PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: PT Kontak Perkasa Futures

PT KONTAK PERKASA FUTURES | iPhone 7 Plus Selamatkan Korban Penembakan Las Vegas

DLLd1rEVAAApS0S.jpg large

Kontak Perkasa – Jakarta – Sebuah iPhone 7 Plus rose gold berhasil menyelamatkan salah satu korban dalam tragedi penembakan Las Vegas yang terjadi pada Minggu (1/10/2017) lalu.

Mengutip laman New York Post, Kamis (5/10/2017), iPhone 7 Plus tersebut menangkis peluru dan membuat pemiliknya selamat.

Wanita pemilik iPhone 7 Plus yang disebutkan namanya itu pertama kali memberi tahu sopir taksi dalam perjalanan, bahwa iPhone 7 Plus telah menyelamatkan hidupnya.

Tidak ada informasi detail lain mengenai perempuan beruntung itu dan apa yang terjadi saat kejadian mengerikan itu terjadi.

Hanya ada foto iPhone 7 Plus warna rose gold dengan bagian bawah yang rusak parah diduga karena terkena peluru.

Foto iPhone 7 Plus rusak itu pun diunggah ke akun Twitter milik produser eksekutif CNN, Jason K Morell dengan username @CNNJason.

“Menakjubkan, peluru yang dilepaskan pelaku mengenai iPhone milik seorang perempuan, hanya beberapa inci dari tubuh perempuan tersebut,” kata Jason Morrell.

Belakangan, pihak berwenang mengumumkan pelaku penembakan Las Vegas adalah Stephen Paddock. Ia menembak mati 58 orang serta melukai lebih dari 500 orang lainnya.

Usai melancarkan aksi mengerikan, Paddock dilaporkan mengakhiri hidupnya di kamar hotel tempatnya melakukan penembakan itu.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Terungkap Alasan Setya Novanto Pakai Masker di Rumah Sakit

 

 

Ketua-DPR-Setya-Novanto

Kontak Perkasa – Jakarta – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Burhan Djabir Magenda menengok Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur. Burhan mengaku sebagai sahabat Ketua DPR itu.

Usai menjenguk, Burhan menyebut Novanto memiliki tumor di tenggorokan. Penyakit itu baru terdeteksi belakangan.

“Baik dia (Novanto), sehat, ada tumor di tenggorokan,” ujar Burhan di RS Premier Jakarta, Senin (2/10/2017).

Dia menjelaskan, hingga kini Novanto masih menggunakan masker. Setelah jantung, kata Burhan, kini Novanto mengidap tumor.

“Masih pakai masker dia (Novanto), tapi bertambah baik. Bertahaplah, dari awalnya jantung dulu baru muncul tumor. Tumor di tenggorokan,” ucapnya.

Burhan mengatakan, dia mendapat informasi soal penyakit tumor tersebut dari Novanto sendiri. Karena, kata dia, saat menjenguk, tidak ada dokter.

“(Dari) Pak Novanto sendiri, saya lihat sendiri. Kepala tumor di leher, makanya ditutup mukanya pakai masker. (Tumornya) ya sedikit ya, embriolah,” ujar Burhan yang juga anggota DPR periode 1999-2004 ini.

Belum Pasti Pulang

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Marlinda Irwanti menyatakan, belum bisa dipastikan kapan Setnov meninggalkan rumah sakit.

“Tadi sempat bicara sama istrinya. Cerita istrinya sih masih harus ada perawatan rumah sakit. Belum ada keputusan apakah hari ini akan pulang,” ujar Marlinda usai menjenguk Setnov di RS Premier Jakarta, Senin (2/10/2017).

Berdasarkan keterangan sang itri, kata Marlinda, kondisi Setnov masih belum stabil. Alat-alat medis masih terpasang di badannya.

“Katanya masih goyang, belum seimbang ketika buat aktivitas,” ujar Marlinda.

Marlinda sempat menyebut ada kemungkinan Setnov pindah rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

KONTAK PERKASA FUTURES | Tjahjo Kumolo Tetap Ingin JK Jadi Jurkam Jokowi di Pilpres 2019

JUSUF KALLA

Kontak Perkasa – Jakarta Politikus PDIP Tjahjo Kumolo menegaskan, Joko Widodo atau Jokowi akan kembali maju di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Dia pun ingin agar Jusuf Kalla menjadi Ketua Timses Jokowi.

Namun, kata dia, jika hal itu tak memungkinkan, Tjahjo tetap berharap agar JK mau menjadi juru kampanye bekerja di belakang layar.

“Akan diminta semua jadi jurkamnya di belakang layar,” ujar Jokowi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Meski begitu, Tjahjo menyadari jika Jusuf Kalla juga masih memiliki kesempatan mencalonkan diri menjadi presiden atau wakil presiden.

“Agustus (2018) kan ada pendaftaran capres dan wapres di mana posisinya Pak Jokowi jelas akan maju lagi. Pak JK akan maju lagi sebagai presiden masih bisa, wapres masih bisa, tim sukses pasti bisa,” kata Tjahjo.

Meski begitu, Tjahjo tak mengetahui apakah Jusuf Kalla masih ingin mencalonkan diri atau tidak di pilpres 2019.

