PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Top! Wall Street Melesat, Bursa Jepang Ngamuk Hampir 3%

ea594fa7-e2c5-4544-bc8d-bf6cf741ba95_169

Kontak Perkasa Futures – Bursa saham di Asia tiba-tiba melonjak pada perdagangan Selasa pagi (16/6/2020) setelah ditopang lompatan dramatis bursa Wall Street AS dini hari tadi atau Selasa pagi waktu Indonesia.
Data perdagangan mencatat, Indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo, Jepang melonjak 2,86% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix menguat 2,49%. Di Korea Selatan, Kospi melonjak 3,1%. Bursa saham di Australia juga diperdagangkan menguat, di mana Indeks S&P/ASX 200 naik 1,28%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang juga diperdagangkan naik 0,92% pagi ini.

Tadi pagi, bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2020). Kenaikan terjadi setelah bank sentral AS, the Federal Reserve (the Fed) mengumumkan rencana yang membawa sentimen positif ke pasar saham.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 157,62 poin pada Senin, setelah indeks saham-saham blue-chip itu turun lebih dari 760 poin di awal sesi. S&P 500 naik 0,8% dan ditutup menjadi 3,066,59, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,4% menjadi 9,726,02. Pada awal perdagangan, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun sebanyak 2,5% dan 1,9%, sebelum akhirnya ditutup rebound.

Sebelumnya The Fed telah mengindikasikan bahwa mereka akan membeli obligasi di pasar primer. Tetapi melalui pengumuman pada Senin, Fed mengungkapkan akan memperluas operasi pembelian obligasi ke pasar sekunder.

Dengan kata lain, pengumuman The Fed di pertengahan Juni ini merupakan langkah lain dari bank sentral untuk mendukung pasar keuangan dan meyakinkan investor bahwa mereka akan terus mendukung pasar kredit selama wabah virus corona ada.

“Apa yang tampaknya baru adalah pembelian obligasi di pasar sekunder dan setidaknya dari pengumuman ini, ini berpotensi bagi The Fed memperluas pembelian obligasi,” tulis ahli strategi Evercore ISI, Dennis DeBusschere, dalam sebuah email dilansir CNBC.

“Alasan penyebaran (spread) kredit ketat adalah karena investor percaya bahwa mereka akan menindaklanjuti program ini [pembelian obligasi],” tambah DeBusschere. “Jika mereka tidak menindaklanjuti, spread kredit akan bergerak secara signifikan lebih luas dan The Fed harus membeli lebih banyak [surat] utang untuk menopang kredibilitas.”

Investor pada Selasa ini kemungkinan akan fokus pada pengumuman bank sentral. Reserve Bank of Australia akan merilis risalah pertemuan kebijakan moneter pada pukul 9:30 pagi waktu Hong Kong dan Singapura, sementara Bank of Japan juga akan merilis pernyataan kebijakan moneter pada hari Selasa ini.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan sentimen luar negeri yang mempengaruhi pasar ialah ‘obat’ dari bank sentral AS, The Fed.

“The Fed memberikan apa yang dibutuhkan pasar tatkala pasar sedang mengalami kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan. Sebuah obat penenang yang dibutuhkan,” jelasnya.

The Fed mengatakan bahwa mereka akan memulai membeli obligasi korporasi individual di bawah Secondary Market Corporate Credit Facility. Program ini memiliki kemampuan untuk membeli surat utang korporasi hingga US$ 750 miliar.

“Tentu hal ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dari The Fed untuk mendukung fungsi pasar dan mempermudah situasi dan kondisi kredit. Bank Sentral juga menjelaskan untuk pertama kalinya mereka akan menerapkan strategi pembelian, dan mengatakan akan mengikuti indeks pasar dari obligasi korporasi di Amerika yang dibuat khusus untuk fasilitas tersebut.”

“The Fed juga pada akhirnya telah memberikan program baru yaitu Program Pinjaman untuk usaha kecil dan menengah, yang dimana hal tersebut membuat usaha kecil dan menengah dapat semringah karena pada akhirnya pertolongan itu datang,” kata Nico dan timnya.

PT Kontak Perkasa Futures
PT kontak Perkasa
PT KP Press

Source CNBC Indonesia