PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tag Archives: pt kp press

Alat Deteksi Cepat Virus Corona yang Diimpor BUMN Tiba

063912700_1584600020-shutterstock_1667739274

Kontak Perkasa Futures – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang farmasi dan agroindustri, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tengah melakukan kerjasama dengan China untuk mendatangkan alat pendeteksi virus Corona atau rapid test Covid-19.

Emas turun kembali ke level terendah sejak kejatuhan pasar saham di bulan Desember

9e497cd2982e222c6a75ac11e2b94cfc

Kontak Perkasa Futures – Harga emas pada hari Rabu turun kembali ke penyelesaian terendah sejak Desember, menandakan pelarian ke likuiditas oleh investor akan terus melebihi daya tarik surga logam tradisional karena ekuitas melihat putaran kerugian besar di tengah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari COVID-19. pandemi.

Emas untuk pengiriman April di Comex turun $ 47,90, atau 3,1%, menjadi $ 1,477,90 per ounce, dengan harga untuk kontrak paling aktif berakhir di level terendah sejak Desember, menurut data FactSet. Pada hari Senin, harga untuk kontrak paling aktif mencetak kenaikan pertama mereka dalam enam sesi.

Perak Mei turun 72,3 sen, atau 5,8%, menjadi $ 11,772 per ons setelah menyelesaikan Senin pada level terendah sejak akhir Januari 2009.

PT Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa
PT KP Press

Sumber: marketwatch

Emas menetap di level terendah sejak Desember

f2afb36f2585336498d8968f803e125e

Kontak Perkasa Futures – Emas berjangka turun pada Senin untuk menetap di level terendah sejak Desember, dan perak berjangka berakhir di level terburuk dalam lebih dari satu dekade, karena keputusan darurat Federal Reserve untuk memangkas suku bunga gagal membendung kerugian di pasar saham, membuat para pedagang berebut un

Minyak Berjangka Berakhir Dengan Kerugian Mingguan 23%

d9fb0c329c561a48ace1f5439dfd4c70

Kontak Perkasa Futures -

Harga Emas Naik di Asia; Mungkin Menghadapi Tekanan Jual

b7362bead7126478472df109eda46cf8

Kontak Perkasa Futures – Harga emas lebih tinggi di perdagangan Asia karena pasar tetap khawatir tentang dampak pandemi coronavirus terhadap pertumbuhan global.