PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: PT Kontak Perkasa

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Kasus Bayi Debora, Saham Pemilik RS Mitra Anjlok

 

bursa

Kontakperkasa – Kasus meningalnya bayi Debora di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres ternyata mempengaruhi harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA). Pada pembukaan pasar hari ini, saham MIKA langsung berada di zona merah, turun 50 poin ke Rp2,080 per saham.

Sebelum penutupan sesi I atau pukul 11:45 waktu JATS, saham MIKA anjlok 90 poin atau 4,27 persen ke level Rp2,020 per saham. Bahkan saham MIKA sempat menyentuh level terendah di Rp1,950 per saham. Padahal saat penutupan perdagangan pekan lalu, saham MIKA masih berada di posisi Rp2,130 per saham.

Memang, saat ini perseroan tengah dirundung masalah terkait dengan kasus meninggalnya bayi Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres. Bayi yang bernama lengkap Tiara Debora yang menderita sesak napas ketika orang tuanya membawa ke RS. Sesampainya di RS Mitra Keluarga Kalideres, bayu Debora sempat mendapatkan pertolongan pertama dari dokter jaga. Setelah itu, dokter menyatakan jika bayi Debora harus masuk ke pediatric intensive care unit (PICU). Namun, orang tua bayi Debora kekurangan biaya untuk memasukan anaknya ke ruang PICU karena RS Mitra Keluarga Kalideres tidak melayani pasien BPJS.

Manajemen RS Mitra Keluarga menyatakan jika pihaknya saat itu membantu keluarga bayi Debora mencari RS yang menerima pasien BPJS. Sayangnya, kondisi bayi debora memburuk dan akhirnya menghembuskan napas terakhir ketika pihak RS dan orang tua bayi Debora sedang mencari RS yang bisa menampung pasien BPJS.

Kasus ini pun mendapat perhatian dari masyarakat. Banyak pihak kecewa dengan perlakuan RS Mitra Keluarga Kalideres yang tidak memberikan pelayanan yang maksimal tehadap pasien. Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun akan memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait meninggalnya bayi Debora. Dinkes akan meminta keterangan paramedis yang menangani Debora. Pemanggilan akan dilakukan hari ini.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas dalam keterangannya menjelaskan, berdasarkan cerita orangtua Debora yang beredar di media sosial, serta dari keterangan pers yang dikeluarkan pihak rumah sakit, Debora meninggal tanpa sempat mendapat pertolongan maksimal di rumah sakit. Wening menyayangkan respons RS Mitra Keluarga Kalideres terhadap pasien terkendala biaya seperti pasangan Rudianto dan Henny.

PT Kontakperkasa Futures

PT KONTAK PERKASA FUTURES | BEI Kembali Sabet Penghargaan Best Supporting Institution

kontak perkasa

BEI Kembali Sabet Penghargaan Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2017

Kontakperkasa – Bursa Efek Indonesia kembali meraih penghargaan “The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2017″ dari Global Islamic Finance Award.

Kepala Divisi Komunikasi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu mengemukakan bahwa BEI merupakan satu-satunya institusi dari Indonesia yang menerima penghargaan dari GIFA selama dua tahun berturut-turut.

PT Kontak Perkasa Futures | BPJS TK Gandeng Pemerintah Desa Ciptakan Desa Sadar Jamsostek

BPJS TK Gandeng Pemerintah Desa Ciptakan Desa Sadar Jamsostek

Kontak perkasa

BPJS TK Gandeng Pemerintah Desa Ciptakan Desa Sadar Jamsostek

Kontak perkasa – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mewujudkan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun Sony Suharsono melalui rilis yang diterima di Palangka Raya, Minggu, mwngatakan desa tersebut adalah Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PT Kontakperkas Futures | Indonesia Yakinkan Rusia Soal Minyak Sawit dengan Prinsip Berkelanjutan

PT Kontakperkasa Futures

PT Kontakperkas Futures | Indonesia Yakinkan Rusia Soal Minyak Sawit dengan Prinsip Berkelanjutan

Kontakperkasa – Selama Forum Bisnis Minyak Kelapa Sawit Indonesia-Rusia, pemerintah Indonesia meyakinkan Rusia bahwa pengelolaan industri minyak sawit lokal berpedoman pada praktik agraria yang baik.

Indonesia meyakinkan Rusia mengenai produk minyak kelapa sawit yang mengutamakan prinsip keberlanjutan.

Mengutip siaran pers BPDPKS, Minggu (6/8), Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, atau yang akrab disapa Enggar, mengatakan seluruh produk sawit Indonesia, mulai dari penanaman hingga produksi hilir, telah mengikuti standar Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO).

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam setiap aspek produk sawit Indonesia,” kata Enggar di sela-sela Forum Bisnis Minyak Kelapa Sawit Indonesia-Rusia di Moskow.

