PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: bei

PT Kontak Perkasa Futures | BEI Suspensi Saham Express Transindo Utama

BEI Suspensi Saham Express Transindo Utama

Kontak perkasa, Jakarta - Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham dan obligasi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) pada Senin (2/4/2018).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, otoritas bursa suspensi dilakukan seluruh pasar terhitung sejak sesi pertama perdagangan efek 2 April 2018. Suspensi itu dilakukan hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

Suspensi itu dilakukan karena ada penundaan pembayaran bunga ke-15 atas obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 yang diumumkan di website KSEI.Bursa pun meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Express Transindo Utama Tbk.

Sebelum suspensi, saham PT Express Transindo Utama Tbk berada di posisi Rp 158 per saham pada perdagangan Jumat pekan lalu. Saham TAXI naik 17,04 persen. Nilai transaksi Rp 74,6 miliar.

Gagal Bayar Bunga Utang

Manajemen PT Express Transindo Utama Tbk gagal bayar bunga ke-15 obligasi I Tahun 2014 senilai Rp 1 triliun.

Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), seperti ditulis Kamis (29/3/2018), pembayaran bunga ke-15 Obligasi atau surat utang I PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) seharusnya dilaksanakan pada 26 Maret 2018.

Akan tetapi, pembayaran ditunda karena dana belum efektif di rekening KSEI sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal itu disampaikan Direktur KSEI Supranoto Prajogo dalam surat KSEI pada 23 Maret 2018.PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pun kembali menurunkan peringkat obligasi I Tahun 2014 dari BB- menjadi D atau default. Ini lantaran PT Express Transindo Utama Tbk gagal bayar bunga pada 26 Maret 2018. Peringkat utang tersebut menjadi default ketika utang gagal bayar. Gagal bayar utang terjadi ketika pertama kali tak membayar kupon bunga. Pefindo juga menurunkan peringkat TAXI dari BB- menjadi SD atau selective default.

Sebelumnya hasil pemeringkatan Pefindo pada 14 Maret 2018 juga menurunkan peringkat obligasi I Tahun 2014 senilai Rp 1 triliun menjadi BB- untuk periode 12 Maret 2018-1 Maret 2019.

Peringkat tersebut juga diberikan berdasarkan data dan informasi dari PT Express Transindo Utama Tbk serta laporan keuangan tidak diaudit per 30 September 2017 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2016.PT Express Transindo Utama Tbk terbitkan obligasi Rp 1 triliun pada 2014. Obligasi tersebut bertenor lima tahun. Kupon bunga ditetapkan sekitar 12,25 persen per tahun. Peringkat obligasi tersebut A dari Pefindo. Dana hasil penerbitan obligasi antara lain digunakan untuk ekspansi antara lain membeli kendaraan dan infrastruktur pendukung.

Bila melihat laporan keuangan, perseroan hanya kantongi kas Rp 7,29 miliar pada 30 September 2017 dari posisi 31 Desember 2016 sebesar Rp 16,24 miliar.

Mengutip laman Pefindo, PT Express Transindo Utama Tbk berdiri pada 1989 dan pernah jadi pemimpin operator taksi di Indonesia. Hingga 30 September 2017 memiliki hampir 10 ribu kendaraan. Bisnis yang dijalankan mulai dari taksi premium, bus charters dan transportasi bisnis lainnya. Kepemilikan saham perseroan per 30 September 2017 antara lain PT Rajawali Corpora sebesar 51 persen dan publik 49 persen.

PT Kontak Perkasa Futures | BEI Bakal Pindah Lokasi Pusat Data, Balkon Ambruk Jadi Penyebab?

BEI Bakal Pindah Lokasi Pusat Data, Balkon Ambruk Jadi Penyebab

Kontak Perkasa, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memindahkan pusat data ke lokasi yang lebih aman. Pemindahan tersebut sudah direncanakan sejak lama dan bukan karena ambruknya balkon dua hari lalu.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat‎ mengatakan, pemindahan pusat data tidak berkaitan dengan ‎ambruknya balkon pada Senin siang.

“Tidak ada kaitannya. Ambruknya selasar itu kan bagian lain,” kata Samsul, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (17/1/2018).

Pemindahan pusat data ke lokasi yang jauh lebih aman sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pemindahan data dari Gedung Bursa Efek Indonesia akan dilakukan secara keseluruhan pada ‎Februari 2018.

