PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Saham Emiten Tambang Rontok, Ada Apa?

saham

Kontak Perkasa – Sektor saham tambang turun tajam pada perdagangan saham sesi pertama perdagangan saham, Rabu (13/9/2017).

Berdasarkan data RTI, sektor saham tambang susut 3,36 persen, dan alami penurunan terbesar. Disusul sektor saham konsuksi susut 0,55 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,36 persen.

Sementara itu, sektor saham pertanian naik 0,95 persen, dan alami penguatan terbesar. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi. IHSG susut 0,11 persen atau 4,47 poin ke level 5.867. Indeks saham LQ45 merosot 0,16 persen ke level 977,38. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Saham-saham tambang tertekan antara lain saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah 12,11 persen ke posisi Rp 10.700 per saham, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tergelincir 7,51 persen ke level Rp 1.725 per saham, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 5,95 persen ke level Rp 1.185 per saham.

Selanjutnya saham PT Timah Tbk (TINS) melemah 6,49 persen ke level Rp 865 per saham, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) turun 7,18 persen ke posisi Rp 905 per saham, kemudian saham PT Indika Energy Tbk (INDY) merosot 5,64 persen ke level Rp 1.835 per saham, saham PT Bumi Resoruces Tbk (BUMI) susut 5 persen menjadi Rp 228 per saham, saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) tergelincir 4,8 persen ke posisi Rp 474 per saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, sektor saham tambang konsolidasi usai menguat tajam. Hal itu dipengaruhi oleh harga komoditas.

“Sedangkan dari dalam negeri sepertinya pengaturan harga batu bara untuk kelistrikan sepertinya bakal jadi sentimen,” kata William saat dihubungi Liputan6.com.

William menilai, rencana pengaturan harga batu bara untuk program kelistrikan itu bagus. Akan tetapi, menurut William, investor meresponsnya ada pembatasan.

Sumber bisnis.liputan6.com