PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Proyek PLTU Jawa-Bali dan Investasi Peningkatan Indeks Bisnis

indeks bisnis

KONTAK PERKASA FUTURES – Masyarakat Jawa dan Bali kini menikmati pasokan listrik yang lebih banyak untuk menampung besarnya permintaan listrik baik untuk rumah individu maupun usaha dan industri. Sejak Oktober 2013, empat buah Pembangkit Listrik Tenaga Uap telah diresmikan dan beroperasi di Pacitan, Rembang, Banten dan Paiton, dimana keempatnya menyokong kebutuhan akan listrik untuk rumah pribadi dan bisnis. Jumlah investasinya yang besar diharapkan mampu mendongkrak indeks bisnis Indonesia dengan meningkatkan perekonomian dan aktifitas industri.

Pembangunan dan peresmian empat buah pembangkit listrik tenaga uap ini merupakan tahap pertama dari perwujudan rencana penambahan daya listrik bagi Jawa dan Bali, yang sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2006. Hal ini dilakukan karena permintaan akan pemasangan listrik di berbagai propinsi Jawa dan Bali memang sangat tinggi yaitu bertambah sekitar 7% per tahun. Ini merupakan investasi besar yang memakan biaya hingga mencapai 1,59 milyar dolar atau sekitar 6,45 triliun rupiah. Akan tetapi, investasi ini dianggap setara dengan hasilnya, dan ikut mempengaruhi indeks bisnis di Indonesia.

 

Alasan Menambah Pembangkit Listrik Jawa-Bali

Tidak diragukan lagi bahwa Jawa dan Bali saat ini masih menjadi pusat bisnis, pemerintahan dan industri berbagai jenis, sehingga kebutuhan akan energi listriknya juga tidak main-main. Setiap tahun, kebutuhan listrik di Jawa dan Bali menimbulkan beban puncak lebih dari 22.300 MW. Kebutuhan listrik ini juga termasuk kebutuhan untuk industri dan bisnis, serta untuk menampung kemunculan berbagai bisnis serta hunian baru akibat urbanisasi, sehingga pasokan yang lebih besar sangat diperlukan agar semua fasilitas dan infrastruktur ini bisa berjalan dengan baik.

Tren wirausaha serta pembukaan bisnis baru dalam berbagai bidang juga semakin meningkat di berbagai daerah di Jawa dan Bali. Oleh karena itu, investasi besar untuk tambahan pembangkit listrik baru sangat diperlukan untuk menunjang bisnis-bisnis mandiri ini, yang nantinya akan berkontribusi pada indeks bisnis negara. Jadi, investasi trilyunan rupiah untuk pembangkit listrik baru dianggap sangat penting.

Dengan kebutuhan besar tersebut, Jawa dan Bali paling tidak memerlukan pembangkit listrik baru yang bisa memberi pasokan kapasitas sebesar 2000 MW setiap tahun. Itulah sebabnya mengapa pembangunan pembangkit listrik dimulai dalam tahap-tahap, dan tahap pertama ini sudah menghasilkan empat buah pembangkit listrik tenaga uap. PLTU baru di empat wilayah ini memerlukan pasokan batu bara sebagai bahan bakar sebanyak sekitar 7.6 juta ton setiap tahun, namun keputusan ini diambil sebagai penghematan BBM karena bisa mengurangi pemakaiannya sampai senilai 8 triliun rupiah setiap tahunnya.

Keempat pembangkit listrik ini sekarang sudah beroperasi lancar dan sudah memasok listrik ke berbagai wilayah pemukiman, perkantoran, fasilitas umum dan daerah bisnis serta pabrik.

 

Target Peningkatan Pasokan Listrik untuk Ekonomi

Walaupun peningkatan pasokan listrik tahap pertama ini nampaknya sudah cukup spektakuler, target akhir yang ingin dicapai adalah kapasitas pasokan listrik sebesar 10,000 MW, yang direncanakan tercapai seluruhnya pada tahun 2014. Hal ini ditujukan untuk menyokong kegiatan perindustrian dan perekonomian yang semakin meningkat di Jawa, Madura dan Bali, terutama dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk serta semakin banyaknya bisnis dan usaha baru bermunculan.

Target akhir ini diharapkan akan membantu Jawa, Madura dan Bali dalam hal memajukan ekonomi, menyokong kegiatan industri dan bisnis serta pada akhirnya akan membantu meningkatkan indeks bisnis di Indonesia, terutama karena ketiga wilayah ini masih menjadi wilayah bisnis dan industri yang cukup besar.