PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: IHSG

PT Kontak Perkasa Futures | Oso Securities: IHSG Berpeluang Rebound

Oso Securities IHSG Berpeluang Rebound

Kontak Perkasa, Jakarta - Pada perdagangan kemarin (06/03), IHSG ditutup dalam teritori negatif 0.77% ke level 6,500.11.

Sembilan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, di mana sektor Barang Konsumsi dan Properti memimpin pelemahan masing-masing sebesar 1,21% dan 1,14%

Penurunan pada indeks inline dengan rilisnya data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Februari 2018 yang turun 2,85% menjadi 122,5 dari sebelumnya 126,1.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 824 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.10% ke level Rp 13,776.

Sementara itu, Indeks utama bursa Wall Street ditutup menguat terbatas pada perdagangan semalam (07/03). Indeks Dow Jones menguat 0.04%, S&P naik 0.26%, dan Nasdaq terangkat 0.50%.

Terbatasnya pergerakan indeks tersebut dikarenakan kembali meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar akan ketidakpastian perubahan tarif pajak ekspor yang sebelumnya sedikit mereda.

Presiden Trump menyatakan jika dirinya tidak keberatan jikalau nantinya terjadi perang dagang. Trump masih bertekad meskipun telah mendapatkan beberapa penolakan dari anggota parlemen.

IHSG ditutup anjlok sebesar 0.8% ke level 6,500. IHSG berhasil menutup area gap dan mendekati area support 6,465. Stochastic + RSI bearish dan MACD histogram masih negatif serta volume meningkat tipis. IHSG berpotensi teknikal rebound dengan pergerakan di kisaran 6,565 – 6,530. (zlf/zlf)

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Berpeluang Naik, Awasi Saham Pilihan Ini

IHSG Berpeluang Naik, Awasi Saham Pilihan Ini

Kontak Perkasa, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin pekan ini. Laju IHSG akan ditopang harga komoditas dan nilai tukar rupiah.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih terus berusaha untuk mencetak kembali rekor tertinggi baru. IHSG menguat masih cukup besar ditunjang kuatnya harga komoditas dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

William menambahkan, faktor fundamental ekonomi juga menjadi sentimen pendukung penguatan IHSG.

Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin pekan ini. Laju IHSG akan ditopang harga komoditas dan nilai tukar rupiah.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih terus berusaha untuk mencetak kembali rekor tertinggi baru. IHSG menguat masih cukup besar ditunjang kuatnya harga komoditas dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

William menambahkan, faktor fundamental ekonomi juga menjadi sentimen pendukung penguatan IHSG.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.555-6.728,” ujar William dalam ulasannya, Senin (5/3/2018).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak kembali variasi. IHSG akan bergerak di kisaran 6.554-6.650.

“IHSG secara teknikal kembali menguji level support dan terkonsolidasi pada kisaran moving average lima harian dan 20 harian,” kata Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu, IHSG melemah 23,74 poin ke posisi 6.82,32. Sektor saham tambang memimpin pelemahan IHSG. Disusul sektor saham pertanian melemah 1,29 persen usai menguat dua hari.

Lanjar menuturkan, sentimen pembaharuan tarif impor logam asing yang besar oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi faktor negatif.

Sedangkan sektor saham aneka industri dan industri dasar menjadi penahan pelemahan IHSG.

Untuk saham yang dapat dicermati pada awal pekan ini antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Sedangkan William memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan ASII.

sumber : liputan6.com

PT Kontak Perkasa Futures | Balkon Ambruk Tak Berpengaruh, IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6.429

Balkon Ambruk Tak Berpengaruh, IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6.429

Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona hijau dan mampu mencetak rekor tertinggi depanjang sejarah pada perdagangan Selasa pekan ini. Insiden ambruknya balkon di tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin kemarin tak mempengaruhi kepercayaan investor.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (16/1/2018), IHSG naik 47,49 poin atau 0,74 persen ke posisi 6.429,69. Indeks saham LQ45 naik 0,85 persen ke posisi 1.093,34,08. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Ada 207 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sebanyak 159 saham melemah dan 106 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.429,69 dan terendah 6.381,31.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 357.936 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 118 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.329.

Secara sektoral, selurh sektor saham menguat. Sektor saham infrastruktur naik 1,95 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar menanjak 1,71 persen dan sektor saham prtambangan mendaki 1,11 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar, antara lain saham LCKM melonjak 50 persen ke posisi Rp 312, saham RBMS naik 34,69 persen ke posisi Rp 264 per saham, dan saham LPLI menanjak 34,56 persen ke posisi Rp 183.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham BSIM turun 23,43 persen ke posisi Rp 670, saham IKAI tergelincir 11,24 persen ke posisi Rp 118, dan saham CMPP susut 10,84 persen ke posisi Rp 444 per saham.