Selama forum itu, seperti yang diberitakan Bisnis Indonesia, Enggar mengundang lembaga riset dari Universitas Negeri Moskow serta para pengusaha Rusia untuk datang ke Indonesia dan melihat langsung pengelolaan produk sawit sejak penanaman. Menurutnya, pengelolaan industri minyak sawit Indonesia pun berpedoman pada praktik agraria yang baik.

Ekspor minyak sawit ke Rusia pada 2016 berjumlah 663 ribu ton dengan nilai 440 juta dolar AS. Adapun total volume pengiriman ke pasar dunia tahun lalu sebesar 25,1 juta ton.

“Ekspor minyak sawit Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun serta potensinya masih sangat besar untuk ditingkatkan,” kata Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi, seraya menambahkan bahwa forum tersebut diadakan mengingat bahwa Rusia merupakan mitra perdagangan Indonesia yang potensial untuk CPO.

Gregory Ryabtsev dari Asosiasi Minyak Sawit Rusia mengakui proses produksi di pabrik CPO dan minyak goreng di Indonesia beserta proses pengapalannya cukup bersih. Dia meyakini produk sawit Indonesia berasal dari industri yang kredibel, taat aturan dan mengikuti standar internasional.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Minyak Sawit Indonesia dan pengusaha minyak sawit Rusia menandatangani memorandum of cooperation (MoC) untuk meningkatkan perdagangan kedua negara dan memperluas promosi serta diseminasi informasi produk sawit Indonesia di Rusia.

“Perdagangan minyak sawit Indonesia dapat meningkat dua kali lipat dalam satu sampai dua tahun ke depan,” ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.

Sumber: indonesia.rbth.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures

Ilmuwan beralih ke “big data” untuk temukan minyak dan gas

Ilmuwan beralih ke "big data" untuk temukan minyak dan gas

Kontakperkasa – Para ilmuwan yang tengah mencari bahan tambang, mulai dari minyak, gas, tembaga, sampai emas, tengah mengadopsi teknik-teknik yang digunakan perusahaan-perusahaan seperti Netflix dan Amazon dalam menggunakan kumpulan data sangat besar (big data), simpul sebuah penelitian seperti dikutip Reuters.

Metode ini sudah membantu menemukan 10 mineral rantai karbon dan bisa diperluas diterapkan untuk eksplorasi, tulis mereka dalam jurnal American Mineralogist.

“Big data menunjuk kepada mineral-mineral baru, cadangan-cadangan baru,” tulis mereka lagi.

Teknik ini diterapkan jauh melewati geologi tradisional dengan cara mengumpulkan data mengenai bagaimana dan di mana mineral dibentuk, contohnya pendinginan lava setelah letusan gunung berapi. Data ini kemudian bisa digunakan untuk membantu menemukan cadangan-cadangan energi lainnya.

“Mineral tercipta di Bumi dalam kluster-kluster,” kata Robert Hazen, direktur eksekutif Deep Carbon Observatory pada Carnegie Institution for Science di Washington dan salah satu peneliti dalam penelitian ini.

“Ketika Anda melihat mineral-mineral bersatu maka itu mirip sekali dengan cara manusia berinteraksi dalam jejaring sosial seperti Facebook,” kata dia.

Hazen mengungkapkan bahwa teknik ini seperti Amazon saat merekomendasikan buku-buka berdasarkan permintaan pembeli sebelumnya, atau perusahaan streaming media Netflix saat menawarkan film berdasarkan kebiasaan tonton dari penonton sebelumnya.

“Mereka memanfaatkan data dalam jumlah besar sekali dan membuat korelasi yang tidak bisa Anda buat,” kata dia kepada Reuters.

Ketua penelitian ini, Shaunna Morrison, juga dari Deep Carbon Observatory dan Carnegie Institution, menilai keberuntungan kerap memainkan peran yang besar bagi geolog yang tengah mencari cadangan mineral baru.

“Kami tengah mempelajarinya dalam cara yang jauh lebih sistematis,” kata dia mengenai proyek penelitian itu.

Di antara 10 mineral rantai karbon yang langka yang ditemukan melalui proyek ini adalah abellaite dan parisaite-(La). Kedua mineral yang keberadaannya sudah diprediksikan sebelum ditemukan, memiliki aplikasi ekonomi yang tak diketahui.

Gilpin Robinson dari Survei Geologi AS (USGS) yang tidak ikut terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa USGS mulai berkolaborasi dengan proyek big data ini.

“Penggunaan rangkaian data besar dan perangkat-perangkat analitis adalah sangat penting dalam penelitian kami mengenai sumber daya mineral dan energi,” tulis dia dalam email.

Proyek DCO ini juga berusaha mengumpulkan data guna meneliti sejarah geologis Bulan dan Mars.
(sumber:antaranews)

PT Kontakperkasa Futures