PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT Kontak Perkasa Futures | Target APBN 2017 dinilai realistis

Proyek Pembangunan Apartemen di Kawasan Kuningan

Kontak perkasa – Postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 yang disusun oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dinilai konservatif dan mencerminkan realitas yang ada di Indonesia saat ini.

“Ini pertama kalinya bahwa APBN 2017 kita sangat konservatif,” kata Senior Advisor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero di Kantor Staf Kepresidenan, Jumat (6/1).

Hal ini disebabkan karena pemerintah biasanya memiliki ciri memasang angka tinggi saat menyusun APBN dan kemudian merevisinya pada saat mengajukan APBN perubahan. Menurut dia, angka yang diajukan dalam APBN 2017 jauh dibanding 2016.

“Karena yang memang dibeli itu kredibilitas. Buat apa punya APBN yang besar-besaran kalau nantinya harus dikoreksi besar-besaran juga,” ujarnya.

Poltak menjelaskan, konservatifnya postur APBN itu dapat dilihat di antaranya dari asumsi pertumbuhan ekonomi 2017 yang dipatok 5,1%, inflasi yang dipatok 4,0%, nilai tukar rupiah Rp 13.300 per dollar AS, kupon SPN 3 bulan 5,3%, dan harga minyak U$ 45 per barel.

“2017 IMF saja memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3%, Bloomberg konsenus 5,4%, APBN kita 5,1%. Lebih konservatif. Indonesia, yang dibeli adalah kredibilitas. Bisa aja dibikin gede-gedean, tapi realisasi tidak,” ucapnya.

Pada 2017, ekonomi dunia diliputi ketidakpastian, tetapi Indonesia menjadi negara yang cukup menjanjikan bagi investor asing untuk memarkir dana.

Chief Equity Strategist Deutsche Bank Heriyanto Irawan mengatakan, hal ini disebabkan oleh kondisi fundamental ekonomi dan kestabilan dari sisi sosial politik Indonesia yang lebih baik ketimbang negara emerging market lainnya.

“Fundamental flow merupakan yang paling penting. Di saat ini bisa dikatakan, Indonesia paling sehat dan kuat sejak krisis global,” ujarnya di kantor Staf Kepresidenan, Kompleks Istana Presiden, Jumat (6/1).

Kuatnya fundamental ini menurut Heriyanto membuat Indonesia berada dalam posisi yang cukup bagus walau masih diterpa arus dana keluar. Nilai tukar rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurutnya tidak terjerembab terlalu dalam seperti negara lainnya.

Contohnya beberapa waktu terakhir pada saat terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Imbasnya, dolar AS menguat terhadap mata uang hampir seluruh negara di dunia, “Kami melihatnya rupiah akan tetap stabil,” kata Heriyanto.

Selain fundamental yang baik, alasan Indonesia menjadi tempat yang nyaman bagi investor asing untuk menyimpan dananya adalah imbal hasil yang ditawarkan pada Surat Utang Negara (SUN) paling tinggi di antara emerging market lainnya. (sumber: kontan.co.id)

PT Kontak Perkasa