PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: harga

Dolar AS Menguat Bakal Jadi Hambatan Reli Harga Emas

Dolar AS Menguat Bakal Jadi Hambatan Reli Harga Emas

Kontak Perkasa – Jakarta – Harga emas berpeluang menguat pada pekan ini meski sejumlah analis prediksi ada tekanan untuk harga emas. Hal itu lantaran dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa.

Harga emas untuk pengiriman Desember ditransaksikan terakhir di kisaran US$ 1.272,40 per ounce atau turun satu persen dari minggu sebelumnya. Sedangkan harga perak ditransaksikan di kisaran US$ 16.745 per ounce atau merosot dua persen.

“Saya pikir level US$ 1.260 per ounce merepresentasikan level support untuk harga emas. Kami dapat melihat harga emas tertekan, namun sulit untuk bergerak ke bawah US$ 1.260 per ounce,” kata Bill Baruch, President of Blue Line Futures, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (30/10/2017).

Ia optimistis terhadap harga emas lantaran sentimen negatif yaitu perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve sudah diantisipasi pelaku pasar.

“Bila harga emas di bawah US$ 1.260 itu kesempatan untuk beli,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen menuturkan, harga emas dapat kembali menguat asal berada di atas level terendah pada Oktober 2017. Harga emas akan tertekan jika berada di bawah level US$ 1.250 per ounce.

Namun, analis menilai penguatan dolar AS akan menjadi hambatan untuk harga emas. Apalagi indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam empat bulan. Baruch memprediksi, indeks dolar AS akan berada di kisaran 96.

Oleh karena itu, sejumlah analis tidak optimistis untuk reli harga emas. Chris Vecchio, Analis Senior Dailyforex.com menuturkan, indeks dolar AS mencatatkan performa terbaik sepanjang tahun ini.

Penguatan dolar AS juga didukung dari produk domestik bruto AS tumbuh tiga persen pada kuartal III 2017. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang dapat mendukung kebijakan pengetatan moneter bank sentral AS. Sentimen itu juga dorong imbal hasil obligasi. Ia menambahkan, dolar AS akan reli sekitar tiga persen.

“Imbal hasil surat berharga bertenor dua tahun capai level tertinggi sejak 2008. Demikian juga imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun yang capai level tertinggi sejak Maret. Suku bunga bank sentral AS berpotensi naik, ini waktunya kurangi emas. Jika dolar AS dan imbal hasil surat berharga baik maka tidak ada alasan untuk pegang emas,” jelas dia.

Selanjutnya: Sentimen Bayangi Harga Emas

Kepala Riset London Capital Group Jasper Lawler menuturkan, harga emas akan tertekan dalam waktu dekat. Bila harga emas tertekan, hal itu jadi kesempatan untuk beli emas. Dalam jangka panjang, ia menilai ada faktor fundamental membuat investor bisa memegang emas sebagai aset portofolio investasi.

Lalu apa saja sentimen yang menjadi sorotan pada pekan ini? Salah satunya pemilihan pimpinan bank sentral AS. Pada awal pekan ini, Presiden AS Donald Trtum dapat mengumumkan nominasi pimpinan the Federal Reserve dalam empat tahun ke depan.

Dalam sebulan ini, dua calon yang menjadi sorotan dan spekulasi yaitu mantan pimpinan the Federal Reserve Jerome Powell dan Ekonom Stanford John Taylor.

Lawler menuturkan, bila nominasinya Taylor yang terpilih sebaiknya memegang emas. Hal itu mengingat Taylor sosok yang agresif.

Sedangkan Vecchio menilai, pasar melihat Powell merupakan kandidat yang dapat ciptakan kestabilan sehingga dia dapat menjaga kebijakan stabilitas moneter.

Untuk level harga emas yang dicermati, Baruch menuturkan, harga emas yang perlu diperhatikan di atas US$ 1.280 per ounce. Level harga emas itu dapat menetralisir sejumlah sentimen negatif. Ia menambahkan, jika harga emas di atas US$ 1.300 maka dapat mendorong investor kembali ke pasar.

Sedangkan level support untuk pengiriman Desember yang menjadi perhatian di posisi US$ 1.262,80 per ounce. Jika menembus level support itu, harga emas dapat berpotensi di kisaran US$ 1.250 per ounce.

Pada pekan ini, sentimen yang mendominasi tampaknya dari nominasi pemilihan pimpinan the Federal Reserve. Pasar menunggu Presiden Trump soal pimpinan the Federal Reserve. Pada pekan ini juga cenderung sepi sentimen baik dari data ekonomi.

Harga Emas Merosot Tersengat Penguatan Wall Street

Harga Emas Merosot Tersengat Penguatan Wall Street

Kontak Perkasa – Chicago – Harga emas melemah ke level terendah dalam dua minggu didorong wall street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) yang menguat. Ditambah ketidakpastian calon pemimpin bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve.

