PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Saham-saham AS naik

19KONTAK PERKASA FUTURES – Saham-saham sektor keuangan dan komoditas mendorong indeks S&P 500 lebih tinggi dalam sesi dengan volume rendah pada Senin (29/8) setelah belanja konsumen empat bulan berturut-turut, menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Para investor terus mencerna komentar-komentar dari para pejabat Federal Reserve AS pada Jumat lalu.

Setelah Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan alasan untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini menguat, Wakil Ketua Stanley Fischer tampak mengindikasikan tidak hanya kemungkinan langkah pengetatan pada September tapi juga pengetatan kedua pada Desember.

Selain kinerja yang lebih baik dari sektor-sektor siklis, utilitas juga naik, mengembalikan kerugian dari aksi jual di sektor ini Jumat lalu, yang terbesar dalam empat bulan.

“Saham-saham utilitas berbalik naik,” kata Art Hogan, kepala ahli strategi pasar Wunderlich Securities di New York.

Dia mengatakan para investor menganggap pernyataan Fischer kurang hawkishdibandingkan perkiraan awal, sementara mengakui telah ada perubahan menjadi lebih baik dalam data ekonomi AS dalam beberapa pekan terakhir yang bisa menopang kebijakan moneter ketat.

Departemen Perdagangan AS mengatakan belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua-pertiga dari aktivitas ekonomi AS, naik 0,3 persen bulan lalu setelah naik 0,5 persen pada Juni.

“Ada pemikiran kembali dua kenaikan suku bunga dari Fischer,” kata Hogan, tetapi “The Fed tentu ingin pasar siap untuk kenaikan suku bunga.”

Sektor keuangan, yang telah kinerjanya kurang baik sebagian besar tahun ini, menjadi pemain dengan performa terbaik dalam S&P 500, dengan Wells Fargo naik 2,2 persen.

Sektor ini biasanya naik karena pembicaraan kenaikan suku bunga, di tengah ekspektasi bahwa pendapatan bank-bank bisa naik karena biaya lebih besar karena mereka mematok biaya pinjaman lebih banyak. Namun, korelasinya tidak langsung karena membutuhkan kurva imbal hasil (yield), yang telah memjadi datar akhir-akhir ini, menjadi lebih curam.

Hogan dari Wunderlich mengatakan keuntungan saham-saham bank kemungkinan dari pedagang-pedagang jangka pendek, karena mereka membeli guna menutupi taruhan mereka.

Dow Jones Industrial Average naik 107,59 poin atau 0,58 persen menjadi ditutup pada 18.502,99; S&P 500 bertambah 11,34 poin atau 0,52 persen menjadi berakhir di 2.180,38; dan indeks komposit Nasdaq bertambah 13,41 poin atau 0,26 persen menjadi 5.232,33.

Indeks S&P ditutup 0,45 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai awal bulan ini.

Volume perdagangan saham merupakan yang terlemah sepanjang tahun ini, di bawah lima miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,1 miliar selama 20 hari terakhir.

Volume perdagangan diperkirakan tetap rendah sepanjang minggu ini, yang terakhir dalam musim liburan musim panas AS.

Saham operator penjara swasta jatuh setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan akan mengevaluasi apakah lembaga tersebut akan terus dikontrak, menyusul keputusan yang diumumkan 18 Agustus oleh Departemen Kehakiman untuk penghapusan kontrak bertahap dengan operator swasta.

Corrections Corp of America turun 4,1 persen menjadi 16,79 dolar AS dan The GEO Group kehilangan 3,0 persen menjadi 21,25 dolar AS.

Apple berakhir turun 0,1 persen pada 106,82 dolar AS. Perusahaan dapat menghadapi lebih dari satu miliar euro dalam pengembalian pajak karena Komisi Eropa menetapkan perintah pada Selasa yang menentang kesepakatan pajak Irlandia dengan Apple.

Caesars Entertainment Corp anjlok 15,7 persen menjadi berakhir pada 6,35 dolar AS setelah seorang hakim AS membuka jalan bagi miliaran dolar tuntutan hukum pemegang obligasi terhadap kelompok kasino itu.

Jumlah saham-saham naik melebihi jumlah yang menurun dengan rasio 2,6:1 di NYSE dan rasio 1,68:1 di Nasdaq.

S&P 500 membukukan 27 tertinggi baru 52-minggu, dan dua posisi terendah baru, sementara komposit Nasdaq mencatat 121 tertinggi baru dan 20 terendah baru, demikian menurut kantor berita Reuters.(Uu.A026)

 

COPYRIGHT © ANTARA 2016

 KONTAK PERKASA FUTURES