PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT kontak Perkasa FUtures | IHSG Dibuka Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi Pendorong

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi PendorongKontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ikuti bursa saham global. Akan tetapi, penguatan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (8/1/2018), IHSG naik tipis 0,62 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.354,36. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 6,60 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.360,70. Indeks saham LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.081,73. Seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi 28 saham melemah. di luar itu, 114 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.363,44 dan terendah 6.354,29.

iputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ikuti bursa saham global. Akan tetapi, penguatan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (8/1/2018), IHSG naik tipis 0,62 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.354,36. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 6,60 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.360,70. Indeks saham LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.081,73. Seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi 28 saham melemah. di luar itu, 114 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.363,44 dan terendah 6.354,29.

Prediksi Analis

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung memiliki pola pergerakan yang berada dalam rentang wajar.

Ia menilai, pengaruh fluktuasi harga komoditas masih akan terasa dalam pergerakan IHSG. Potensi penguatan IHSG pun cukup besar yang ditopang dari fundamental ekonomi yang masih cukup kuat.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.189-6.446 pada perdagangan saham Senin pekan ini,” ujar William.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan bergerak terbatas dengan kisaran 6.290-6.375. “Secara teknikal, IHSG masih bergerak tertekan dan berada di level jenuh beli sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas,” kata Lanjar.