“Harga emas bergerak volatile pada 2017, dan prospeknya seperti itu,” ujar Tyler Richey, co-editor the Sevens Report, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Rabu (25/10/2017).

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 0,2 persen menjadi US$ 1.278,30 per ounce. Harga emas itu terendah sejak 6 Oktober. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Desember susut 10,9 sen atau 0,6 persen menjadi US$ 16.966 per ounce.

“Secara teknikal harga emas terendah yang pernah ditembus pada Julio. Faktor fundamental juga masih membingungkan,” kata Richey.

Ia menambahkan, saat ini masih banyak dipenuhi ketidakpastian termasuk pimpinan the Federal Reserve selanjutnya. Selain itu, realisasi pemangkasan pajak yang menjadi perhatian pasar.

“Dua sentimen itu berdampak kepada pergerakan suku bunga. Kami tidak akan tahu apakah suku bunga naik atau turun. Kami netral terhadap harga emas,” kata dia.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya akan membuat keputusan secepatnya untuk pimpinan the Federal Reserve. Kandidat pimpinan the Federal Reserve yang agresif dapat mendorong suku bunga lebih tinggi. Ini dapat mendorong dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya.

Harga emas turun sekitar enam persen dari level tertinggi dalam satu tahun di atas US$ 1.357 per ounce pada 8 September 2017. Itu karena kenaikan dolar AS dan suku bunga the Federal Reserve naik pada Desember. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat naik tipis 0,1 persen terhadap mata uang lainnya.

Harga Emas Antam Merosot ke Posisi Rp 623.562 per Gram

Harga Emas Antam Merosot ke Posisi Rp 623.562 per Gram

Kontak Perkasa – Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam merosot ke posisi Rp 623.562 per gram pada perdagangan Senin (23/10/2017). Pada perdagangan Sabtu pekan lalu, harga emas Antam berada di posisi Rp 624.571 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam tetap stabil di posisi Rp 555.000 per gram. Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari usai transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07.59 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.346.610 atau Rp 634.661 per gram. Adapun ukuran 20 gram sekitar Rp 12.294.665 atau Rp 614.733 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp Rp 699.237. Sedangkan ukuran dua gram dijual Rp 1.282.439 atau Rp 641.220 per gram. Ukuran lima gram dijual Rp 3.047.180 atau Rp 609.436 per gram.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 623.562

* Pecahan 5 gram Rp 2.971.505

* Pecahan 10 gram Rp 5.892.560

* Pecahan 25 gram Rp 14.655.725

* Pecahan 50 gram Rp 29.261.000

* Pecahan 100 gram Rp 58.471.550

* Pecahan 250 gram Rp 146.052.750

* Pecahan 500 gram Rp 291.903.700.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Harga Emas Pulih dari Posisi Terendah dalam Sepekan

Harga Emas Pulih dari Posisi Terendah dalam SepekanKontak Perkasa – New York – Harga emas naik dari level terendahnya dalam lebih dari satu minggu usai melemahnya laju Dolar dan ekuitas. Indeks dolar telah jatuh terhadap sekeranjang mata uang lainnya, demikian pula dengan imbal hasil obligasi 10 tahunan.

Melansir Laman Reuters, Jumat (20/10/2017), harga emas naik 0,4 persen ke posisi US$ 1.286,31 per ounce, setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak 9 Oktober di posisi US$ 1.276,22. Harga emas telah turun 6 persen sejak 8 September.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 7, atau 0,6 persen ke posisi US$ 1.290 per ounce, mencapai level terendah sejak 6 Oktober sebesar US$ 1.277,60 per ounce.

Data pengangguran AS tercatat turun 9 persen selama sepekan menjadi 222 ribu dari 224 ribu, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Di sisi lain, pasar saham dunia tergelincir dari rekor tertinggi, sementara permintaan untuk aset safe haven mendorong imbal hasil obligasi AS lebih rendah.

“Ada alasan teknis mengapa kita telah stabil, secara keseluruhan orang tidak menemukan banyak bila berinvestasi pada emas pada saat ini,” kata Fawad Razaqzada, analis di FOREX.com.

Pasar juga kini dibayangi rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendorong dolar dan obligasi serta menekan emas.

“Pada dasarnya, ekonomi AS masih berjalan dengan baik, tapi kekhawatirannya adalah inflasi,” kata Ryan McKay, Ahli Strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

Adapun harga Perak naik 1,24 persen ke posisi US$ 17,19 per ounce. Platinum naik 0,4 persen menjadi US$ 921,80 dan paladium naik 0,4 persen ke level US$ 956 per ounce.