“Tapi ini sudah bagian rencana. Pindah bulan Februari 2018. Persiapan sudah tahun lalu secara full dipindahkan,” tutur Samsul.

Pemindahan hanya untuk pusat data sistem perdagangan saja, sedangkan tempat lama akan dijadikan kantor. Pemindahan dilakukan untuk ‎menjaga keamanan data.

“Di sini akan jadi kantor saja. Sedangkan sistem perdagangan nanti pindah di tempat baru,”‎ tutup Samsul.

Periksa Kontraktor

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menambahkan, tim Puslabfor akan bergegas menyimpulkan penyebab utama ambruknya balkon Gedung BEI. Kemudian tidak menutup kemungkinan pihak kontraktor juga akan diperiksa.

“Itu tahap berikutnya. Langkahnya meminta keterangan. Dari Polda sudah meminta beberapa saksi. Ada saksi mahasiswi dan security. Juga pegawai yang melihat,” kata Setyo.

sumber : liputan6.com

BEI Sedang Godok Aturan Penjatahan Saham

Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,

Kontak Perkasa, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas di pasar modal. Untuk itu, keduanya saat ini tengah menggodok aturan penjatahan saham bagi investor, baik investor ritel maupun institusi pada saat penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia.‎

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengungkapkan pihaknya dan OJK berharap aturan tersebut akan rampung di kuartal pertama tahun depan.

‎”Tentunya ini tergantung dari OJK, aturannya akan diubah kemudian. Beberapa aturan dari penawaran umum dan targetnya dari tim, kuartal 1-2018 sudah selesai,‎” katanya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Pasalnya, lanjut Samsul, bila penjatahan saham ke investor ritel maka akan bisa meningkatkan likuiditas dan kepemilikan saham lebih bertambah. Serta, memperbesar kepemilikan saham investor ritel di bursa.

“Kami harap ada aturan baru ini maka bisa lebih banyak. Karena jalur distribusinya akan diperbaiki. Kita ingin buat IPO ini bisa lebih dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu, porsi pooling-nya dilebarkan,” ucapnya.

‎Meski demikian, Samsul tak menyebutkan porsi penjatahan saham ke investor ritel. Namun, besaran tersebut akan ditentukan dari valuasi dan nilai IPO perusahaan yang akan dilepas ke publik. Lalu juga akan disesuaikan dengan kemampuan sekuritas sebagai underwriter perusahaan yang ingin IPO.

“Ini juga tetap mempertimbangkan kemampuan underwriter. Artinya, kami membuat formulasi yang tidak memberi beban kepada underwriter,” tukasnya.

Intip Pergerakan Saham Dua Emiten Baru di BEI

Intip Pergerakan Saham Dua Emiten Baru di BEIKontak Perkasa, Jakarta – Dua emiten mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Rabu (13/12/2017). Lalu bagaimana pergerakan sahamnya pada Rabu pekan ini?

Berdasarkan data BEI, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mencatatkan saham di papan pengembangan BEI sebagai emiten ke-32 pada 2017. Perseroan yang bergerak di perdagangan batu bara dan jasa pelabuhan ini melepas 3,1 miliar saham ke publik dengan harga penawaran Rp 150 per saham. Nilai nominal saham Rp 100. Total dana yang diraup dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 465 miliar.

Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk modal investasi sebesar 54,08 persen, pembayaran utang ke PT Sinar Mas Multifinance sebesar 31,82 persen dan utang ke PT Dian Ciptamas Agung sebesar 7,65 persen. Perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Lalu bagaimana pergerakan sahamnya?

Pada pencatatan perdana, saham PT Dwi Guna Laksana Tbk naik Rp 104 dari harga IPO Rp 150 menjadi Rp 254 per saham. Harga saham DWGL naik 69,33 persen ke posisi Rp 254 per saham.

Harga saham DWGL berada di level tertinggi Rp 254 dan terendah Rp 240 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 573 kali dengan nilai transaksi Rp 3,8 miliar saham.

Selain itu, PT Panca Budi Idaman Tbk mencatatkan saham dengan kode saham PBID. PT Panca Budi Idaman Tbk sebagai emiten ke-33 mencatatkan saham pada 2017.

