PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

Wall Street datar karena data ekonomi AS bervariasi

download (2)KONTAK PERKASA FUTURES –  Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit berubah pada Rabu pagi, setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS secara tak terduga menguat di kuartal ketiga, namun kepercayaan konsumen pada November turun. Indeks Dow Jones Industrial Average menyusut 2,96 poin (0,02 persen) menjadi 17.814,94. Indeks saham unggulan ini naik tipis ke rekor baru pada bel penutupan, namun ditutup di posisi merah sesudahnya. Indeks berbasis luas S&P 500 mundur sedikit dari rekor Senin, turun 2,38 poin (0,12 persen) menjadi 2.067,03, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 3,36 poin (0,07 persen) pada 4.758,25. Departemen Perdagangan menaikkan estimasinya untuk pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga menjadi 3,9 persen dari 3,5 persen. Analis telah memproyeksikan revisi turun terhadap estimasi awal. The Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen jatuh ke 88,7 dari 94,1 pada Oktober. Harga rumah AS naik 4,9 persen pada September dari setahun lalu karena kenaikan harga terus melambat. Saham-saham minyak bumi menderita karena harga minyak mentah AS merosot 2,2 persen tertekan harapan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak akan setuju untuk memangkas produksi mereka pada pertemuan Kamis (27/11). Anggota Dow Chevron turun 1,2 persen, sementara produser independen Continental Resources turun 2,9 persen dan raksasa jasa minyak Schlumberger kehilangan 3,3 persen. Apple, perusahaan terbesar AS berdasarkan kapitalisasi pasar, sempat mencapai rekor nilai pasar di atas 700 miliar dolar AS sebelum mundur kembali. Saham Apple berakhir 0,9 persen lebih rendah. Jeweler Tiffany naik 2,5 persen karena penjualan toko-tokonya di kuartal ketiga naik empat persen. Perusahaan menegaskan perkiraan untuk keuntungan tahun penuh sebesar 4,20-4,30 dolar AS per saham. Analis memproyeksikan 4,34 dolar AS per saham. Workday, yang menyediakan perangkat lunak berbasis “cloud” untuk perusahaan, turun 5,5 persen setelah melaporkan bahwa kerugian kuartal ketiganya meningkat menjadi 59,9 juta dolar AS dari 47,5 juta dolar AS pada tahun lalu karena biaya-biaya yang lebih tinggi. Perusahaan cybersecurity Palo Alto Networks melonjak 6,1 persen karena memproyeksikan penjualan di kuartal mendatang 200-204 juta dolar AS, di atas 198,1 juta dolar AS yang diperkirakan oleh para analis Wall Street. Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS turun menjadi 2,26 persen dari 2,31 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,97 persen dari 3,02 persen. Harga dan hasil obligasi bergerak terbalik.