PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: PT Kontak Perkasa

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Harga Emas Jatuh dari Level Tertinggi

Harga Emas Jatuh dari Level Tertinggi

Kontak Perkasa – Jakarta – Harga emas melemah pada perdagangan Senin karena aksi ambil untung setelah harga logam mulia tersebut mencetak kenaikan yang cukup besar pada perdagangan sebelumnya.

Harga emas memang melambung ke atas US$ 1.300 per ounce karena dorongan ketegangan geopolitik di Irak, Korea Utara dan data-data ekonomi AS yang melemah.

Mengutip Reuters, Selasa (17/10/2017), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen ke level US$ 1.296,51 per ounce pada pukul 2 siang waktu London. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,1 persen menjadi US$ 1.303 per ounce.

“Anda melihat sedikit aksi profit taking di sini,” jelas analis senior RJO Futures di Chicago, Bob Haberkorn.

“Ada keenggan dari para pelaku pasar untuk mencari untung lebih besar meskipun ada beberapa risiko geopolitik di luar sana,” tambah dia.

Risiko geopolitik tersebut antara lain ketegangan Irak dengan pejuang Kurdi usai pasokan Irak masuk ke wilayah Kirkuk. Sedangkan di kawasan Asia, konflik Korea Utara dengan AS terus berlanjut.

Di luar itu, membaiknya pasar saham juga memberikan tekanan terhadap harga emas. Di AS, Dow Jones Industrial Average naik 85,24 poin atau 0,37 persen ditutup pada 22.956,96. S&P 500 naik 4,47 poin atau 0,18 persen menjadi 2.557,64.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Transaksi Saham Capai Rp 12,8 Triliun di BEI, Ada Apa?

IHSG-Melesat-JakartaKontak Perkasa Jakarta – Transaksi perdagangan saham mencapai Rp 12,8 triliun pada perdagangan Senin (16/10/2017). Hal itu didorong dari transaksi saham dua emiten di pasar negosiasi.

Berdasarkan data RTI, saham PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) mencapai Rp 1 triliun. Total frekuensi perdagangan saham ROTImencapai 43 kali. Saham ROTI ditransaksikan naik 2,92 persen ke posisi Rp 1.235 per saham di pasar negosiasi.

Sedangkan di pasar reguler, saham ROTI ditransaksikan stagnan di kisaran Rp 1.270 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 290 kali.

Sedangkan transaksi saham cukup besar lainnya yaitu PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Tercatat, transaksi perdagangan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mencapai Rp 3,9 triliun.

Saham SSMS ditransaksikan turun 0,33 persen menjadi Rp 1.490 per saham di pasar negosiasi. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak dua kali. Kemungkinan transaksi itu dibantu oleh PT CIMB Sekuritas Indonesia.

Di pasar reguler, saham SSMS tercatat naik 0,34 persen ke posisi Rp 1.495 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 1.736 kali.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, transaksi saham ROTI cukup besar kemungkinan didorong adanya transaksi penawaran saham terbatas atau rights issue. “Kalau saham ROTI mungkin terkait rights issue,” ujar Reza saat dihubungi Liputan6.com

sumber Liputan6.com

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Ingin Seperti Miliarder, Ikut Saja Kebiasaannya

miliarderKontak Perkasa – Jakarta – Bila Anda berpikir miliarder memiliki kekuatan super atau rahasia besar yang membantu mereka mencapai statusnya, itu tidaklah benar. Anda cukup sedikit menggali kebiasaan mereka, maka bisa menemukan jika para miliarder itu ternyata memiliki beberapa hal yang sama.

Kebiasaan ini bahkan tidak perlu mengubah kehidupan Anda secara dramatis atau ekstrem, hanya kekuatan komitmen yang dibutuhkan untuk hal ini.

Memang, tidak ada korelasi langsung atau jaminan jika mengikuti kebiasaan para miliarder ini membuat status Anda naik seperti mereka. Tapi Anda mungkin bisa jauh lebih produktif dan sukses di masa depan, jika berkomitmen pada beberapa kebiasaan ini.

Apa saja kebiasaan para miliarder tersebut, berikut ulasannya mengutip laman CNBC, Rabu (11/10/2017):

1. Selalu Belajar

Banyak miliarder tidak pernah berhenti belajar. Mereka bahkan tidak memerlukan hal formal untuk menjadi lebih terampil. Mereka cukup mengikuti kejadian terkini dan pengembangan diri. Mereka berusaha memahami masalah di sekitar dan terus-menerus mencari tahu.

Bila Anda berkomitmen untuk mempelajari sesuatu yang baru di satu industri setiap hari, tindakan ini mengemulasi apa yang orang-orang sukses lakukan.

2. Membaca

Banyak miliarder, mulai dari Oprah Winfrey, Warren Buffet bahkan Bill Gates  merupakan kutu buku. Winfrey pernah memimpin sebuah klub buku. Buffett bahkan menghabiskan sampai 80 persen waktunya untuk membaca.

Membaca membuat miliarder untuk terus belajar serta mengasah ketrampilan dan mengikuti perkembangan industri.

3. Tak Mengenal Kata Tidak

Agar fokus pada prioritas yang paling penting, para miliarder tak mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak membantu mereka mencapai tujuan. Miliarder juga tidak mudah menerima jawaban dari rekan kerja, vendor atau karyawan jika mereka yakin ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mempercepat kesuksesan.

4. Selalu Memulai Lebih Awal

Banyak miliarder memanfaatkan hari dengan baik. Mereka terbiasa bangun lebih awal dari biasanya. Jack Dorsey misalnya, bangun jam 5 pagi untuk berolahraga dan bermeditasi. Sementara Richard Branson bangun jam 5:45 pagi untuk berolahraga.