“Tanya sama beliau. Beliau kan punya hak politik. Seperti tadi mau jadi politikus juga boleh. Pak Jokowi pasti maju. Pak JK masih bisa,” tandas Tjahjo.

Juru bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK, Husain Abdullah mengatakan, tidak elok jika JK harus menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo atau Jokowi di pilpres 2019.

Hal ini diungkapkan terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang meminta agar JK menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi di pilpres 2019.

“Artinya Pak JK sebagai Wapres, tentu tidak elok kalau terlalu jauh juga terlibat dalam urusan kampanye, apalagi sebagai ketua tim,” ucap Husain di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Dia menuturkan, pada kondisi pilpres, intensitas kegiatan politik akan tinggi. Namun, pemerintahan harus tetap berjalan.

“Pak JK harus tetap mem-backup tugas-tugas dari Pak Jokowi sampai akhir masa pemerintahannya. Justru itu yang sangat diperlukan oleh Pak Jokowi. Sebagai wakil Pak Jokowi, tentu harus in charge bertugas untuk tetap membantu Pak Jokowi mensukseskan pemerintahannya,” tegas Husain.

Menurut dia, dengan posisi JK membantu jalannya pemerintahan, sementara Jokowi akan disibukan dengan agenda politik, jika berniat maju lagi pada pilpres 2019, justru pemerintahan tak terganggu.

“Beliau bisa konsentrasi dan pemerintahannya tidak terganggu. Malah, kalau Bapak (JK) masuk di situ (kampanye), tidak mengenakkan bagi Pak Jokowi di mata publik. Jadi menurut saya, kurang tepat juga kalau Pak JK mau dilibatkan. Mungkin maksudnya sebagai penghormatan (apa yang disampaikan Tjahjo),” pungkas Husain.

KONTAK PERKASA FUTURES | Alasan Polisi Bebaskan Sopir Pikap Pembawa 225 Kilogram Ganja

Polda-Metro-Jaya

Kontak Perkasa – Jakarta – Polisi melepas Agus sopir pikap yang membawa 225 kilogram ganja. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menilai, Agus tidak terlibat dalam kasus penyelundupan barang haram tersebut.

“Akan kami pulangkan, karena dia tidak terbukti (terlibat),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017).

Agus tertangkap membawa ganja dalam mobil pikapnya 26 September lalu. Kala itu, ia melanggar aturan kendaraan ganjil-genap di Jalan Gatot Subroto.

Polisi lalu lintas yang curiga menemukan 225 kilogram ganja di bak mobilnya. Hasil pemeriksaan polisi, Agus sehari-hari bekerja sebagai sopir lepas pengangkut barang di Pasar Tanah Tinggi, Tangerang.

Agus, kata Argo, mengaku tidak tahu kalau barang yang akan diantarnya ke Karawang, Jawa Barat, itu berisi ganja.

“Dia tidak tahu di bawah jeruk itu ada barang (ganja) itu masuk ke mobilnya. Agus ini dia dikasih uang jalan saja,” ucap Argo.

Dibayar 700 ribu

Sementara itu, Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak menuturkan, Agus diminta mengantarkan barang oleh pria yang berperawakan tua. Agus juga tidak sempat berkenalan dengan pria tersebut.

“Upah yang diberi oleh orang itu Rp 700 ribu ke Purwakarta. Berdasarkan keterangan Agus, usia bapak itu di atas 50-an,” terang Calvin.

Bongkar muat jeruk itu dilakukan di Pasar Tanah Tinggi. Keranjang jeruk awalnya berada di mobil APV, kemudian dipindah ke pikap milik Agus.

“Kemudian dari Tanah Tinggi disuruh ke daerah Semanggi. Pak Tua itu lalu meminta turun di depan Gedung TVRI, Senayan,” tambah dia.

Di depan Gedung TVRI, Agus kemudian bertemu dengan tiga orang yang menggunakan mobil Xenia. Rencananya, mereka hendak beriringan menuju Karawang. Namun, di Jalan Jenderal Gatot Subroto, kedua mobil ini dihentikan petugas lalu lintas lantaran melanggar aturan ganjil-genap.

“Saat dihentikan polantas, ketiga orang itu kabur. Namun, satu sudah berhasil diamankan di Karawang,” tandas Calvin.

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati Saham Pilihan Ini

penutupan ihsg

Kontak Perkasa – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga bayangi IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih menunjukkan potensi penguatan cukup besar. Level support IHSG terlihat masih akan diuji dan cukup kuat terjaga.

William mengatakan, sentimen pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membayangi laju IHSG.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.813-5.927 pada perdagangan saham Jumat pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Jumat (29/9/2017).

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis 28 September 2017, IHSG turun 21,98 poin atau 0,37 persen ke posisi 5.841,04. Indeks saham LQ45 susut 0,65 persen ke posisi 969,15. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 158 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 155 saham menguat jadi menahan pelemahan IHSG. 124 saham lainnya diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.866,60 dan terendah 5.839,59. Transaksi perdagangan saham cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 321.698 kali dengan volume perdagangan 10,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,7 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 503,56 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.508.