PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Wall Street berakhir bervariasi setelah sesi bergejolak

images (6)KONTAK PERKASA FUTURES –  Wall Street berakhir bervariasi setelah sesi perdagangan bergejolak pada Jumat pagi, karena pasar mempertimbangkan data ekonomi AS yang lebih baik terhadap ketakutan atas melemahnya pertumbuhan global. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 24,50 poin (0,15 persen) menjadi ditutup pada 16.117,24, “rebound” setelah kehilangan lebih dari 200 poin pada awal sesi, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 naik tipis 0,27 poin (0,01 persen) menjadi berakhir di 1.862,76, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 2,07 poin (0,05 persen) menjadi 4.217,39. Saham-saham AS tampak menuju kinerja suram lain pada pagi hari, karena berlanjutnya kekhawatiran atas ekonomi Eropa. Tetapi para investor juga didukung sentimen positif dari kenaikan 1,0 persen dalam produksi industri AS pada September dan penurunan klaim pengangguran mingguan ke tingkat terendah 14-tahun. Para analis juga mengutip komentar dari James Bullard, kepala cabang Fed St. Louis, yang menyatakan bank sentral bisa memperpanjang program pembelian obligasinya daripada menguranginya, seperti yang telah diperkirakan. “Pasar saham menunjukkan beberapa tanda-tanda kehidupan yang menarik,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities. Delta Air Lines naik 2,9 persen setelah memberikan prospek “bullish” untuk kuartal keempat dan para pejabat mengatakan mereka tidak memperkirakan virus Ebola secara signifikan mempengaruhi perjalanan udara. Pesaingnya, United Airlines naik 2,9 persen dan American Airlines bertambah 4,0 persen. Perusahaan video streaming Netflix anjlok 19,4 persen karena angka pertumbuhan pelanggannya mengecewakan. Apple turun 1,3 persen karena meluncurkan versi lebih tipis dari tablet iPad dan mengatakan sistem pembayaran mobile-nya, yang dikenal Apple Pay, akan mulai beroperasi pada Senin (20/10). Pembuat mainan Mattel jatuh 3,0 persen setelah melaporkan penurunan 22 persen dalam laba bersih kuartal ketiganya menjadi 331,8 juta dolar AS, sebagian karena penurunan 21 persen dalam penjualan boneka ikonik Barbie. Perusahaan farmasi AS Abbvie turun 3,2 persen setelah mengumumkan bahwa dewan direksi tidak lagi mendukung pengambilalihan pesaingnya Shire yang berbasis di Iralandia senilai 54 miliar dolar AS, setelah peraturan pajak baru AS melarang kesepakatan inversi di perusahaan AS yang memindahkan kantor pusatnya ke luar negeri. Chesapeake Energy melesat 17,0 persen lebih tinggi menyusul berita bahwa pihaknya akan menjual aset-aset minyak dan gas serpih kepada Southwestern Energy sebesar 5,4 miliar dolar AS. Southwestern anjlok 10,4 persen. Harga obligasi turun. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,15 persen dari 2,09 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,94 persen dari 2,88 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.