PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

WallStreet Melemah Dihantam Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi AS

PT. KONTAK PERKASA FUTURES – Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat tercatat melemah ketika tiga indeks utama pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah. Investor diyakini masih menunggu terkait rincian kebijakan ekonomi Presiden AS terpilih yakni Donald Trump serta laporan pendapatan kuartalan perusahaan menjelang delapan hari pelatikan pemimpin baru AS.

Dilansir Reuters, Jumat (13/1/2017) mayoritas saham melemah dan indeks S & P 500 menyusut terseret sektor keuangan, meski setelah pemilu pada 8 November tercatat ada peningkatan sebesar 6,4%. Sementara itu kekecewaan investor terhadap sedikitnya rincian informasi kebijakan yang didapat pada konferensi pers Trump pertama menjadi katalis negatif.

Konferensi pers Donald Trump yang hanya memberi sedikit rincian kebijakan membuat investor lebih bersantai. Ketika adanya ketidakpastian kebijakan, pasar mulai kehilangan dukungan saat banyak individu menempatkan lebih banyak uang ke obligasi daripada saham, menurut Kepala Investasi Global Charles Schwab Jeffrey Kleintop.

Tercatat pada perdagangan kemarin waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 63.28 poin atau 0,32% untuk ditutup pada level 19,891. Sedangkan indeks S & P 500 berkurang 4.88 poin atau 0,21% menjadi 2.270,44 dan komposit Nasdaq menyusut 16.16 poin, atau 0,29% ke posisi 5.547,49.

Di awal sesi indeks S & P telah jatuh sebesar 0,9% dipimpin kejatuhan sektor keuangan. Saham JPMorgan Chase (JPM. N) adalah salah satu yang terbesar sehingga menyeret S & P 500 yang kehilangan hampir 1%. Lebih dari 6,7 miliar saham diperdagangkan pada pasar saham AS kemarin, lebih tinggi daripada rata-rata harian 6,5 miliar dalam 20 sesi.

Sementara Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini masih tidak berdaya untuk melanjutkan tren negatif sejak pembukaan pagi tadi. Kejatuhan rupiah terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona, meski dengan kekuatan yang berkurang.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.317/USD atau masih melemah dari penutupan sebelumnya di level Rp13.281/USD. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.287-Rp13.325/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I berada di level Rp13.286/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.285/USD. Setelah sempat menguat tipis pagi tadi, data Yahoo siang ini menunjukkan penyusutan mata uang Garuda dengan kisaran harian Rp13.264-Rp13.320/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.308/USD. Posisi ini semakin memburuk dibanding posisi kemarin di level Rp13.288/USD.

PT. KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : ekbis.sindonews