PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 per Gram

gold

Kontak Perkasa Futures, PT kontak Perkasa – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 746 ribu per gram dari sebelumnya Rp 747 ribu per Gram, pada perdagangan Senin (2/12/2019).

Sementara harga buyback emas Antam justru naik Rp 5.000 per gram menjadi Rp 666.500 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 666.500 per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.19 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakar

Emas Mengendap Lebih Rendah karena Investor Berha-ha Menguat pada Outlook Perdagangan

emas

Kontak Perkasa Futures, PT Kontak Perkasa – Emas kehilangan kekuatan pada Senin, dengan pelemahan yang dikaitkan dengan ekspektasi optimis di 05 sekitar negosiasi perdagangan AS-China yang terlihat merampok logam dari daya tarik surga. Emas untuk pengiriman Desember di Comex turun $ 6,70, atau 0,5%, menjadi $ 1,456.9 per ons, sementara perak Desember turun 11 sen, atau 0,7%, menjadi $ 16,88 per ons . Pasar ekuitas global naik, sementara saham AS meraih rekor baru pada ekspektasi optimis di sekitar prospek perdagangan AS dan China pada gelombang merger perusahaan yang diumumkan.

PT Kontak Perkasa Futures, PT KP Press

Sumber: Marketwatc

Negosiasi Perang Dagang Terancam Buntu, Harga Emas Naik 1 Persen

emas naik

Kontak Perkasa Futures - Harga emas naik 1 persen pada hari Selasa. Harga ini berbalik arah dari level terendah satu minggu yang disentuh di awal sesi.

kenaikan harga emas ini karena ketidakpastian atas pembicaraan perdagangan AS dan Brexit mendorong penurunan di pasar saham dan mendorong investor untuk mencari perlindungan di logam safe-haven.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Harga Emas Pulih dari Posisi Terendah dalam Sepekan

Harga Emas Pulih dari Posisi Terendah dalam SepekanKontak Perkasa – New York – Harga emas naik dari level terendahnya dalam lebih dari satu minggu usai melemahnya laju Dolar dan ekuitas. Indeks dolar telah jatuh terhadap sekeranjang mata uang lainnya, demikian pula dengan imbal hasil obligasi 10 tahunan.

Melansir Laman Reuters, Jumat (20/10/2017), harga emas naik 0,4 persen ke posisi US$ 1.286,31 per ounce, setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak 9 Oktober di posisi US$ 1.276,22. Harga emas telah turun 6 persen sejak 8 September.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 7, atau 0,6 persen ke posisi US$ 1.290 per ounce, mencapai level terendah sejak 6 Oktober sebesar US$ 1.277,60 per ounce.

Data pengangguran AS tercatat turun 9 persen selama sepekan menjadi 222 ribu dari 224 ribu, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Di sisi lain, pasar saham dunia tergelincir dari rekor tertinggi, sementara permintaan untuk aset safe haven mendorong imbal hasil obligasi AS lebih rendah.

“Ada alasan teknis mengapa kita telah stabil, secara keseluruhan orang tidak menemukan banyak bila berinvestasi pada emas pada saat ini,” kata Fawad Razaqzada, analis di FOREX.com.

Pasar juga kini dibayangi rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendorong dolar dan obligasi serta menekan emas.

“Pada dasarnya, ekonomi AS masih berjalan dengan baik, tapi kekhawatirannya adalah inflasi,” kata Ryan McKay, Ahli Strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

Adapun harga Perak naik 1,24 persen ke posisi US$ 17,19 per ounce. Platinum naik 0,4 persen menjadi US$ 921,80 dan paladium naik 0,4 persen ke level US$ 956 per ounce.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | BEI: Total Emisi Obligasi Capai Rp115 Triliun

Total Emisi Obligasi Capai Rp115 Triliun

Kontak Perkasa – Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi sejak awal tahun hingga Oktober 2017 ini mencapai Rp115,03 triliun. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, Goklas Tambunan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa mengemukakan bahwa jumlah itu bertambah seiring dengan pencatatan obligasi subordinasi berkelanjutan I Bank UOB Indonesia tahap II tahun 2017 dengan nilai nominal Rp500 miliar.

“Obligasi Bank UOB Indonesia itu memiliki tingkat suku bunga 9,25 persen dan jangka waktu 7 tahun,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa hasil pemeringkatan untuk obligasi itu adalah AA (idn) (double A) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Sementara bertindak sebagai wali amanat dalam emisi itu adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan pencatatan itu, ia mengatakan, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2017 ini berjumlah 74 emisi dari 53 emiten senilai Rp115,03 triliun.

Sementara itu tercatat, total emisi obligasi dan sukuk di BEI berjumlah 345 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp367,56 triliun dan 47,5 juta dolar AS yang diterbitkan oleh 111 emiten. Sedangkan surat berharga negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 93 seri dengan nilai nominal Rp2.039,52 triliun dan 200 juta dolar AS. Selain itu tercapat 10 Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp8,68 triliun. (Ant)