PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: Bursa Global

Kontak Perkasa Futures | Dolar AS Menguat Ketika Pertemuan Federal Reserve Dimulai

Dolar AS Menguat Ketika Pertemuan Federal Reserve Dimulai

Kontak Perkasa, New York - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (21/3/2018) pagi WIB, ketika Federal Reserve AS memulai pertemuan kebijakan moneter dua harinya.

The Fed dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kenaikan suku bunganya pada Rabu waktu setempat atau Kamis (22/3) pagi waktu Indonesia. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Maret mencapaih 94,4 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Sementara sebagian besar pelaku pasar memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, mereka juga akan mencari petunjuk tentang apakah bank sentral akan bertahan pada jalur untuk tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, atau apakah mereka mengharapkan untuk memperketat kebijakan lebih lanjut.

Para investor juga akan mengamati secara seksama perkiraan kuartalan baru dari pejabat-pejabat Fed yang akan dirilis pada Rabu pukul 02.00 waktu setempat (19.00 GMT), disusul oleh sebuah konferensi pers dari Jerome Powell, yang pertama sebagai ketua the Fed.

Tidak ada data ekonomi utama yang keluar pada Selasa (20/3).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,66 persen menjadi 90,358 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2255 dolar AS dari 1,2353 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4004 dolar AS dari 1,4043 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi 0,7684 dolar AS dari 0,7719 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,44 yen Jepang, lebih tinggi dari 105,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS bergerak naik menjadi 0,9553 franc Swiss dari 0,9496 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3082 dolar Kanada dari 1,3057 dolar Kanada.

Kontak Perkasa Futures | Di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Luar Negeri AS, Emas Berjangka Naik

Di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Luar Negeri AS, Emas Berjangka Naik

Kontak Perkasa, Chicago - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (14/3/2018) pagi WIB, setelah Presiden AS Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam sebuah langkah yang terduga.

Tillerson akan digantikan oleh Direktur Central Intelligence Agency (CIA) saat ini Mike Pompeo.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April menguat 6,3 dolar AS atau 0,48 persen, menjadi menetap di 1.327,10 dolar AS per ounce.

Menjelaskan keputusannya untuk memecat Tillerson, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia “tidak setuju (dengan Tillerson) mengenai hal-hal … kami tidak memiliki pemikiran yang sama,” sambil mengatakan bahwa dia dan kepala CIA “selalu memiliki pemikiran yang sama.” Namun, kepergian Tillerson telah membawa lebih banyak ketidakpastian mengenai kebijakan luar negeri AS dan mendorong para investor untuk beralih ke aset “safe haven” emas.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,31 persen menjadi 89,585 pada pukul 17.51 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena logam mulia yang diukur dalam dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Emas berjangka mendapat dukungan tambahan karena Dow Jones Industrial Average AS kehilangan lebih dari 170 poin, berjuang untuk bertahan di atas 25.000 poin. Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 9,1 sen atau 0,55 persen, menjadi menetap di 16,627 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik 4,40 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi ditutup di 967,30 dolar AS per ounce.

PT Kontak Perkasa Futures | Emas Turun Karena Dolar AS Tetap Kuat

Emas Turun Karena Dolar AS Tetap Kuat

Kontak Perkasa, chicago - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Jumat (2/3/2018) pagi WIB, karena dolar AS tetap kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun 12,70 dolar AS atau 0,96 persen, menjadi ditutup pada 1.305,20 dolar AS per ounce.

Ketua baru Federal Reserve AS Jerome Powell telah berjanji untuk secara bertahap menaikkan suku bunga pada 2018. Pernyataannya tentang kenaikan suku bunga dan inflasi awal pekan ini dianggap sebagai kelanjutan dari pendekatan “cautious hawkishness” pendahulunya, sehingga memperkuat dolar AS dan menekan harga emas lebih rendah untuk tiga sesi berturut-turut.

Pada Kamis (1/3), Powell, yang telah bersaksi di hadapan Kongres AS, membuat beberapa komentar peringatan tentang inflasi, yang menyebabkan dolar AS mengupas beberapa keuntungannya.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik tipis 0,03 persen menjadi 90,68 pada pukul 18.33 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS, menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lemah.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13,1 sen atau 0,80 persen, menjadi menetap di 16,276 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun 30,30 dolar AS atau 3,07 persen, menjadi ditutup pada 957,80 dolar AS per ounce.