Kata Analis

Sebelumnya, Analis PT Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola gerak IHSG masih menunjukkan potensi menguat cukup besar mengingat aliran dana investor asing yang masih terus berlangsung.

William menilai, hal itu mengingat pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi menarik. Akan tetapi tetapi didukung kinerja emiten yang baik.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.202-6.446 pada perdagangan saham Selasa pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Selasa (16/1/2018).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan bergerak campuran dengan kecenderungan tertekan. IHSG akan bergerak di kisaran 6.325-6.410.

“Secara teknikal, IHSG kembali bergerak terkonsolidasi dengan konfirmasi pergerakan melemah dalam jangka pendek,” kata Lanjar.

sumber : liputan6.com

PT Kontak Perkasa Futures | Balkon Tower II BEI Ambruk, IHSG Naik 12,13 Poin

Balkon Tower II BEI Ambruk, IHSG Naik 12,13 PoinKontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik ke zona hijau pada perdagangan saham Senin pekan ini. Penguatan IHSG itu terjadi di tengah insiden ambruknya balkon di tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (15/1/2018), IHSG naik 12,13 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.382,19. Indeks saham LQ45 naik 0,14 persen ke posisi 1.084,08. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada 175 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sebanyak 168 saham melemah dan 133 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.390,88 dan terendah 6.361,61.

Total frekuensi perdagangan saham sektiar 295.344 kali dengan volume perdagangan 17,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Transaksi saham cukup besar didorong adanya transaksi saham besar di pasar negosiasi, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk Rp 2,1 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 2,31 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.326.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham tambang naik 1,53 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menanjak 0,67 persen dan sektor saham konstruksi mendaki 0,61 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar, antara lain saham IKAI melonjak 13,68 persen ke posisi Rp 133, saham TRAM naik 5,98 persen ke posisi Rp 248 per saham, dan saham DGIK menanjak 5 persen ke posisi Rp 63.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham CMPP turun 10,27 persen ke posisi Rp 498, saham CAMP tergelincir 10,24 persen ke posisi Rp 745, dan saham IIKP susut 4,7 persen ke posisi Rp 284 per saham.

Bursa Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,23 persen dan indeks saham Shanghai melemah 0,54 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,29 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,26 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,45 persen, dan indeks saham Taiwan naik 0,66 persen.

IHSG Naik di Awal Sesi Perdagangan

Sebelumnya, laju IHSG menghijau di awal pekan ini, mengikuti bursa Asia.

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, pada Senin, 15 Januari 2018, IHSG naik 9 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.379,07. Kemudian pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 16,8 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.386,95.

Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Indeks saham LQ45 menguat 0,26 persen ke posisi 1.085,36.

Ada 90 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Sebanyak 15 saham melemah dan 92 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.388,96 dan terendah 6.376,36.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.394 kali dengan volume perdagangan 91,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 57,4 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 1,22 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sektor saham tambang memimpin penguatan IHSG dengan naik 0,62 persen. Diikuti sektor saham infrastruktur menguat 0,57 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 0,37 persen. Adapun sektor yang melemah hanya perkebunan sebesar 0,11 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham HDTX naik 5,99 persen ke posisi Rp 354, saham PBID melonjak 4,40 persen ke posisi Rp 95, dan saham PSAB menanjak 4,49 persen ke posisi Rp 575 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tergelincir antara lain saham CAMP turun 6,02 persen ke posisi Rp 785, saham INCI merosot 3,35 persen ke posisi Rp 404, dan saham IIKP susut 2,68 persen ke posisi Rp 290 per saham.

PT kontak Perkasa FUtures | IHSG Dibuka Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi Pendorong

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi PendorongKontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ikuti bursa saham global. Akan tetapi, penguatan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (8/1/2018), IHSG naik tipis 0,62 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.354,36. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 6,60 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.360,70. Indeks saham LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.081,73. Seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi 28 saham melemah. di luar itu, 114 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.363,44 dan terendah 6.354,29.

iputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ikuti bursa saham global. Akan tetapi, penguatan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (8/1/2018), IHSG naik tipis 0,62 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.354,36. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 6,60 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.360,70. Indeks saham LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.081,73. Seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi 28 saham melemah. di luar itu, 114 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.363,44 dan terendah 6.354,29.

Prediksi Analis

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung memiliki pola pergerakan yang berada dalam rentang wajar.

Ia menilai, pengaruh fluktuasi harga komoditas masih akan terasa dalam pergerakan IHSG. Potensi penguatan IHSG pun cukup besar yang ditopang dari fundamental ekonomi yang masih cukup kuat.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.189-6.446 pada perdagangan saham Senin pekan ini,” ujar William.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan bergerak terbatas dengan kisaran 6.290-6.375. “Secara teknikal, IHSG masih bergerak tertekan dan berada di level jenuh beli sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas,” kata Lanjar.