PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Tak Ada Lagi Cebong-Kampret, IHSG dan Rupiah Siap Meroket?

be51e865-0a96-4112-82d8-c68b22e9498c_169

PT. Kontak perkasa Futures – Kemarin, calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan eks pesaingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo Subianto. Ini adalah pertemuan pertama mereka selepas pesta demokrasi.

Jokowi dan Prabowo sama-sama naik kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Setelah itu, keduanya menikmati santap siang bersama

Jokowi dan Prabowo juga sempat menggelar konferensi pers. Dua kuda pacu yang juga bersaing di Pilpres 2014 itu sepakat untuk mengakhiri berbagai perbedaan dan bersatu untuk membangun Indonesia.

“Saya ucapkan selamat bekerja, menjadi presiden itu mengabdi. Masalah yang dipikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kita mengkritisi Bapak sekali-sekali. Sudah tak ada cebong-cebong, tak ada kampret-kampret. Semuanya Merah Putih!” tegas Prabowo.

“Tidak ada lagi yang namanya 01, tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong, tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila. Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebagai sebuah bangsa,” begitu ucap Jokowi.

Adem. Suasana yang selama kurang lebih setahun panas kini sudah dingin. Kompetisi politik sudah selesai, dan energi bangsa Indonesia bisa dicurahkan untuk pembangunan.

Sebelumnya, ketidakpastian dan suhu panas politik menjadi batu sandungan bagi pelaku pasar. Investor belum berani menanamkan modalnya secara agresif di Indonesia, karena faktor tersebut.

Namun kini ketidakpastian itu sirna. Investor tidak perlu lagi khawatir dengan tensi politik yang meninggi. Oleh karena itu, ada kemungkinan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah menguat pada perdagangan esok hari.

Belajar dari 2014, IHSG dan Rupiah Siap Ngegas!

Belajar dari pengalaman 2014, momentum pertemuan Jokowi-Prabowo membuat investor begitu bergairah. Tensi politik Pilpres 2014 kurang lebih sama dengan tahun ini, bahkan kandidat presiden pun tidak berbeda. Jokowi dan Prabowo.

Kala itu, penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) menang Pilpres, unggul atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa dengan perbandingan 53,15%-46,85%.

Tidak puas, kubu Prabowo-Hatta juga menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstutusi. Sama seperti 2019, pada 21 Agustus 2014 Mahkamah juga menolak seluruh gugatan kubu Prabowo-Hatta. Putusan MK memperkuat hasil penghitungan suara KPU dan Jokowi-JK menjadi pemimpin Indonesia untuk 2014-2019.
Namun pertemuan Jokowi-Prabowo baru terjadi pada 17 Oktober. Pertemuan dilakukan di Kertanegara, Kebayoran Baru (Jakarta Selatan).

Respons IHSG dan rupiah kala itu sangat positif. Pada 17 Oktober, IHSG menguat hingga 1,56% dan menjadi penguatan harian tertinggi selama bulan tersebut.

Rupiah pun sama. Pada 17 Oktober, rupiah melesat dengan penguatan 1,14% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Seperti IHSG, ini menjadi penguatan harian tertinggi selama Oktober 2014.

Namun euforia pertemuan Jokowi-Prabowo pada 2014 tidak bertahan lama. Hari-hari berikutnya investor mulai melakukan ambil untung (profit taking) sehingga IHSG dan rupiah bergerak melemah.

Jadi, kita boleh berharap IHSG dan rupiah bisa melesat pada perdagangan esok hari. Jika itu terjadi, berterima kasihlah kepada Jokowi dan Prabowo. Namun ya itu tadi, jangan berharap sentimen ini bisa bertahan lama.

Source – CNBC Indonesia