5. Bergaul dengan Orang Sukses

Miliarder percaya apa yang Jim Rohn katakan. “Anda merupakan rata-rata dari 5 orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama.”

Para miliarder akan bergaul dengan orang suksses lainnya dan mereka saling belajar satu sama lain.

Jika Anda ingin meningkatkan kesuksesan maka saatnya untuk mulai bertindak seperti miliarder. Pilih satu atau beberapa kebiasaan ini dan mulailah berjalan pada jalur menuju kesuksesan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Terungkap Alasan Setya Novanto Pakai Masker di Rumah Sakit

 

 

Ketua-DPR-Setya-Novanto

Kontak Perkasa – Jakarta – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Burhan Djabir Magenda menengok Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur. Burhan mengaku sebagai sahabat Ketua DPR itu.

Usai menjenguk, Burhan menyebut Novanto memiliki tumor di tenggorokan. Penyakit itu baru terdeteksi belakangan.

“Baik dia (Novanto), sehat, ada tumor di tenggorokan,” ujar Burhan di RS Premier Jakarta, Senin (2/10/2017).

Dia menjelaskan, hingga kini Novanto masih menggunakan masker. Setelah jantung, kata Burhan, kini Novanto mengidap tumor.

“Masih pakai masker dia (Novanto), tapi bertambah baik. Bertahaplah, dari awalnya jantung dulu baru muncul tumor. Tumor di tenggorokan,” ucapnya.

Burhan mengatakan, dia mendapat informasi soal penyakit tumor tersebut dari Novanto sendiri. Karena, kata dia, saat menjenguk, tidak ada dokter.

“(Dari) Pak Novanto sendiri, saya lihat sendiri. Kepala tumor di leher, makanya ditutup mukanya pakai masker. (Tumornya) ya sedikit ya, embriolah,” ujar Burhan yang juga anggota DPR periode 1999-2004 ini.

Belum Pasti Pulang

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Marlinda Irwanti menyatakan, belum bisa dipastikan kapan Setnov meninggalkan rumah sakit.

“Tadi sempat bicara sama istrinya. Cerita istrinya sih masih harus ada perawatan rumah sakit. Belum ada keputusan apakah hari ini akan pulang,” ujar Marlinda usai menjenguk Setnov di RS Premier Jakarta, Senin (2/10/2017).

Berdasarkan keterangan sang itri, kata Marlinda, kondisi Setnov masih belum stabil. Alat-alat medis masih terpasang di badannya.

“Katanya masih goyang, belum seimbang ketika buat aktivitas,” ujar Marlinda.

Marlinda sempat menyebut ada kemungkinan Setnov pindah rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

KONTAK PERKASA FUTURES | Tjahjo Kumolo Tetap Ingin JK Jadi Jurkam Jokowi di Pilpres 2019

JUSUF KALLA

Kontak Perkasa – Jakarta Politikus PDIP Tjahjo Kumolo menegaskan, Joko Widodo atau Jokowi akan kembali maju di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Dia pun ingin agar Jusuf Kalla menjadi Ketua Timses Jokowi.

Namun, kata dia, jika hal itu tak memungkinkan, Tjahjo tetap berharap agar JK mau menjadi juru kampanye bekerja di belakang layar.

“Akan diminta semua jadi jurkamnya di belakang layar,” ujar Jokowi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Meski begitu, Tjahjo menyadari jika Jusuf Kalla juga masih memiliki kesempatan mencalonkan diri menjadi presiden atau wakil presiden.

“Agustus (2018) kan ada pendaftaran capres dan wapres di mana posisinya Pak Jokowi jelas akan maju lagi. Pak JK akan maju lagi sebagai presiden masih bisa, wapres masih bisa, tim sukses pasti bisa,” kata Tjahjo.

Meski begitu, Tjahjo tak mengetahui apakah Jusuf Kalla masih ingin mencalonkan diri atau tidak di pilpres 2019.

“Tanya sama beliau. Beliau kan punya hak politik. Seperti tadi mau jadi politikus juga boleh. Pak Jokowi pasti maju. Pak JK masih bisa,” tandas Tjahjo.

Juru bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK, Husain Abdullah mengatakan, tidak elok jika JK harus menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo atau Jokowi di pilpres 2019.

Hal ini diungkapkan terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang meminta agar JK menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi di pilpres 2019.

“Artinya Pak JK sebagai Wapres, tentu tidak elok kalau terlalu jauh juga terlibat dalam urusan kampanye, apalagi sebagai ketua tim,” ucap Husain di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Dia menuturkan, pada kondisi pilpres, intensitas kegiatan politik akan tinggi. Namun, pemerintahan harus tetap berjalan.

“Pak JK harus tetap mem-backup tugas-tugas dari Pak Jokowi sampai akhir masa pemerintahannya. Justru itu yang sangat diperlukan oleh Pak Jokowi. Sebagai wakil Pak Jokowi, tentu harus in charge bertugas untuk tetap membantu Pak Jokowi mensukseskan pemerintahannya,” tegas Husain.

Menurut dia, dengan posisi JK membantu jalannya pemerintahan, sementara Jokowi akan disibukan dengan agenda politik, jika berniat maju lagi pada pilpres 2019, justru pemerintahan tak terganggu.

“Beliau bisa konsentrasi dan pemerintahannya tidak terganggu. Malah, kalau Bapak (JK) masuk di situ (kampanye), tidak mengenakkan bagi Pak Jokowi di mata publik. Jadi menurut saya, kurang tepat juga kalau Pak JK mau dilibatkan. Mungkin maksudnya sebagai penghormatan (apa yang disampaikan Tjahjo),” pungkas Husain.