PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: Bursa Efek Indonesia (BEI)

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Kembali Tunjukkan Keperkasaannya

IHSG Kembali Tunjukkan Keperkasaannya

Kontak Perkasa, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (4/1/2018) kembali memperlihatkan keperkasaannya dengan ditutup menguat 40,85 atau 0,65% ke posisi 6.292,32.

Indeks sempat berada di level terendah 6.233,93, IHSG juga menyentuh level tertingginya 6.292,32. Hal yang sama terjadi pada indeks LQ45 yang juga menguat 10,75 poin atau 1,02% ke posisi 1.067,27.

Hari ini investor bertransaksi senilai Rp7,25 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai sebanyak 351,026 kali transaksi, dengan volume 8,6 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Ada sebanyak 191 saham menguat, 152 melemah, dan 123 saham tak bergerak. Investor asing membukukan transaksi beli bersih (nett buy) senilai Rp264,21 miliar.

Apabila dilihat, hampir semua sektor saham mengalami penguatan. Sektor saham pertambangan mengalami penguatan paling tinggi dengan naik 1,64%. Kemudian, sektor aneka industri menguat 1,52% dibayangi oleh sektor saham barang konsumsi yang naik 1,19%.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah PSSI naik Rp32 atau 34,78% ke Rp124, IKAI naik Rp25 atau 34,25% ke posisi Rp98, PCAR naik Rp98 atau 24,87% ke Rp492, CMPP naik Rp76 atau 24,52% ke Rp386, dan SONA naik Rp430 atau 18,61% ke Rp2.740.

Adapun saham-saham yang masuk top losers yakni MABA turun Rp250 atau 24,88% ke Rp755, HDTX turun Rp106 atau 23,87% ke Rp338, TFCI turun Rp160 atau 20,25% ke Rp630, INAF turun Rp700 atau 14,29% ke Rp4.200, dan CASA turun Rp50 atau 11,9% ke Rp370.

Kontak Perkasa Futures | Darmin: Pelaku Ekonomi Percaya dengan Pasar Modal

Darmin Pelaku Ekonomi Percaya dengan Pasar ModalKontak Perkasa, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan banyaknya perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia memperlihatkan pelaku ekonomi percaya dengan lingkungan pasar modal Indonesia.

“Banyaknya perusahaan yang ‘go public’ menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, sebagai alternatif pembiayaan selain bank,” kata Darmin seusai menghadiri acara penutupan perdagangan saham 2017 di Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Darmin menjelaskan banyaknya perusahaan yang melakukan IPO itu secara tidak langsung ikut memberikan dampak positif kepada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada penutupan perdagangan tahun 2017 tercatat mencapai 6.355,65.

Ia mengharapkan jumlah perusahaan yang tercatat di bursa makin meningkat dan para investor tidak ragu untuk berinvestasi di 2018, yang disebut-sebut sebagai tahun politik, karena adanya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak pada pertengahan tahun.

“Kita harus meyakinkan mereka supaya tidak pesimis. Selalu yang dibawa-bawa ini tahun politik, jadi hati-hati. Padahal tidak ada apa-apa, karena didalam perpolitikan tidak ada sekutu yang strategis,” tambah Darmin.

Untuk itu, Darmin mengharapkan jumlah perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2018 bisa mencapai 50-an, atau melebihi pencapaian pada 2017 yang tercatat sebanyak 37 perusahaan.

Menurut dia, banyaknya perusahaan yang tercatat dalam bursa saham berarti kondisi pasar modal suatu negara dalam keadaan baik dan kompetitif untuk mendukung kinerja serta mampu menjaga fundamental perekonomian nasional.

“Kalau cuma indeks naik, tapi yang ‘go public’ tidak naik, hanya harga saham saja yang naik. Tapi kalau indeks naik dan yang ‘go public’ juga banyak, maka sektor riil bisa ikut menikmati perkembangan dari pasar modal,” jelas Darmin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang tercatat pada posisi 6.355,65 pada akhir 2017 atau merupakan rekor tertinggi baru di sepanjang sejarah pasar modal domestik.

IHSG BEI ditutup menguat 41,60 poin atau 0,65 persen menjadi 6.355,65, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,04 poin (0,84 persen) menjadi 1.079,38.

Sejumlah capaian di sektor pasar modal Indonesia yaitu peningkatan jumlah investor sebesar 44 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor dan diikuti kenaikan nilai investasi investor domestik mencapai Rp340 triliun pada tahun ini.

Pada 2017 juga ada 37 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia yang merupakan tertinggi di BEI pada 23 tahun terakhir serta yang terbanyak di antara negara-negara kawasan Asia Tenggara. (Ant)

Kontak Perkasa Futures | Kenaikan Fitch Rating, BEI: Berarti Ekonomi Kita Kondusif

Kenaikan Fitch Rating, BEI Berarti Ekonomi Kita KondusifKontak Perkasa, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, kembali mencatatkan rekor baru ke posisi 6.183,39 poin dalam penutupan. IHSG BEI ditutup menguat 73,90 poin atau 1,214 persen menjadi 6.183,39, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,24 poin (1,67 persen) menjadi 1.044,71.

Analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan investor asing yang kembali melanjutkan aksi beli seiring dengan peringkat Indonesia yang naik menjadi BBB (triple B) dari sebelumnya BBB- (triple B minus) menjadi salah satu faktor yang mendorong IHSG kembali meningkat.

“Sentimen itu membuat IHSG masih terlihat memiliki kekuatan yang cukup besar hingga akhir 2017 ini,” katanya.

Berdasarkan data BEI pada Kamis (21/12), investor asing membukukan beli bersih atau “foreign net buy” mencapai Rp431,2 miliar. Dengan demikian, lanjut dia, di tengah sentimen yang positif itu maka jika terjadi koreksi merupakan hal wajar dan dapat dijadikan momentum akumulasi beli terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi besar dengan tujuan investasi jangka menengah-panjang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat menambahkan kenaikan peringkat oleh Fitch Rating dapat dijadikan landasan bagi investor untuk menempatkan dana investasinya di Indonesia.

“Peringkat itu menjadi bukti ekonomi kita kondusif dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” katanya.

Kontak Perkasa Futures | Transaksi Capai Rp9,96 T, IHSG Cetak Rekor Lagi

Transaksi Capai Rp9,96 T, IHSG Cetak Rekor LagiKontak Perkasa, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bertahan untuk mencetak rekor baru sepanjang sejarah. Hari ini (19/12/2017) pun IHSG mencetak rekor dengan menguat 33,70 poin atau 0,55% ke level 6.617,66.

Meksipun begitu, hari ini indeks sempat berada di level terendah 6.010,28. IHSG juga menyentuh level tertingginya 6.176,45. Hal tersebut sejalan dengan Indeks LQ45 yang berhasil menguat sebesar 6,21 poin (+0,6%) ke level 1.041,88.

Hari ini investor bertransaksi senilai Rp9,96 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai sebanyak 313,573 kali transaksi, dengan volume 17,53 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Investor asing membukukan transaksi beli bersih (nett buy) senilai Rp146,05 miliar.

Secara sektoral, enam sektor saham menguat. Sektor tambang naik 1,97%, sektor saham barang konsumsi melonjak 1,22%, dan sektor saham perdagangan menguat 0,86%.

Sementara sektor saham pertanian turun 0,33%, sektor saham industri dasar melemah 0,50%, sektor saham aneka industri tergelincir 0,02%, dan sektor saham infrastruktur susut 0,71%.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah CAMP naik Rp164 atau 49,7% ke Rp494, PSDN naik Rp60 atau 25% ke posisi Rp300, MABA naik Rp275 atau 24,89% ke Rp1.380, JMAS naik Rp58 atau 24,37% ke Rp296, dan VICI naik Rp42 atau 21% ke Rp242.

Adapun, saham-saham yang masuk top losers yakni DWGL turun Rp122 atau 24,8% ke Rp370, PGLI turun Rp18 atau 11,54% ke Rp138, MGNA turun Rp8 atau 9,52% ke Rp76, YULE turun Rp20 atau 8,7% ke Rp210, dan BAPA turun Rp7 atau 7,87% ke Rp82.

BEI Sedang Godok Aturan Penjatahan Saham

Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,

Kontak Perkasa, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas di pasar modal. Untuk itu, keduanya saat ini tengah menggodok aturan penjatahan saham bagi investor, baik investor ritel maupun institusi pada saat penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia.‎

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengungkapkan pihaknya dan OJK berharap aturan tersebut akan rampung di kuartal pertama tahun depan.

‎”Tentunya ini tergantung dari OJK, aturannya akan diubah kemudian. Beberapa aturan dari penawaran umum dan targetnya dari tim, kuartal 1-2018 sudah selesai,‎” katanya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Pasalnya, lanjut Samsul, bila penjatahan saham ke investor ritel maka akan bisa meningkatkan likuiditas dan kepemilikan saham lebih bertambah. Serta, memperbesar kepemilikan saham investor ritel di bursa.

“Kami harap ada aturan baru ini maka bisa lebih banyak. Karena jalur distribusinya akan diperbaiki. Kita ingin buat IPO ini bisa lebih dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu, porsi pooling-nya dilebarkan,” ucapnya.

‎Meski demikian, Samsul tak menyebutkan porsi penjatahan saham ke investor ritel. Namun, besaran tersebut akan ditentukan dari valuasi dan nilai IPO perusahaan yang akan dilepas ke publik. Lalu juga akan disesuaikan dengan kemampuan sekuritas sebagai underwriter perusahaan yang ingin IPO.

“Ini juga tetap mempertimbangkan kemampuan underwriter. Artinya, kami membuat formulasi yang tidak memberi beban kepada underwriter,” tukasnya.