Singapura susut 0,14 persen.

Analis PT Binaarhta Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG menurun lantaran pelaku pasar global sangat menyayangkan kondisi ekonomi global yang masih tidak kondusif. Ini karena terkait dengan meningkatnya tensi perang dagang di antara Amerika Serikat dan China. “Sementara itu dari dalam negeri sentimen positif masih minim,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

IHSG Tergelincir di Awal Sesi

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada pembukaan perdagangan di awal pekan ini. Pelemahan ini mengikuti bursa Asia yang juga berada di zona merah. Pada pembukaan perdagangan saham, Senin 26 Maret 2018,

IHSG turun 33,89 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.178,34. Indeks saham LQ45 turun 0,79 persen ke posisi 1.009,52. Sebagian besar indeks saham acuan melemah. Ada sebanyak 95 saham menguat namun tak mampu mengangkat laju IHSG.

Sebanyak 94 saham melemah dan 88 saham diam di tempat. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.181,45 dan terendah 6.171,45.

Adapun total frekuensi perdagangan saham sekitar 17.333 kali dengan volume perdagangan 567,1 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 278,2 miliar. Investor asing masih jual saham. Aksi jual saham tercatat Rp 23 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.762.

Tercatat, sebagian besar sektor saham memerah. Hanya ada dua sektor yang menghijau yaitu perkebunan dan pertambangan. Sektor saham keuangan mencatat pelemahan terbesar 0,87 persen. Disusul sektor saham aneka industri turun 0,77 persen dan sektor saham perdagangan melemah 0,42 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham PKPK naik 24,21 persen ke posisi Rp 118 per saham, saham RBMS naik 22,66 ke posisi Rp 318 per saham, dan saham OASA menguat 16,08 persen ke posisi Rp 332 per saham. Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham LPLI merosot 10,68 persen ke posisi Rp 184 per saham, saham ICON melemah 5,04 persen ke posisi Rp 113, dan saham BKDP tergelincir 4,90 persen ke posisi Rp 97 per saham.

Laju IHSG di awal pekan ini senada dengan Bursa Asia. Mengutip CNBC, Senin (26/3/2018), indeks patokan ASX 200 Australia dibuka melemah atau turun 0,57 persen di 5.787,4. Sektor keuangan menjadi pemberat utama dengan turun 0,81 persen. Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,02 persen dalam perdagangan pagi. Indeks Topix turun 0,83 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,41 persen.

sumber : liputan6.com

Kontak Perkasa Futures | Emas Berjangka Naik Karena Fed

Emas Berjangka Naik Karena Fed

Kontak Perkasa, Chicago - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Kamis (22/3/2018) pagi WIB, karena dolar AS melemah lebih lanjut menyusul keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga jangka pendeknya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 9,6 dolar AS atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada 1.321,5 dolar AS per ounce.

The Fed pada Rabu (21/3), seperti diperkirakan secara luas, memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan dua kenaikan suku bunga lagi pada 2018, dengan alasan prospek ekonomi “menguat” dalam beberapa bulan terakhir.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,5 persen menjadi 89,91 pada pukul 17.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 23,4 sen, atau 1,45 persen, menjadi menetap di 16,419 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April bertambah 5,6 dolar AS, atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 950,6 dolar AS AS per ounce.