Perseroan yang bergerak di bidang produksi, distribusi dan kemasan plastik ini menawarkan 375 juta saham dengan nilai nominal Rp 100. Harga saham perdana yang ditetapkan Rp 850 per saham. Total dana yang diraup dari IPO sebesar Rp 318,75 miliar.

Mengutip data BEI, dana hasil IPO antara lain digunakan untuk ekspansi bisnis sebesar 70 persen dan modal kerja sebesar 30 persen. Perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas dan PT CIMB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Lalu bagaimana pergerakan sahamnya?

Berdasarkan data RTI, saham PT Panca Budiman Tbk dibuka stagnan. Harga saham PT Panca Budi Idaman Tbk berada di level tertinggi Rp 895 dan terendah Rp 830 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 960 kali dengan nilai transaksi Rp 13,1 miliar. Pada penutupan perdagangan saham Rabu pekan ini, saham PT Panca Budi Idaman Tbk naik 3,53 persen ke posisi Rp 880 per saham.

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp 7.000 Triliun

Sebelumnya manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong pengembangan pasar modal. BEI manargetkan, kapitalisasi pasar saham dalam 3-6 bulan ke depan Rp 7.000 triliun.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio optimistis target tersebut tercapai. Dia berambisi menyamai kapitalisasi pasar perbankan.

“Itu kerja bursa dalam 3- 6 bulan harus market kapitalisasi di atas Rp 7000 triliun di kita, akan sama dengan market kapitalisasi perbankan,” kata dia di Jakarta, Selasa 31 Oktober 2017.

Tito mengatakan, kapitalisasi pasar di BEI saat ini sekitar Rp 6.700 triliun sehingga, perlu tambahan Rp 300 triliun lagi. Tugas BEI, lanjut dia, menambah produk di pasar modal.

“Kita bicara market kapitalisasi. Tugas bursa menyiapkan produk. Kita percaya 3-4 bulan ke depan market kapitalisasi kita akan jadi di atas Rp 7.000 triliun. Saat ini Rp 6.700 triliun,” jelas dia.

Sejalan itu dengan itu, BEI terus mendorong jumlah emiten baru. Lalu, terus memperbaiki infrastruktur di BEI. “Kalau market kapitalisasi tugas saya cari emiten sebanyak mungkin, menjaga infrastruktur, kalau emiten tambah banyak, market kapitalisasi banyak, produk banyak. Tugas kami Bursa adalah menyiapkan pasarnya menyiapkan targetnya,” jelas dia.

Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar saham tertinggi mencapai Rp 6.666 triliun pada 25 Oktober 2017. Hingga Oktober 2017, ada 27 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Kapitalisasi pasar saham merupakan salah satu indikator perkembangan bursa saham. Kapitalisasi pasar menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham.

sumber : liputan6.com

BEI Catat 140 Perusahan Tertarik IPO, Tapi…

BEI Catat 140 Perusahan Tertarik IPO, TapiKontak Perkasa, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa sebanyak 140 perusahaan tertarik untuk menawarkan sahamnya ke publik dengan mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offing/IPO). Padahal, BEI hanya menargetkan 35 emiten baru yang masuk ke pasar modal.

Namun, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menuturkan bahwa niatan perusahaan-perusahaan tersebut terkendala likuiditas yang ketat di pasar pada tahun depan. Hal itulah yang menjadi tantangan bagi perusahaan yang akan IPO.

“Memang tahun depan banyak kejadian yang mempengaruhi lukuiditas,” tuturnya di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Pasalnya, Tito mengungkapkan bahwa tahun depan merupakan tahun politik, yaitu diselenggarakannya pemilihan kepala dearah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Dari perayaan politik lima tahunan itu, berpotensi menarik Rp45 triliun hingga Rp50 triliun dari perbankan nasional. “Ini yang kita hadapi tahun depan,” ucapnya.

Ditambah lagi, dengan adanya pergelaran pesta olahraga se-Asia yakni Asian Games di Jakarta Palembang, serta Piala Dunia 2018 di Rusia. Kedua kegiatan besar olah raga tersebut juga berpotensi menyedot dana masyarakat dari perbankan. “Secara historical, setiap Piala Dunia ada saja dana masyarakat yang ditarik dalam jumlah besar,” jelasnya.