PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontakperkas Futures | Indonesia Yakinkan Rusia Soal Minyak Sawit dengan Prinsip Berkelanjutan

PT Kontakperkasa Futures

PT Kontakperkas Futures | Indonesia Yakinkan Rusia Soal Minyak Sawit dengan Prinsip Berkelanjutan

Kontakperkasa – Selama Forum Bisnis Minyak Kelapa Sawit Indonesia-Rusia, pemerintah Indonesia meyakinkan Rusia bahwa pengelolaan industri minyak sawit lokal berpedoman pada praktik agraria yang baik.

Indonesia meyakinkan Rusia mengenai produk minyak kelapa sawit yang mengutamakan prinsip keberlanjutan.

Mengutip siaran pers BPDPKS, Minggu (6/8), Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, atau yang akrab disapa Enggar, mengatakan seluruh produk sawit Indonesia, mulai dari penanaman hingga produksi hilir, telah mengikuti standar Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO).

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam setiap aspek produk sawit Indonesia,” kata Enggar di sela-sela Forum Bisnis Minyak Kelapa Sawit Indonesia-Rusia di Moskow.

Selama forum itu, seperti yang diberitakan Bisnis Indonesia, Enggar mengundang lembaga riset dari Universitas Negeri Moskow serta para pengusaha Rusia untuk datang ke Indonesia dan melihat langsung pengelolaan produk sawit sejak penanaman. Menurutnya, pengelolaan industri minyak sawit Indonesia pun berpedoman pada praktik agraria yang baik.

Ekspor minyak sawit ke Rusia pada 2016 berjumlah 663 ribu ton dengan nilai 440 juta dolar AS. Adapun total volume pengiriman ke pasar dunia tahun lalu sebesar 25,1 juta ton.

“Ekspor minyak sawit Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun serta potensinya masih sangat besar untuk ditingkatkan,” kata Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi, seraya menambahkan bahwa forum tersebut diadakan mengingat bahwa Rusia merupakan mitra perdagangan Indonesia yang potensial untuk CPO.

Gregory Ryabtsev dari Asosiasi Minyak Sawit Rusia mengakui proses produksi di pabrik CPO dan minyak goreng di Indonesia beserta proses pengapalannya cukup bersih. Dia meyakini produk sawit Indonesia berasal dari industri yang kredibel, taat aturan dan mengikuti standar internasional.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Minyak Sawit Indonesia dan pengusaha minyak sawit Rusia menandatangani memorandum of cooperation (MoC) untuk meningkatkan perdagangan kedua negara dan memperluas promosi serta diseminasi informasi produk sawit Indonesia di Rusia.

“Perdagangan minyak sawit Indonesia dapat meningkat dua kali lipat dalam satu sampai dua tahun ke depan,” ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.

Sumber: indonesia.rbth.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures

PT Kontakperkasa Futures – Indonesia Siap Lakukan Barter Komodity Dengan Rusia

Indonesia Siap Lakukan Barter Dengan Rusia

PT Kontakperkasa Futures – Indonesia Siap Lakukan Barter Komodity Dengan Rusia

Kontakperkasa – Indonesia mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya akan menukar minyak kelapa sawit, kopi dan teh untuk jet tempur Rusia, dengan mengatakan bahwa mereka ingin memanfaatkan sanksi internasional di Moskow karena Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dijadwalkan tiba untuk kunjungan.

“Indonesia dan Rusia menandatangani sebuah nota kesepahaman untuk menukarkan 11 jet tempur Sukhoi buatan Rusia dengan komoditas utama di Moskow pekan lalu,” ujar seorang juru bicara Kementerian Perdagangan Indonesia.

“Gagasan itu diajukan tahun lalu dan beberapa orang menyarankan agar Indonesia menukar jet dengan komoditas utama kami,” ujar juru bicara Marolop Nainggolan kepada AFP.

Uni Eropa dan AS telah menargetkan Rusia dengan sanksi atas tuduhan mencampuri pemilihan presiden AS dan aneksasi Crimea di Ukraina. Namun, Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita mengatakan sanksi tersebut, yang telah memaksa Rusia untuk mencari pasar baru untuk diimpor, bisa menjadi kabar baik bagi Jakarta.

Artikel Lainnya: Kontakperkasa

“Ini adalah kesempatan yang tidak boleh hilang dari genggaman kami,” ujarnya di Moskow pekan lalu, sebagaimana dikutip dari laman AFP, di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

“Kesepakatan tersebut, yang akan dilakukan antara Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dapat menjadi pembuka untuk kesepakatan perdagangan bilateral lebih lanjut yang berkaitan dengan energi dan penerbangan,” Lukita mengatakan.

Jangka waktu dan nilai tukar tersebut masih belum jelas kapan realisasinya. Rincian barter tersebut muncul saat Lavrov memulai kunjungan dua hari ke ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut pada hari Selasa (8/8/2017).Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo
Foto: Reuters/Sergei Karpukhin

Sumber: investing.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures Makassar

Investor Tunggu Data Inflasi, Indeks Dolar AS Bergerak Melemah

Investor Tunggu Data Inflasi, Indeks Dolar AS Bergerak Melemah

Kontakperkasa - Indeks dolar AS bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa (8/8/2017) karena investor masih menanti data inflasi yang dirilis pekan ini.

Indeks dolar AS, yang melacak kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,03% atau 0,025 poin ke level 93,407 pada pukul 7.18 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka pada level 93,416 setelah pada akhir perdagangan kemarin ditutup turun 0,12% ke level 93,432.

Ilmuwan beralih ke “big data” untuk temukan minyak dan gas

Ilmuwan beralih ke "big data" untuk temukan minyak dan gas

Kontakperkasa – Para ilmuwan yang tengah mencari bahan tambang, mulai dari minyak, gas, tembaga, sampai emas, tengah mengadopsi teknik-teknik yang digunakan perusahaan-perusahaan seperti Netflix dan Amazon dalam menggunakan kumpulan data sangat besar (big data), simpul sebuah penelitian seperti dikutip Reuters.

Metode ini sudah membantu menemukan 10 mineral rantai karbon dan bisa diperluas diterapkan untuk eksplorasi, tulis mereka dalam jurnal American Mineralogist.

“Big data menunjuk kepada mineral-mineral baru, cadangan-cadangan baru,” tulis mereka lagi.

Teknik ini diterapkan jauh melewati geologi tradisional dengan cara mengumpulkan data mengenai bagaimana dan di mana mineral dibentuk, contohnya pendinginan lava setelah letusan gunung berapi. Data ini kemudian bisa digunakan untuk membantu menemukan cadangan-cadangan energi lainnya.

“Mineral tercipta di Bumi dalam kluster-kluster,” kata Robert Hazen, direktur eksekutif Deep Carbon Observatory pada Carnegie Institution for Science di Washington dan salah satu peneliti dalam penelitian ini.

“Ketika Anda melihat mineral-mineral bersatu maka itu mirip sekali dengan cara manusia berinteraksi dalam jejaring sosial seperti Facebook,” kata dia.

Hazen mengungkapkan bahwa teknik ini seperti Amazon saat merekomendasikan buku-buka berdasarkan permintaan pembeli sebelumnya, atau perusahaan streaming media Netflix saat menawarkan film berdasarkan kebiasaan tonton dari penonton sebelumnya.

“Mereka memanfaatkan data dalam jumlah besar sekali dan membuat korelasi yang tidak bisa Anda buat,” kata dia kepada Reuters.

Ketua penelitian ini, Shaunna Morrison, juga dari Deep Carbon Observatory dan Carnegie Institution, menilai keberuntungan kerap memainkan peran yang besar bagi geolog yang tengah mencari cadangan mineral baru.

“Kami tengah mempelajarinya dalam cara yang jauh lebih sistematis,” kata dia mengenai proyek penelitian itu.

Di antara 10 mineral rantai karbon yang langka yang ditemukan melalui proyek ini adalah abellaite dan parisaite-(La). Kedua mineral yang keberadaannya sudah diprediksikan sebelum ditemukan, memiliki aplikasi ekonomi yang tak diketahui.

Gilpin Robinson dari Survei Geologi AS (USGS) yang tidak ikut terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa USGS mulai berkolaborasi dengan proyek big data ini.

“Penggunaan rangkaian data besar dan perangkat-perangkat analitis adalah sangat penting dalam penelitian kami mengenai sumber daya mineral dan energi,” tulis dia dalam email.

Proyek DCO ini juga berusaha mengumpulkan data guna meneliti sejarah geologis Bulan dan Mars.
(sumber:antaranews)

PT Kontakperkasa Futures

Minyak Anjlok, Batu Bara Ikut Tertekan

Minyak Anjlok, Batu Bara Ikut Tertekan

Kontak Perkasa – Harga batu bara turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (1/8/2017), bersama dengan anjloknya harga minyak mentah dunia.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak September 2017, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup merosot 1,39% atau 1,15 poin di posisi US$81,65/metrik ton.

Pelemahan kemarin sekaligus mengakhiri penguatan dua hari berturut-turut sebelumnya. Pada perdagangan Senin (31/7), harga batu bara kontrak September 2017 ditutup menanjak 1,10% di posisi US$82,80 per metrik ton.